momen toilet training

Manfaatkan Momen (Tips Melatih Toilet Training)

Sewaktu anak pertama saya (perempuan) baru berusia 1 tahun lebih, ada seorang teman yang memberi saran, “Kalau anak udah pintar buka celana, cepat-cepat deh (dilatih pipis di toilet).”

Saya praktikkan saran beliau. Ketika anak saya sudah mulai pandai membuka celana sendiri — dan ini adalah keahlian alami anak — maka saya menilai bahwa itu momen yang tepat untuk toilet training. Alhamdulillah, cukup 1 pekan, toilet training berjalan lancar. Dia sudah tidak ngompol lagi siang maupun malam. Kalau malam mau pipis pun, dia akan membangunkan saya.

Cara ini juga saya terapkan pada anak kedua saya (laki-laki). Ketika dia sudah mulai suka buka-buka celana, saya mulai mengajaknya pipis di toilet.

Awalnya, saya ajak rutin ke toilet tiap beberapa jam. Meski dia tidak minta pipis, tapi saya ajak saja ke toilet untuk pipis. Kadang pipis beneran, kadang tidak (ya iyalah, karena memang dia tidak mau pipis).

Tahap selanjutnya, sering saya beritahu, “Kalau Uwais mau pipis, bilang ya.” Dia jawab, “Iya.”

Tapi ya begitulah, dia malah bilang kalau pipisnya sudah keluar, “Ummi, pipis.” :D

Lumayan juga dalam sehari mesti membersihkan pipis di lantai berkali-kali.

Alhamdulillah, 2 pekan toilet training selesai. Meski bila keluar rumah Uwais masih memakai popok, tapi itu semata untuk antisipasi, siapa tahu tiba-tiba dia tak bisa menahan pipis. Sampai rumah pun, biasanya popoknya masih “kosong”.

Manfaatkan momen

Bila momennya sudah tiba, biasanya anak akan lebih cepat belajar sesuatu. Misalnya, toilet training, membaca, bersepeda, dan lain-lain.

Orang tua perlu tahu bila momennya tiba. Contohnya, untuk toilet training, berdasarkan saran teman dan pengalaman pribadi saya, momennya adalah ketika anak sudah mulai suka buka-buka celana sendiri.

Contoh lain, ketika anak sudah mulai bisa bicara, itu momen yang bagus untuk melatih anak mengucapkan lafal-lafal Al-Quran, sebagai tahap awal untuk membimbingnya menghafal Al-Quran. Meski memang sejak bayi dia sudah dibiasakan mendengar lantunan ayat-ayat Al-Quran, namun yang dimaksudkan di sini adalah memulai tahap selanjutnya, yaitu mengucapkan lafal yang selama ini dia dengar.

Nah, mungkin Anda bisa mengaplikasikan jurus “manfaatkan momen” ini dalam banyak aktivitas belajar dan bermain bersama si kecil.

Semoga bermanfaat : )

***

Athirah Mustadjab

Artikel UmmiUmmi.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Resep Topping Spaghetti/Pizza Super Sederhana

Sebenarnya ini resep super sederhana. Tapi berdasar pengalaman dulu waktu baru nikah, yang super sederhana bisa jadi benar-benar gak ada di bayangan atau di pikiran :D. Semoga bisa membantu yang...

Pegal-Pegal Perjuangan

PEGAL-PEGAL PERJUANGAN * Namanya "ibu". Cita-citanya membumbung. Modalnya raga. Modalnya cinta. Namanya "ibu". Pegal-pegal itu biasa. Hari ini berpayah. Semoga esok tak lagi lelah. Semua ibu pasti (pernah) merasa lelah....

Belajar Bulan Hijriah dari Video Kartun Anak-Anak (Teks Senandung)

Dulu saya hafal urutan senandung bulan Hijriah dari video senandung bulan Hijriah yang saya mainkan untuk anak-anak. Kekurangan dari senandung tersebut adalah berbahasa Inggris dan ada bagian yang diulang-ulang dan...

Tips Merebus Telur; Matang dalam 5 Menit!

Alhamdulillah saya sudah mencoba tips ini berkali-kali sejak tahun 2017. Apalagi di waktu sahur. Jadi terasa lebih mudah karena cukup 5 menit, kompor bisa dipakai yang lain. Sebelum berpanjang-panjang, kita...