Tips Memilih dan Membeli Mesin Cuci

Kalau baru berdua, mencuci dengan tangan mungkin bukan aktivitas yang berat bagi seorang istri. Namun, ketika buah hati sudah hadir dan semakin bertambah jumlahnya, tumpukan baju kotor seakan semakin menggunung kalau tidak dicuci setiap harinya. Nah, di sinilah mesin cuci punya peran penting. Ibu-ibu di rumah, adakah yang juga menggunakan mesin cuci pakaian? Kira-kira mesin cuci tipe seperti apa yang ibu gunakan saat ini? Dua tabung, satu tabung bukaan atas, atau satu tabung bukaan depan? Apa bedanya, yuk kita bahas bareng-bareng.
Saya termasuk yang sudah pernah mencoba ketiga tipe mesin cuci tersebut, jadi sedikit-sedikit saya mulai bisa membedakan kelebihan dan kekurangannya. Meski ketiganya bukan mesin cuci saya sendiri (mesin cuci orang lain maksudnya, hihi).

Pertama, mesin cuci dua tabung.

Mesin cuci ini terdiri atas dua bagian. Satu tabung untuk mencuci dan membilas, satunya lagi untuk mengeringkan. Kebetulan mesin cuci yang saya gunakan adalah mesin cuci mertua yang memang sudah tua umurnya. Tapi, masih awet sampai sekarang, Masyaa Allah.

Apa sih kelebihan mesin cuci ini?

  1. Katanya sih, kalau sewaktu-waktu mesin cuci ini rusak salah satu tabungnya masih bisa digunakan. Anggaplah tabung cuci bilasnya rusak, paling tidak mesin tersebut masih bisa digunakan untuk mengeringkan pakaian.
  2. Harganya lebih terjangkau dibanding mesin cuci satu tabung.
  3. Kalau ada pakaian kotor yang tertinggal masih bisa disusulkan.

Kekurangannya:

  1. Agak ribet. Karena tidak bisa 100% ditinggal-tinggal. Setelah selesai dicuci dan dibilas, kita harus memindahkan pakaian basah tersebut ke dalam tabung pengering.
  2. Hasil pencucian menjadikan serat pakaian agak rapuh sehingga mudah sobek. Ada kalanya terkadang kancing bajupun terlepas dari sarangnya, hehe.
  3. Pakaian jadi saling terlilit satu sama lain karena efek putaran vertikal.
  4. Agak boros air, karena mesin baru akan bekerja kalau pakaian sudah terendam air.

Kedua, mesin cuci satu tabung bukaan atas (top load).

Nah, kalau mesin cuci yang satu ini saya pakai mesin cuci kakak. Berdasarkan pengalaman saya menggunakan mesin cuci ini, kelebihannya adalah:

  1. Lebih praktis, karena bisa ditinggal. Kalau proses pencucian sudah selesai, pakaian tinggal dijemur.
  2. Kalau ada baju kotor yang tertinggal, tutupnya masih bisa dibuka untuk ditambahkan.
  3. Harganya pertengahan, sedikit lebih mahal dari yang dua tabung, tapi tak lebih mahal dari yang satu tabung bukaan depan.

Kekurangannya hampir sama dengan mesin cuci dua tabung, yaitu:

  1. Pakaian saling terlilit akibat putaran vertikal.
  2. Terkadang hasil cucian ada kancing yang terlepas atau jahitan yang terlepas.
  3. Boros air, karena mesin baru bekerja kalau cucian sudah terendam.
  4. Kalau ada kerusakan pada tabung, maka mesin cuci tidak bisa digunakan sama sekali, baik untuk mencuci, membilas, maupun mengeringkan.

Ketiga, mesin cuci satu tabung bukaan depan (front load).

Pengalaman saya menggunakan mesin cuci ini di rumah mertua yang kebetulan sudah mengganti mesin cuci dua tabungnya yang sudah tua dengan mesin cuci satu tabung depan. Sejauh ini, saya cukup puas dengan mesin cuci yang satu ini. Kenapa?

Kelebihannya:

  1. Praktis, tinggal masukkan pakaian, pilih opsi pencucian yang kita inginkan, play, kita tinggal, tak lama kemudian selesai dan pakaian tinggal kita jemur.
  2. Lebih hemat air. Kok bisa? Bisa dong … karena mesin cuci ini punya prinsip tak perlu menunggu air terisi penuh dulu untuk berputar.
  3. Hasil cucian lebih bersih karena prinsip kerja cucinya seperti dibanting, dan serat kain lebih awet. Lain dengan mesin cuci sebelumnya yang terkadang membuat serat pakaian jadi “mbrudul-mbrudul” (apa ya bahasa tepatnya?).
  4. Pakaian tidak saling terlilit satu sama lain karena putarannya horisontal dan jarang terjadi tragedi kancing maupun benang jahitan terlepas.

Kekurangannya:

  1. Dari segi harga memang relatif lebih mahal, namanya ada harga tentu ada kualitas.
  2. Kalau mesinnya rusak, mesin cuci jadi tidak bisa digunakan sama sekali, tapi saya belum pernah menghadapi kerusakan ini sih.

Terus, gimana tips membeli mesin cuci biar dapat harga yang terjangkau?

Anda pernah dengar ada toko barang elektronik reject, nggak? Eits, reject yang dimaksud cuma ada sedikit cacat di barangnya, seperti penyok atau tergores saja. Jadi, kualitas mesin pun masih oke. Biasanya toko barang reject ini ada di setiap kota. Kkalau di Jambi, ada dua toko yang saya dapati. Lumayan loh selisih harganya. Dari mesin cuci front load yang harga aslinya 3-4 jutaan, dalam kondisi reject harganya cuma 2 jutaan karena ada cacat, misalnya penyok atau goresan. Bahkan mesin cuci yang dibeli mertua saya nggak ketahuan di mana letak penyok atau goresnya. Tapi, yang namanya barang reject ya ada sedikit pengecualian untuk garansi, yaitu hanya 3 bulan dari toko. Meskipun begitu, alhamdulillah sejak awal membeli sampai sekarang, belum ada kerusakan. Mudah-mudahan saja awet hingga bertahun-tahun.

Nah, itulah sekilas tentang tips yang bisa kita pertimbangkan sebelum membeli mesin cuci. Apa pun mesin cuci pilihan kita, tinggal sesuaikan dengan selera dan budget yang ada. Semoga bermanfaat ya!

***

Nunung Wulan

Jambi, 11 Agustus 2015

Artikel UmmiUmmi.Com

Mahasiswi Jurusan Teknologi Pendidikan UNY angkatan 2009. Salah satu penghuni wisma Raudhatul Ilmi Pogung Dalangan.

2 thoughts on “Tips Memilih dan Membeli Mesin Cuci

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *