Sisi Lain Kegiatan Harian Ibu Rumah Tangga

Istri mana yang tak berharap bisa senantiasa membahagiakan suami? Ibu mana yang tak berharap bisa senantiasa berbuat yang terbaik ‘tuk buah hati?

Itulah harapan, yang insyaallah bisa diraih jika kita punya trik yang taktis.

Inikah yang Anda alami?

Pernahkah Bunda merasakan cita-cita yang Bunda ingin raih sekuat tenaga itu ternyata membuat Bunda letih bukan main, badan rasanya remuk redam, dan sering kali membuat emosi naik-turun? Memang, rumah jadi cling, masakan rasa jempolan, anak-anak rapi-jali. Akan tetapi, wajah Bunda jadi kusut masam, kawah ubun-ubun rasanya terus panas mendidih dan siap-siap memuntahkan lahar amarah kepada orang-orang seisi rumah.

Nah, di sinilah perenungan yang mungkin luput dari perhitungan kita. Untuk membahagiakan suami dan anak-anak, sebagian wanita sibuk memfokuskan waktu dan tenaga pada hal-hal yang kasat mata: kebersihan rumah, masakan yang enak, perawatan anak-anak. Padahal, gara-gara terlalu fokus pada hal-hal kasat mata itu, sang bidadari jadi lupa akan hak dirinya.

Bisa jadi, memang tujuannya baik: mendedikasikan diri semaksimal mungkin untuk keluarga yang dicintai, namun akhirnya tubuh yang kelelahan membuat jiwa ikut kelelahan. Efek negatifnya tidak berhenti sampai di situ, karena ternyata, untuk memenuhi “target” idealis yang Bunda citakan, Bunda tak lagi punya waktu untuk merilekskan tubuh, menyegarkan pikiran, dan menelusuri cakrawala pengetahuan. Ujung-ujungnya, suami dan anak-anak hanya merasakan kesenangan tetapi mereka masih saja rindu bisa memandangi sang bidadari dengan wajah cerah, aroma tubuh yang memikat, dan senyum dengan raga yang segar.

Memang waktu kita terbatas. Tapi, bukan berarti kita tidak bisa menyelesaikan banyak hal. Ada saatnya kita berjibaku dengan minyak dan bawang. Ada saatnya kita menggulung waktu bersama anak-anak. Ada saatnya kita meneropong masa depan bersama suami. Dan, ada saatnya kita menceburkan diri dalam lautan buku, menyegarkan raga, dan menenangkan jiwa dengan tilawah Al-Quran.

Karena keceriaan di sebuah rumah bukan sekadar hadir dari kebersihan lantai dan kelezatan makanan. Namun, kebahagiaan di hati, itulah yang menjadi kunci.

Sudah siap jadi lebih baik hari ini?

***

Athirah Mustadjab

Artikel UmmiUmmi.Com

Athirah (Ummu Asiyah), ibu rumah tangga dari dulu sampai sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *