Supaya Aku Disayang Suami

Sebagai istri, setiap wanita pasti mendamba sebuah tahta istimewa. Di hati seorang lelaki yang menjadi teman hidupnya. Suaminya.

Kita belajar agama, membaca berbagai referensi bermanfaat, dan berdoa kepada Allah. Semuanya agar bisa mengukir kenangan manis di hati suami. Kenangan manis di hatinya akan mengantarkan kita kepada keridhaannya. Keridhaan Allah kemudian keridhaan suami adalah dua hal yang bisa mengantarkan kita ke surga.

إذا صلت المرأة خمسها و صامت شهرها و حصنت فرجها و أطاعت زوجها قيل لها : ادخلي الجنة من أي أبواب الجنة شئت

Jika seorang wanita mendirikan shalat lima waktu, berpuasa pada bulannya (Ramadhan), dia menjaga kemaluannya, dan dia menaati suaminya, maka dikatakan kepadanya, ‘Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana pun yang engkau mau.’” (Hadits shahih; HR. Ibnu Hibban, dari Abu Hurairah)

Mengambil teladan dari para wanita salihah tentu jadi salah satu cara paling baik untuk menjadi istri salihah. Istri salihah, perhiasan terindah di mata dan hati suaminya.

Mereka yang istimewa

Aisyah radhiyallahu ‘anha, putri Abu Bakar Ash-Shiddiq, adalah orang yang begitu dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Kedudukan istimewa Aisyah pernah diutarakan langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

Suatu ketika Amr bin al-Ash bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah.” “Dari kalangan laki-laki?” tanya Amr. Beliau menjawab, “Bapaknya.” (HR. Bukhari, no. 3662 dan Muslim, no. 2384)

Selain Aisyah, ada lagi seorang istri yang tetap bersemi di hati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Meski sang istri telah pergi mendahului menuju keridhaan Allah Ta’ala, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tetap mengenang pasang-surut kehidupan yang setia mereka lalui berdua.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia beriman kepadaku ketika orang-orang mengingkariku. Dia membernarkanku ketika orang-orang mendustakanku. Dia menyokongku dengan hartanya ketika orang-orang memboikotku. Dan Allah mengaruniakan anak bagiku dari (rahim)-nya, padahal dengan (istri-istriku) yang lain, aku tak mendapatkannya.” (HR. Ahmad, no. 25606)

Di negeri ini, pernah hidup seorang tokoh karismatik Islam. Buya Hamka – demikian beliau dikenal – telah merasakan pahit-manis kehidupan bersama sang istri tercinta, yang telah lebih dahulu wafat.

“Kau tahu, Irfan. Ayah dan Ummi telah berpuluh-puluh tahun lamanya hidup bersama. Tidak mudah Ayah melupakan kebaikan Ummi.” (Ayah, hlm. 213)

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita simak potongan-potongan cerita berikut ini.

Aisyah radhiyallahu ‘anha

Aisyah adalah seorang wanita berparas cantik berkulit putih, sebab itulah ia sering dipanggil dengan “Humaira”. Selain cantik, ia juga dikenal sebagai seorang wanita cerdas yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mempersiapkannya untuk menjadi pendamping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengemban amanah risalah yang akan menjadi penyejuk mata dan pelipur lara bagi diri beliau. Suatu hari Jibril memperlihatkan (kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) gambar Aisyah pada secarik kain sutra berwarna hijau sembari mengatakan, “Ia adalah calon istrimu kelak, di dunia dan di akhirat.” (HR. At-Tirmidzi, no. 3880; lihat Shahih Sunan At-Tirmidzi, no. 3041)

Khadijah radhiyallahu ‘anha

Sesungguhnya Khadijah merupakan salah satu karunia Allah yang paling berharga bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia mendampingi beliau selama empat kurun ketika masa penuh kegelisahan melanda. Dia mengokohkan beliau pada saat yang sangat berat. Dia meyakinkan beliau sewaktu risalah datang. Dia membantunya menanggung beban jihad yang telah berlalu. Dia menolong dengan segenap jiwa dan hartanya.

Dalam Ash-Shahih, diriwayatkan dari Abu Hurairah; Dia berkata, “Jibril mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia mengatakan, ‘Wahai Rasulullah! Ini, Khadijah telah datang. Dia membawa bejana berisi bumbu-bumbu, makanan, dan minuman. Jika dia mendatangimu, sampaikan kepadanya salam dari Rabb-nya. Kabarkan pula berita gembira tentang rumah di surga untuknya, yang berbenang emas dan perak, tanpa hiruk-pikuk maupun rasa letih di sana.'” (lihat Ar-Rakhiqul Makhtum, Syaikh Al-Mubarakfuri)

Siti Raham Rasul, istri Buya Hamka

“Kali ini aku akan berkisah tentang seorang perempuan yang mendampingi hidup Ayah menjalani kehidupan berumah tangga, berjuang, dan mendidik anak-anaknya selama Ayah dalam masa tahanan politik. Ialah yang mendampingi Ayah menunaikan ibadah haji dan memberikan saran kepada Ayah di saat-saat yang penting, sampai ajal menjemputnya terlebih dahulu dari Ayah.” (Ayah, hlm. 183)

Tiga kunci agar istri disayang suami:
1. Kenali hal-hal yang ia sukai, dan lakukanlah.
2. Kenali hal-hal yang ia tidak sukai, dan jauhilah.
3. Kenali cara berkomunikasi yang paling baik dengannya.

Tiga hal itu kita tempuh dalam batasan syariat Allah, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق

“Tidak ada ketaatan terhadap makhluk, dalam hal yang merupakan maksiat kepada Al-Khaliq (Allah).” (HR. Ahmad dan Hakim; hadits shahih)

Secara umum, cara mengetahui tiga hal tersebut adalah melalui:
1. Menanyakan langsung pada suami.
2. Menanyai orang-orang terdekatnya, utamanya ayah-ibu dan saudara-saudaranya.
3. Mengamati kesehariannya.
4. Mendengar kisah-kisah masa kecilnya.

Perlu kita ingat, perincian tiga hal di atas pasti berbeda untuk tiap orang. Jadi, kenalilah karakter suami Anda dengan baik. Jangan lupa satu hal, selalu mohon keberkahan dari Allah bagi rumah tangga Anda berdua.

Barakallahu fikum.

Referensi:

  • Shahih wa Dha’if Al-Jami’ Ash-Shaghir, Al-Maktabah Asy-Syamilah.
  • Musnad Ahmad, Al-Maktabah Asy-Syamilah.
  • Ayah, Irfan Hamka, Republika, Juni 2014.
  • http://www.firanda.com/index.php/artikel/sirah/351-kemuliaan-ummul-mukminin-aisyah-radhiallahu-anhaa
  • http://muslimah.or.id/kisah/tahun-duka-cita.html

Bacaan pendukung:

  • http://wanitasalihah.com/10-tipe-wanita-yang-tidak-layak-dinikahi/
  • http://ummiummi.com/6-sifat-yang-dibenci-suami

***

Oleh: Athirah Mustadjab

Artikel UmmiUmmi.Com

Athirah (Ummu Asiyah), ibu rumah tangga dari dulu sampai sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *