Selalu Ada Celah untuk Bersyukur

Pernahkah Anda bercita-cita namun belum tercapai? Atau sudah berdoa, tapi belum dikabulkan juga?

Tunggu!

Sudahkah bersyukur dengan apa yang Anda miliki sekarang? Jikalau keinginan itu terkabul, apa Anda yakin itu yang terbaik bagi Anda?

Kita tahu, Allah terkadang tidak mengabulkan semua permohonan kita meski Ia Maha Mendengar dan memperkenankan doa. Bisa jadi ditangguhkan pengabulannya, disimpan sebagai pahala di akhirat kelak, atau bisa jadi dikabulkan dengan bentuk perlindungan dari bala yang senilai dengan apa yang kita mohonkan.

أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ” ما من مسلم يدعو بدعوة ليس فيها إثم ولا قطيعة رحم إلا أعطاه الله بها إحدى ثلاث : إما أن يعجل له دعوته وإما أن يدخرها له في الآخرة وإما أن يصرف عنه من السوء مثلها ” قالوا : إذن نكثر قال : ” الله أكثر “

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa yang tidak mengandung dosa dan tidak pula pemutusan hubungan kekerabatan, melainkan Allah akan memberinya salah satu di antara tiga hal: doanya segera dikabulkan, akan disimpan baginya di akhirat, atau dirinya akan dijauhkan dari keburukan yang senilai dengan permohonan yang dipintanya.” Para shahabat berkata, “Kalau begitu, kami akan banyak berdoa.” Rasulullah menanggapi, “Allah lebih banyak (untuk mengabulkan doa kalian).” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Ya’la dengan sanad jayyid; hadits ini berderajat sahih dengan adanya beberapa hadits penguat dari jalur ‘Ubadah bin Shamit yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Al-Hakim, serta dari jalur Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Ahmad dan selainnya.)

Namun perlu kita ingat bahwa setiap perbuatan Allah pasti mengandung hikmah. Rahmat-Nya dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.

Allah tidak — atau belum — mengabulkan semua permohonan kita pasti disertai dengan hikmah. Ya kembali lagi … karena terkadang kita meminta hal yang ternyata buruk bagi diri kita sendiri, entah kita tahu bahwa itu buruk atau kita tidak tahu. Seperti halnya dulu ketika saya kecil, saya pernah dengan polosnya berangan-angan memiliki kantong ajaib seperti Doraeman. Hehe …

Belakangan — karena hidayah dari Allah — saya mengetahui bahaya kesyirikan yang bisa menghancurkan masa depan seseorang. Saya bersyukur Allah tidak mengabulkan doa saya yang berharap punya kantong ajaib ala Doraemon. Kalau saja terkabul, tentu saya sudah menyandarkan hidup saya pada kantong tersebut sampai sekarang, sehingga saya pun terjatuh dalam kesyirikan. Na’udzu billahi min dzalik.

Belum kesampaian

Saya sering mendengar curhatan orang. Misalnya, ada yang sangat menginginkan untuk tinggal di kota Madinah. Namun qaddarallah cita-citanya itu belum kesampaian. Kala itu saya berpikir, “Apa ya hikmahnya? Bukankan yang diinginkan orang ini adalah kebaikan? Tinggal di kota yang nuansa islaminya begitu kental, tempatnya banyak majelis ilmu agama, tempat berkumpulnya banyak ulama, dan sederet keutamaan lainnya.”

Saya pun teringat dengan sosok seorang guru yang masyhur dan yang saya idolakan di kota Yogya ini. Saya bertanya-tanya, “Kenapa beliau tidak memilih tinggal di Madinah? Kenapa pula para ustadz yang pernah belajar di sana tidak menetap saja di sana? Bukankah mereka semua mampu secara finansial dan mana mungkin mereka tak ingin?”

Di dalam sebuah pengajian yang beliau bawakan, saya menemukan jawabannya. Ketika beliau menyampaikan hadits,

خير الناس انفعهم للناس

Manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain.” (HR. Ath-Thabrani. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini berstatus hasan shahih)

Seakan-akan baru pertama kali saya mendengar hadits tersebut. Saya tersadar bahwa menjadi yang terbaik adalah dambaan setiap insan. Mungkin inilah yang ada di pikiran Ustadz tersebut dan para ustadz lainnya. Bahwa tempat terbaik adalah tempat seseorang bisa menjadi penebar banyak manfaat. Meski keutamaan Mekkah dan Madinah tak bisa dipungkiri, namun bayangkan jika Allah mengabulkan keinginan semua orang yang berharap tinggal di kota tersebut. Tentu akan sesak jadinya. Dan siapa yang akan menyebarkan Islam di belahan bumi lainnya?

Pasti ada hikmah di balik takdir Allah, asalkan kita mau membuka mata. Hidup pun akan terus bergulir. Karenanya, teruslah mempelajari ilmu agama, luruskan orientasi hidup, syukuri nikmat yang telah didapat, dan mohon berkah atas rezeki yang telah kita miliki.

Jangan putus asa! Tetaplah berusaha dan berdoa untuk cita-cita Anda. Ingat bahwa pengabulan is none of our business, karena Allah lebih tahu bahwa yang kita inginkan belum tentu kita butuhkan. Gali hikmah di setiap peristiwa, dan ingat bahwa selalu ada celah untuk tetap bersyukur.

***

Oleh: Saviera Yonita Hadi

Artikel UmmiUmmi.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *