Mengatasi Kesulitan Belajar pada Anak (1): Pengantar

Kesulitan belajar adalah kelainan yang melibatkan satu atau lebih proses psikologis dasar dalam pengertian dan pemakaian bahasa lisan dan tulisan yang dapat bermanifestasi sebagai berkurangnya kemampuan utnuk mendengar, berpikir, bicara, membaca, menulis, mengeja, dan berhitung. Biasanya, anak yang mengalami kesulitan belajar tidak mamu mengikuti pelajaran di sekolah, meskipun kecerdasannya berada di tingkat normal atau sedikit di bawah normal.disleksia-disgrafia-diskalkusia

Kesulitan belajar meliputi empat jenis gangguan, yaitu yang berhubungan dengan kemampuan membaca (disleksia), menulis (disgrafia), berhitung (diskalkusia), serta gerakan dan keterampilan (disfraksia). Keempat jenis kesulitan belajar ini bukan disebabkan oleh gangguan primer pada penglihatan, pendengaran, cacat motorik, kecacatan mental, gangguan emosional, atau akibat lingkungan, tetapi biasanya disebabkan Jadi, lebih bersifat neurologis.

Gangguan kesulitan belajar mulai tampak ketika anak telah memasuki sekolah dasar (SD).

Satu pedoman yang paling tepat untuk dipahami orang tua, gangguan ini jangan disalahartikakn dengan kebodohan, intelegensi rendah, kemalasan, atau pun hal lain yang bersifat memojokkan si anak.

Sumber: 12 Permainan untuk Meningkatkan Intelegensia Anak, Dyan R. Helmi dan Saiful Zama, S.Psi., hlm 31–32, Cetakan Pertama, Januari, 2009. Penerbit: Visimedia, Jakarta Selatan.

Athirah (Ummu Asiyah), ibu rumah tangga dari dulu sampai sekarang.

One thought on “Mengatasi Kesulitan Belajar pada Anak (1): Pengantar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *