motivasi untuk anak

Pentingnya Motivasi dan Pujian untuk Anak

Pada suatu ketika, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wasallam, “ Wahai Rasululla, siapakah orang yang paling bahagia dengan syafaatmu pada hari kiamat?”

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Wahai Abu Hurairah, sku telah menduga bahwa tiada seorang pun yang pertama kali menanyakan hadits ini selain engkau, karena aku melihat betapa besar kegigihanmu dalam mencari hadits. Sesungguhnya orang yang paling bahagia dengan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan ‘laa ilaaha illallaah’ secara ikhlas dari lubuk hatinya.”

Coba kita bayangkan bagaimana perasaan Abu Hurairah ketika mendengar pujian dan kesaksian yang begitu mengesankan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sudah menduga bahwa Abu Hurairah yang pertama kali akan menanyakan hal itu, karena dia gigih dalam mencari hadits.

Bayangkan, bagaimana dampak positif dari kegembiraan Abu Hurairah ini? Tentunya ia semakin gigih, semakin bersungguh-sungguh, dan semakin memberi perhatian yang penuh terhadap hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Demikian pula ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, “Wahai Abul Mundzir, syat apakah yang paling agung dalam Al-Quran?”

Ubay radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Ayat Kursi.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Selamat berbahagia dengan ilmu ini, wahai Abul Munzir!”

Sesungguhnya metode ini, tidak lebih dari sekadar penggunaan kata-kata pujian atau ungkapan-ungkapan penyemangat. Tapi pujian yang sepertinya sepele ini, mampu menjadikan seorang pembelajar beralih menuju tingkat yang sangat tinggi dalam kegigihan dan kesungguhan.

Jiwa manusia, semulia apa pun ia, senantiasa cenderung dan senang kepada pengakuan orang lain pada keberhasilan dirinya. Tentunya, penyemangat atau pujian yang nyata (waqi’i) itu mendorongnya untuk melangkah jauh ke depan.

Disalin dari buku Metode Pengajaran Nabi, 2009, Syaikh Muhammad Al-Hazzaa’, Pustaka Elba, Surabaya. Dengan pengeditan bahasa oleh Redaksi UmmiUmmi.Com.

Artikel UmmiUmmi.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Review Buku: 26 Dosa Istri, yang Meresahkan Hati Suami

Judul : 26 Dosa Istri, yang Meresahkan Hati Suami Penulis : Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd Penerjemah : Muhammad Muhtadi, Lc. Penerbit : Kiswah Media Tahun Terbit : 2009 Kota Terbit...

Resep Topping Spaghetti/Pizza Super Sederhana

Sebenarnya ini resep super sederhana. Tapi berdasar pengalaman dulu waktu baru nikah, yang super sederhana bisa jadi benar-benar gak ada di bayangan atau di pikiran :D. Semoga bisa membantu yang...

Pegal-Pegal Perjuangan

PEGAL-PEGAL PERJUANGAN * Namanya "ibu". Cita-citanya membumbung. Modalnya raga. Modalnya cinta. Namanya "ibu". Pegal-pegal itu biasa. Hari ini berpayah. Semoga esok tak lagi lelah. Semua ibu pasti (pernah) merasa lelah....

Belajar Bulan Hijriah dari Video Kartun Anak-Anak (Teks Senandung)

Dulu saya hafal urutan senandung bulan Hijriah dari video senandung bulan Hijriah yang saya mainkan untuk anak-anak. Kekurangan dari senandung tersebut adalah berbahasa Inggris dan ada bagian yang diulang-ulang dan...