Peralatan Menyusui yang Perlu Dibawa Saat Persalinan

Persalinan kedua buah hati saya melalui Sectio Caesaria. Keduanya melalui proses menyusui yang cukup sulit. S baru relaktasi saat usia 2,5. Sedangkan Y walaupun sudah belajar menyusui setiap siang selama seminggu di rumah sakit, tapi baru lancar saat usia 1 bulan. Saya semakin memahami bahwa ketrampilan menyusu dan menyusui merupakan proses belajar yang membutuhkan kesabaran baik bagi ibu maupun bayi. Selain memperkaya informasi dari kursus ‘Serba-Serbi ASI’ di rumah sakit bersalin dan mengikuti grup AIMI, beberapa peralatan menyusui benar-benar sangat membantu. Saya memberi range 0 sampai 5 untuk menunjukkan penting tidaknya peralatan menyusui tersebut.

1. Pompa ASI

Memerah ASI sangat penting dilakukan saat bayi belum bisa menyusui langsung. ASI perah yang sering disingkat ASIP inilah yang nanti diberikan pada bayi dengan menggunakan sendok atau gelas Medela. Selain itu memerah ASI dapat menjaga produksi ASI selama kesulitan menyusui. Hal ini disebabkan produksi ASI disesuaikan dengan kebutuhan. Semakin banyak ASI yang dibutuhkan, maka semakin banyak produksi ASI. Memerah ASI dengan tangan merupakan metode yang terbaik karena hasilnya lebih tuntas dan tidak menimbulkan cedera pada payudara. Beberapa orang yang kesulitan memerah ASI dengan tangan memilih pompa ASI untuk mengatasi kesulitan tersebut. Ada pompa manual dan pompa elektrik. Saya memilih pompa ASI manual karena harganya lebih murah dan ukurannya kecil sehingga praktis dibawa ke mana-mana. Saya pernah mencoba pompa elektrik ketika di rumah sakit dan waktu yang dibutuhkan untuk memompa hingga tuntas lumayan lama. Keuntungan pompa elektrik ini tidak membutuhkan tenaga kita untuk memompa. Merek pompa ASI manual yang direkomendasikan adalah Medela dan Pigeon. Sekarang ada Avent juga tapi saya belum membaca reviewnya. Saya membeli yang merek Pigeon dengan harga 300 ribuan. Skor pompa ASI manual sebanyak 5, karena sangat dibutuhkan selama masa menyusui.

sumber : theurbanmama.com

sumber : theurbanmama.com

2. Botol atau plastik ASI

Kedua benda ini merupakan media penyimpanan ASI. Yang paling bagus tentu botol kaca karena lebih bersih dan minim kontaminasi untuk menyimpan ASI. Tapi saya hanya punya botol plastik Pigeon dan plastik Natur. Keuntungan plastik ASI adalah lebih fleksibel dalam penyimpanannya karena tidak membutuhkan banyak tempat di lemari es. Saya memberi skor 3 karena dibutuhkan tapi masih bisa disubstitusi dengan yang lain.

3. Lemari es

Lemari es baik 1 pintu maupun 2 pintu sangat bermanfaat untuk menyimpan ASIP. Saya memberi skor 5 karena sangat penting dalam penyimpanan ASIP.

4. Sendok plastik atau gelas ASIP

Dulu ketika S bingung puting, saya menggunakan selang NGT yang disambungkan pada syringe berisi ASIP lalu ditempelkan pada PD sehingga S tetap merasa air susu keluar dari PD. Ketika Y belajar menyusu yang, karena reflek oromotornya rendah, saya menggunakan sendok plastik Pigeon bergantian dengan gelas Medela untuk memberikan ASIP. Saya memberi skor 3 karena bisa disubstitusi dengan alat lain.

5. Sterilizer-Warmer

Sebenarnya cara yang paling bagus untuk mensterilkan peralatan bayi adalah merendamnya pada air matang. Suami saya menyebut saya ‘tukang rebus’ karena sering sekali merendam peralatan bayi, bahkan merebusnya. Alhamdulillah suami menghadiahkan sterilizer pada kelahiran anak kedua kami. Selain berfungsi mensterilkan alat, bisa juga untuk menghangatkan bubur dan ASIP. Tapi lama waktu yang dibutuhkan untuk menghangatkan ASIP lebih dari 30 menit. Kadang saya kurang sabar menunggu. Merek yang saya pakai adalah Crown. Saya memberi skor 2 karena setelah bisa menyusui langsung jarang sekali digunakan dan waktu menghangatkan ASIPnya yang lama.

sumber : laviebabyhouse.com

sumber : laviebabyhouse.com

6. Cooler bag

Saya tidak punya cooler bag. Tapi berguna sekali untuk membawa ASIP pulang dari RS juga bagi ibu bekerja yang membawa ASIP yang diperah di kantor.

Telah dipublikasikan di http://sekilastentangobat.wordpress.com/category/review-produk-subjektif/  

Dipublikasikan ulang di Www.UmmiUmmi.Com

Mutia Nova Abidin. Punya bekal sebagai apoteker, saat ini menyibukkan diri sebagai istri dan ibu yang bahagia dari Sofia dan Yahya. Studi di Commnunity Pharmacy di UGM. Asal Salatiga, sekarang tinggal di Bekasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *