Mengatasi Kesulitan Belajar pada Anak (5): Disgrafia (lanjutan)
Adapun penanganan secara terstruktur dapat dilakukan melalui beberapa hal berikut.
1. Faktor kesiapan menulis
Menulis membutuhkan kontrol maskular, koordinasi mata-tangan, dan diskriminasi visual. Aktivitas yang mendukung kontrol muskular antara lain: menggunting, mewarnai gambar, finger painting, dan tracing. Kegiatan koordinasi mata-tangan antara lain: membuat lingkaran dan menyalin bentuk geomteri. Sementara itu, pengembangan diskriminasi visual dapat dilakukan dengan kegiatan membedakan bentuk, ukuran, dan detailnya, sehingga anak menyadari bagaimana cara menulis suatu huruf.
2. Aktivitas lain yang mendukung
- Kegiatan yang memberikan kerja aktif dari pergerakan otot bahu, lengan atas serta bawah, dan jari.
- Menelusuri bentuk geometri dan barisan titik.
- Menyambungkan titik.
- Membuat garis horizontal dari kiri ke kanan.
- Membuat garis vertikal dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas.
- Membuat bentuk-bentuk lingkaran dan kurva.
- Membuat garis miring secara vertikal.
- Menyalin bentuk-bentuk sederhana.
- Membedakan bentuk huruf yang mirip bentuknya dan huruf yang hampir sama bunyinya.
3. Menulis huruf lepas/cetak
- Perlihatkan sebuah huruf yang akan ditulis.
- Ucapkan dengan jelas nama huruf dan arah garis untuk membuat huruf itu.
- Anak menelusuri huruf itu dengan jarinya sambil mengucapkan dengan jelas arah garis untuk membuat huruf itu.
- Anak menelusuri garis tersebut dengan pensilnya.
- Anak menyalin contoh huruf itu di kertas/bukunya.
Jika cara ini sudah dikuasai, mintalah anak menyambungkan titik yang dibentuk menjadi huruf tertentu, sampai akhirnya anak mampu membuat huruf dengan baik tanpa dibantu. Tahap selanjutnya adalah menulis kata dan kalimat.
4. Menulis huruf transisi
Huruf transisi adalah huruf yang digunakan untuk melatih siswa sebelum menguasai huruf sambung. Adapun langkah-langkah pengajarannya sebagai berikut.
- Kata atau huruf ditulis dalam bentuk lepas atau cetak.
- Huruf yang satu dan yang lain disambungkan dengan titik-titik dengan meggunakan warna yang berbeda.
- Anak menelusuri huruf dan sambungannya sehingga menjadi bentuk huruf sambung.
5. Menulis huruf sambung
Mengajarkan huruf sambung dapat menggunakan langkah-langkah huruf lepas dan transisi.
Kami sertakan tabel cara melatih anak disgrafia agar dapat menulis dengan baik dan benar.
| Faktor | Masalah | Penyebabnya | Remedial |
| Bentuk | Huruf terlalu miring | Posisi kertas yang miring | Betulkan posisi kertas sehingga tegak lurus dengan badan |
| Ukuran | Terlalu besar dan terlalu tebal |
|
|
| Spasi |
|
|
|
| Kualitas garis | Terlalu tebal atau menekan terlalu tipis | Masalah pada tekanan tulisan | Perbaiki cara memegang alat tulis, perbaiki gerakan tangan, serta beikan latihan menulis di atas kertas tipis dan kertas kasar |
| Kecepatan | Lambat dalam menulis (ketika menyalin atau saat dikte) | Tingkat kemampuan menulis tidak sebanding dengan kecepatannya | Latih menarik garis lurus dengan cepat serta latihan membuat bentuk melingkar dan melengkung di kertas berpetak |
Sumber: 12 Permainan untuk Meningkatkan Intelegensia Anak, Dyan R. Helmi dan Saiful Zama, S.Psi., Cetakan Pertama, Januari, 2009, Penerbit: Visimedia, Jakarta Selatan.
Tags: 12 permainan untuk meningkatkan intelegensia anak, anak, anak disgrafia, belajar, belajar cara menulis huruf sambung, bentuk tulisan disgrafia, bentuk-bentuk tulisan disgrafia, cara menangani anak disgrafia, cara mengajarkan menulis huruf sambung, cara mengatasi disgrafia, cara mengatasi kesulitan belajar pada anak, cara penanganan anak kesulitan menulis disgrafhia, disgrafia, disgrafia cara mengajarkan anak, finger painting, huruf, huruf cetak, huruf sambung, huruf transisi, intelegensia, intelegensia anak, jenis huruf titik titik untuk anak, kalimat, kata, kesulitan belajar, kesulitan belajar pada anak, langkah mengatasi disgrafia, mengajarkan menulis dengan spasi pada anak, mengatasi kesulitan belajar, mengatasi kesulitan belajar pada anak, mengatasi kesulitan menulis pada anak, menggambar, menggunting, menulis, metode yang digunakan untuk anak disgrafia, mewarnai, pas, penanggulangan kesulitan belajar, prasekolah, preschool, sekolah, tracing
