Siap-Siap! Ramadhan di Hadapan

150 meter sebelum polisi-tidur terlihat, sudah ada plang amaran “Kurangkan had laju! Bonggol di hadapan”.

300 meter sebelum lampu-lalu-lintas tampak, sudah ada plang bertuliskan “Kurangkan had laju! Lampu isyarat di hadapan”.

Kurang lebih, demikianlah tindakan preventif pemerintah. Tujuannya, tak lain tak bukan demi keselamatan pengendara itu sendiri. Supaya jangan terkejut kalau kendaraannya mendadak terguncang oleh polisi-tidur. Agar jangan panik mengerem mendadak ketika baru sadar bahwa lampramadhanu-jalan sudah di depan mata.

Ramadhan di hadapan

Masya Allah, telah sampai kita pada awal bulan Rajab 1433 H. Kurang dari 2 bulan lagi Ramadhan akan kembali tiba, insya Allah.

Maka, siap-siap! Ramadhan di hadapan ….

Kenapa harus terlalu dini mempersiapkan diri?

Karena kalau sudah berniat, insya Allah sudah dapat satu pahala. Kalau bersiap diri sejak jauh-jauh hari, insya Allah tidak akan kalang kabut saat hari “H” sudah hampir tiba.

Terburu-buru itu tak enak. Tergesa-gesa juga bisa bikin hasil tak optimal.

Orang pindahan rumah saja mesti berencana sejak jauh-jauh hari. Yang akan nikahan saja mesti menyiapkan banyak perkara sejak jauh-jauh hari. Ibu hamil saja mesti sudah waspada beberapa bulan atau minggu sebelum HPL.

Nah, apalagi soal yang satu ini: Ramadhan. Yang hanya datang sekali setahun. Yang kedatangannya disertai sepenuh bumi rahmat dan ampunan. Sayang sungguh sayang kalau tidak bisa maksimal dalam menjalaninya. Persiapan mental ini merupakan ikhtiar menjalani Ramadhan kali ini jauh lebih baik dari tahun-tahun yang telah berlalu.

Kalau tahun kemarin persiapannya 1 bulan sebelum Ramadhan, maka tahun ini tak ada salahnya kalau kita buat lebih awal lagi.

Keberhasilan seseorang berbanding lurus dengan ikhtiar dan tawakkalnya. Kalau persiapan seadanya, hasil juga ala kadarnya. Persiapan seadanya di dunia, bisa bikin kecewa di akhirat nanti. Padahal hari itu tiada lagi gunanya sesal dan kecewa.

Apa yang perlu disiapkan?

1. Siapkan diri
Pastikan mental kita sudah siap. Jiwa kita sudah dilatih supaya ikhlas dalam beramal. Benak kita dicuci dari godaan-godaan yang sekiranya akan merusak amal kita selama Ramadhan. Kita cari cara agar tetap istiqamah selepas Ramadhan.

2. Siapkan keluarga
Mulai angkat wacana obrolan di tengah keluarga. Ingatkan bahwa Ramadhan insya Allah akan segera tiba. Suami dan anak, ibu dan ayah, saudara-saudara, paman, bibi, kakek, dan nenek. Semuanya diingatkan sejak sekarang: tentang keutamaan Ramadhan, keikhlasan berpuasa dan shalat tarawih, amal-amal shalih pada bulan Ramadhan, pembatal puasa, lailatul qadar, dsb.

3. Sederhanakan urusan dapur
Jangan sampai yang berkesan hanya rasa lapar dan haus. Ramadhan bukan bulan kemeriahan kuliner. Jadi, sebisa mungkin kita melatih diri agar sederhana dan seperlunya dalam menjamu perut dan tenggorokan sendiri dan keluarga. Jangan sampai demi gala-breakfating (buka puasa mewah) kita korbankan banyak waktu untuk ublek-ublek di dapur. Bisa-bisa shalatnya kurang khusyu’ karena ingat belum bikin lauk warna-warni dan kue asin-manis. Bisa-bisa Alqurannya tidak tersentuh sama sekali. Bisa-bisa tarawih dijalani dengan kelelahan karena siangnya di dapur melulu.

4. Rencanakan amal shalih yang perlu dana
Ramadhan adalah saatnya semakin giat bersedekah. Itulah teladan yang ditunjukkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di sisi lain, urusan keuangan sepatutnya didiskusikan dengan suami. Oleh sebab itu, bincangkan hal ini sejak sekarang. Mungkin saja para istri dan para suami akan sering-sering memberi buka puasa kepada orang lain, sering-sering berinfaq di masjid, atau amal shalih lain yang intinya “mengeluarkan harta untuk sedekah”.

Semoga persiapan matang bisa mengantar kita kepada keberhasilan Ramadhan. Wallahul Musta’an ….

Bandar Universiti, 28 Mei 2012
Athirah

If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

2 comments on “Siap-Siap! Ramadhan di Hadapan

  1. Ummu Nafisa June 8, 2012 10:11 am

    baarakallahu fiik, mba thir…syukron sudah diingatkan kembali..

  2. ummu hamzah June 17, 2012 7:38 pm

    indaaah…maasyaAllah.

    Jazaakillahu khayran ath. Semoga kita bertemu dg bulan spesial itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>