Mendoakan Anak

mendoakan-anak

Sebuah sub-judul di e-book berjudul “Jurus Jitu Mendidik Anak” mengingatkan kita kepada kisah maqbulnya doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma,

اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِى الدِّينِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيلَ

Ya Allah, pahamkanlah dia akan ilmu agama dan ajarilah dia ta’wilnya.”

(Sanadnya shahih; diriwayatkan oleh Ahmad dalam Al-Musnad dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak ‘ala Ash-Shahihain)

Doa yang ringkas namun terkabul di sisi Allah. Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma tumbuh menjadi seorang yang faqih dalam ilmu agama, ahli dalam ilmu tafsir Alquran, serta layak digelari “turjumanul qur’an“.

Doa orang tua bagi anaknya

Dalam e-book Jurus Jitu Mendidik Anak, kita kembali disadarkan:

Sebesar apapun usaha orangtua dalam merawat, mendidik, menyekolahkan dan mengarahkan
anaknya, andaikan Allah ta’ala tidak berkenan untuk menjadikannya anak salih, niscaya ia tidak akan pernah menjadi anak salih. Hal ini menunjukkan betapa besar kekuasaan Allah dan betapa kecilnya kekuatan kita. Ini jelas memotivasi kita untuk lebih membangun ketergantungan dan rasa tawakkal kita kepada Allah jalla wa’ala. Dengan cara, antara lain, memperbanyak menghiba, merintih, memohon bantuan dan pertolongan dari Allah dalam segala sesuatu, terutama dalam hal mendidik anak.

Secara khusus, doa orangtua untuk anaknya begitu spesial. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan hal itu dalam sabdanya,

ثَلَازُ دَعَىَاخٍ هُسِرَجَاتَاخْ لَا شَكَّ فِيهِيَّ دَعِىَجُ الْىَالِدِ وَدَعِىَجُ الْوُسَافِسِ وَدَعِىَجُ الْوَظْلُىمِ

“Tiga doa yang akan dikabulkan tanpa ada keraguan sedikitpun. mendoakan-anak, doa musafir dan doa orang yang dizalimi”. (H.r. Abu Dawud dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany)

Nasihat lain di e-book tersebut juga tak kalah penting untuk dicamkan:

Doa orang tua itu mustajab, baik doa tersebut bermuatan baik maupun buruk. Maka berhatihatilah wahai para orangtua. Terkadang ketika Anda marah, tanpa terasa terlepas kata-kata yang kurang baik terhadap anak Anda, lalu Allah mengabulkan ucapan tersebut, akibatnya Anda menyesal seumur hidup.

Dikisahkan ada seorang yang mengadu kepada Imam Ibn al-Mubarak mengeluhkan tentang
anaknya yang durhaka.

Beliau bertanya, “Apakah engkau pernah mendoakan tidak baik untuknya?”.

Ya” sahutnya.

Engkau sendiri yang merusak anakmu” pungkas sang Imam.

Berdoa dalam kondisi apa saja

Tak mesti ketika sujud dalam shalat. Tak mesti dalam keheningan malam.

Mendoakan anak bisa dilakukan dalam sela-sela aktivitas kita sehari-hari bersamanya.

Saat kita sedang masak di dapur dan anak sedang mondar-mandir pegang ini-itu, jangan ragu membelainya dengan lembut sembari berdoa kepada Allah, “Allahumma faqqihhu fid din wa ‘allimhut ta’wil“.

Saat anak menolong kita mengambil suatu barang, jangan lupa doakan dia, “Jazakallahu khayran.” Maknanya indah: semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Kebaikan yang datang dari sisi Allah tentu menjadi kabar gembira bagi hamba-Nya.

Saat anak mampu membaca huruf alif sampai ya’ dengan makhraj yang benar, sertakan pula doa penuh makna untuknya, “Barakallahu fik.” Maknanya dalam: semoga Allah memberkahimu. Dalam keberkahan terdapat kebaikan yang menetap dan terus bertambah.

Saat anak duduk diam di dekat kita sambil membuka mushaf Alquran, doakan kebaikan baginya, “Zadakillahu hirshan fil ‘amalish shalih.” Semoga Allah menambah semangatmu dalam beramal shalih.

Serta berbagai redaksi doa lainnya, seperti: “Ya Allah, cintailah keluarga kami,” “Ya Allah, kumpulkanlah kami di surga firdaus-Mu,” “Ya Allah, jagalah dia.”

Semoga Allah berkenan mengabulkan doa-doa kita untuk anak kita-kita. Allah adalah Sang Khaliq yang Maha Mengabulkan doa.

Bandar Universiti, 25 November 2011,
Athirah



Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>