Tips Mengkhatamkan Al-Qur’an di Bulan Ramadhan untuk Ibu-Ibu; Spesial untuk Tips ke-5 (Disertai Video)

Alhamdulillah, Allah masih mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan kali ini. Bulan ini begitu spesial karena banyak hadits yang menunjukkan pahala yang berlipat ganda untuk amalan ibadah di bulan ini.

Salah satu amalan ibadah yang utama untuk dilakukan di bulan ini adalah membaca Al-Qur’an. Dari contoh teladan kita nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan pemimpinnya para malaikat yaitu Jibril ‘alaihissalam, menyetorkan bacaan Al-Qur’an di bulan ini (mengkhatamkannya). Contoh dari para generasi terbaik umat ini, yaitu para sahabat rodhiallahu ‘anhum dan orang-orang shalih yang datang sesudahnya pun menaruh perhatian khusus untuk membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan ini.

Lalu bagaimana dengan kita ibu-ibu? Apalagi yang anak-anaknya masih usia balita.
Yang pekerjaannya hampir tak pernah henti. Yang rasanya masih kurang 24 jam untuk menyelesaikan semua pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga dan keluarga? Apakah kita masih bisa meraih dan mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan yang penuh berkah ini?

Jawabannya, BISA insya Allah.

Yuk, kita ikuti tips untuk mengkhatamkan Al-Qur’an ini, spesial untuk para ibu.

  1. Niat yang ikhlas. Kita niatkan ini untuk mendapatkan pahala dari Allah. Bukan untuk berlomba-lomba dengan manusia atau hal lainnya.
  2. Minta kemudahan kepada Allah dan teruslah minta keberkahan pada waktu kita.
  3. Luangkan waktu dan jangan tunggu waktu luang untuk membaca Al-Qur’an. Semoga keberkahan waktu akan datang seiring dengan usaha kita mengupayakan agar waktu kita selalu bermanfaat.
  4. Hindari akun media sosial, hindari memperbanyak status yang kurang bermanfaat atau berlama-lama melakukan scrolling untuk membaca atau melihat hal yang tidak lebih utama dari membaca Al-Qur’an.
  5. Tentukan target dalam sehari, dan dibagi lagi menjadi per setengah hari (penjelasan detail di bawah).
  6. Ajak kerja sama anggota keluarga untuk sailng membantu untuk urusan akhirat dan dunia kita.
  7. Kurangi kesibukan di dapur. Ramadhan bukan berarti berlebihan dalam urusan makanan di malam hari karena telah menguranginya di siang hari.

Nah, untuk tips ke-5, saya akan menjelaskannya lebih spesifik.

Biasanya, tips yang ada untuk menyelesaikan satu juz dalam satu hari hanya menyebutkan berapa lembar/halaman yang perlu dibaca setiap sebelum/setelah sholat. Tapi kadang seperti ini pun ternyata kadang tak bisa tercapai, akhirnya keteteran, dan ternyata merasa ketinggalan jauh akhirnya merasa putus asa di tengah jalan. Lalu bagaimana agar ini tak terjadi? Yuk di simak.

Hitungan awal hari dalam Islam adalah ketika Maghrib tiba. Maka patokan utamanya adalah Maghrib kemudian sampai ketemu Maghrib lagi, kita usahakan menyelesaikan 1 juz.

Karena pembagian ini masih terlalu umum – sama saja seperti satu hari biasa yang isinya 24 jam -, kita bagi lagi menjadi setengah hari.

Misal, dari Maghrib ke Subuh berarti setengah hari.
Dari Subuh sampai ke Maghrib lagi setengah hari.
Dalam waktu setengah hari itu, kita bisa mengupayakan menyelesaikan setengah juz.

Kita perjelas lagi.

Di Al-Qur’an yang berlaku secara internasional (bukan khusus Indonesia), ulama membagi 1 juz Al-Qur’an menjadi hizb.

tanda-hizb-alquran-ind

1 juz berisi 2 hizb.
1 hizb terdiri dari 4 bagian.
1 juz berisi 20 halaman. Berarti 1 hizb = 10 halaman.
1/2 hizb = 5 halaman.

Untuk menyelesaikan setengah juz, kita harus menyelesaikan 1 hizb.

Maka itulah target yang kita upayakan selesai. Antara Maghrib sampai Subuh, kita usahakan selesai 1 hizb (setengah juz). Sisanya setelahnya.

Dan agar terasa lebih mudah lagi, kita lihat lagi pembagian 1 hizb yang dibagi lagi menjadi 4 bagian. Dan ini ada tandanya jelas dalam Al-Qur’an resmi. Jadi batasan kita bukan ‘ain.

cara khatam al-quran bulan ramadhan cara khatam al-quran bulan ramadhan cara khatam al-quran bulan ramadhan

Dalam satu sholat, jika kita menyelesaikan 1/2 hizb, berarti kita sudah mendapatkan 1/4 juz.
Dalam 2 sholat, kita bisa menyelesaikan 1 hizb (setengah juz).

Sehingga sebenarnya, dalam 4 kali waktu sholat, kita sudah bisa menyelesaikan satu juz.

Ini idealnya. Tapi karena ibu-ibu – dengan anak balita -, waktu  luang untuk membaca tidak selalu sama setiap saat, maka kita masih punya sisa waktu satu sholat lagi untuk menyelesaikan target perhari.

Pembagian ini terasa lebih mudah karena kita punya target batas hizb. Tidak fokus pada lembar atau halaman sehingga menghitung-hitung setiap halaman yang kita baca. Dan untuk menyelesaikan target bisa lebih fleksibel.

Misalnya, waktu Maghrib, kita hanya bisa membaca 1/4 hizb. Saat ‘Isya hanya bisa membaca max 1/2 hizb. Berarti belum selesai 1 hizb. Setelah Subuh, waktu jika lebih leluasa karena anak-anak balita masih tidur, kita bisa mendapatkan 3/4 hizb. Berarti tinggal 1/4 hizb (2,5 halaman) lagi untuk menyelesaikan 1 juz. Dan pada kenyataannya, karena kesibukan siang hari dan sore hari, 1/4 hizb itu tetap butuh perjuangan untuk menyelesaikannya :). Tapi insya Allah target bisa tercapai. Kalaupun tertinggal, kita tidak akan tertinggal jauh karena tahu batasan juz dan hizb. Tidak harus menghitung lagi halaman atau lembar.

Semoga bermanfaat.
Semoga Allah memudahkan kita meraih keutamaan di bulan Ramadhan ini.

Lihat video untuk lebih mudah memahami penjelasan.

cizkah
Jogja, 17 Juni 2016/12 Ramadhan 1437

 

IRT. Homeschooler dari lima anak (Ziyad, Thoriq, Luma dan si kembar Handzolah dan Kholid). Web dan graphic designer. Suka membuat media belajar anak (khususnya untuk pendidikan anak Islam) yang dapat dilihat di www.lumalumi.com.

4 thoughts on “Tips Mengkhatamkan Al-Qur’an di Bulan Ramadhan untuk Ibu-Ibu; Spesial untuk Tips ke-5 (Disertai Video)

  1. assalaamu’alaikum, perkenalkan, saya diah dari jepara. saya suka sekali membaca tulisan-tulisan bunda cizkah, bermanfaat untuk saya. terima kasih yaa . . .

  2. assalamu’alaikum ummu cizkah. saya ummu shofiyyah
    syukron tulisannya ni mudah mudahan bermanfaat bagi saya seorang ibu 2 balita
    ummu cizkah bekrja sama dengan yufid atau pemilik program yufid ya?
    afwan jadi bertanya tanya karna seorang ibu sebagai desain grafis menarik sekali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *