Kisahku Melahirkan Normal di Rumah setelah Dua Kali Sesar #2

Versi Suami:

Waktu itu hari minggu, saya pergi ke pasar yang jauhnya sekitar 10 km karena persediaan makanan kami sudah habis. Sebetulnya saya khawatir meninggalkan istri saya di rumah tapi karena menurut USG terakhir bayi kami belum masuk panggul maka saya pikir mungkin masih beberapa hari lagi melahirkannya. Dalam perjalanan ke pasar naik motor, saya mendengarkan rekaman Mufti Ismail Menk tentang hikmah dari kisah kelahiran Nabi Isa ‘alayhissalam. Walaupun saya sudah pernah mendengarkannya tapi saat itu rasanya ingin mendengarkannya lagi. Saya sangat tersentuh mendengarkan kisah kelahiran beliau, bagaimana Allah menolong Maryam, ibunya, ketika melahirkannya tanpa bantuan manusia. Tergerak hati saya untuk berhenti sejenak dan berdoa:

Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu… Istriku sedang berjuang. Kami telah berusaha semampu kami, dan kami bersabar. Tidak ada yang dapat membantu kami melainkan Engkau. Tidak ada dokter, bidan, perawat, doula, siapapun kecuali Engkau. Seperti Engkau telah memudahkan Maryam ketika bersalin, maka mudahkanlah ya Allah, bagi istriku juga..”

Saya pulang dari pasar sekitar jam 10, lalu tertidur sebentar karena kelelahan.

waterbirth-naturalbirth-birthpool
Ini adalah kolam yang kami gunakan

11.30
Istri saya meminta saya meminta saya untuk mengisi kolam dengan air hangat ketika dia mengatakan sakitnya sudah tidak tertahankan lagi. Dia berkata bahwa setidaknya air bisa menahan badannya karena dia sudah tidak bisa berpijak dengan kakinya lagi untuk berdiri. Saya peluk istri saya dan saya tahan badannya ketika sakitnya datang, dan saya pergi mengisi kolam ketika sakitnya hilang sebentar. Situasi saat itu memang kelihatannya heboh, karena saya harus lari ke dapur untuk memanaskan air, lari ke istri saya, dan juga lari ke anak-anak melayani mereka.

Setelah beberapa saat saya mulai menyadari bahwa sakit yang dirasakan istri saya itu adalah kontraksi, frekwensinya semakin dekat dan durasinya semakin lama. “Kayaknya udah late first stage deh, Ti,” kata saya.

Tapi dia mengatakan bahwa itu bukan kontraksi, dia berkata bahwa rasanya beda dengan waktu kayak keguguran, lebih seperti tekanan. Tapi saya tahu istri saya sedang tidak bisa diajak berfikir logis, lalu saya browsing dengan kata kunci bagaimana rasanya kontraksi dan ternyata setiap ibu memang merasakan kontraksi berbeda-beda, pada stage of birth yang berbeda, bahkan pada kehamilan yang berbeda. Saya pun yakin yang istri saya rasakan itu adalah benar kontraksi.

12.30
Istri saya akhirnya masuk ke dalam kolam ketika airnya belum cukup hangat. Dia meminta saya untuk tidak mondar-mandir dan membiarkan anak-anak nonton atau main edugame. Dia mengatakan bahwa melihat saya mondar-mandir membuatnya pusing.

Setelah airnya cukup hangat menurut istri saya, dia meminta saya untuk menemaninya. Dia setengah duduk di kolam, kakinya terbuka lebar selebar kolamnya. Tangannya juga terbuka lebar beristirahat di atas pinggir kolam. Saya duduk di luar kolam memegang tangannya. Setiap kali kontraksi datang dia meremas tangan saya.

Saya taruh bantal di belakang leherenya supaya dia bisa relax dan mengistirahatkan kepalanya. Saya suapkan kurma Ajwa, madu Yaman dan air Zam-zam di antara kontraksi. Saya mengingatkannya untuk berserah diri, pasrah dan minta tolong kepada Allah. Saya dengar dia berdzikir, La ilaha illa llah, la haula wala quwwata illa billah..

13.00
Garis-garis darah mulai keluar setiap kali istri saya mengalami kontraksi. Untungnya saya sudah diingatkan Zafar tentang hal ini jadi saya tidak panik, Alhamdulillah.
Emosi istri saya mulai berubah, ritme nafasnya semakin pendek. Satu kontraksi sewaktu saya mengajaknya untuk bernafas dalam-dalam (deep breathing), dia malah marah, “Abang kalau bernafas jangan ke Muti dong!” Saya katakan, “Oh, iya, maaf ya…” Saya tidak sadar kalau saya bernafas ke mukanya. “Tapi deep breathing ya…” kata saya, tapi dia marah lagi, “Deep breathing tapi pendek-pendek kan ga papa, Abang kan tahu!” Lalu saya katakan, “Oh iya… Nih, makan kurmanya ya..” Saya mencoba menenangkannya, tapi dia marah lagi, “Nggak, Muti nggak mau, udah jangan ngomong terus.” Wow, tiba-tiba istri saya jadi sensitif sekali. Tapi saya pikir itu bagus, artinya dia masih sadar, tekanan darahnya oke.

13.15
Frekwensi kontraksi semakin pendek dan kelihatannya lebih kuat dari sebelumnya. Istri saya berkeringat, bahkan menggigil.

Istri saya tahu deep breathing ketika akan melahirkan akan memaksimalkan jumlah oksigen yang tersedia untuk bayi agar tidak distress, tapi dia tampak kesulitan untuk melakukannya. Dia pun mulai bersuara (vocalize) karena dia tidak bisa mengendalikan nafasnya. Sesekali dia tahan suaranya karena khawatir terdengar tetangga, tapi saya katakan padanya, “Ga papa, keluarin aja suaranya. Ga papa kedengeran tetangga juga.”

Kontraksi pada tahap ini memang yang paling kuat. Teman baik saya pernah berkata, “Akhi, wahnan ‘ala wahnin (kepayahan yang bertambah-tambah) itu benar, kita nggak tahu karena kita laki-laki.” Benar sekali, saya teringat sebuah ayat di Al Quran ketika Maryam akan melahirkan, beliau berkata “Seandainya aku mati sebelum ini dan menjadi benda yang terlupakan.” Saya pikir wanita yang paling shalih saja akan berkata seperti itu, apalagi istri saya?!

13.30
Istri saya berkata, “Bang, Muti kayaknya rase nak push.” Lalu saya bilang, “oke, deep breathing, you’re doing great, don’t push, just breathe the baby out.”

Lalu ada kontraksi yang lebih kuat dari sebelumnya dan saya lihat ada sesuatu berwarna hitam seperti akan keluar. Saya pikir dan berharap itu rambut bayi kami, saya tidak bisa melihatnya karena istri saya terus memegang tangan saya. Saya ingat Zafar pernah mengatakan bahwa dia melihat rambut bayinya lebih dulu ketika istrinya melahirkan. Saya pun berdoa “Ya Rabbi, semoga itu kepalanya.”
Di antara kontraksi istri saya kelihatan relax dan tersenyum. Senyuman seperti ketika kita melihat matahari setelah badai di tengah lautan. Dia baru saja sadar bahwa ia akan segera melahirkan.

13.55
Kontraksi demi kontraksi berlalu dan pada satu kontraksi yang panjang tiba-tiba… Blusss, saya melihat bayinya berputar dan keluar ke kolam. Masya Allah, pemandangannya! Saya terdiam beberapa saat. “Ti, bayinya keluar”, kata saya. Istri saya membuka matanya dan melihat bayi kami, “Alhamdulillah”, katanya. Kami tertawa tapi juga terharu bahagia. Istri saya hebat, Masya Allah.

Istri saya lalu memanggil anak-anak untuk melihat bayinya. Anak kami yang pertama senang sekali melihat adik barunya, anak kami yang kedua kebetulan lagi tidur.

Istri saya lalu melepaskan tangan saya untuk menangkap bayinya. Bayinya masih di bawah air dan saya lihat kakinya masih di dalam. Istri saya berkata, “Tunggu aja, jangan ditarik.” Maka kami membiarkannya di dalam air. Namun kemudian istri saya berpikir mengejan sedikit spertinya tidak apa-apa, istri saya pun mengejan dan saya pun menangkap bayinya. Pengalaman yang luar biasa, tulang bayi yang baru lahir itu ternyata masih lembut dan fleksibel.

“Masya Allah, cakep banget ya bang.” Kata istri saya. Bayinya memang terlihat bersih, putih, pucat, dan matanya masih tertutup. Lalu saya memberikan bayinya kepada istri saya. “Assalamu’alaykum.” Katanya menyambut bayi. “Eh, Bang, meconium, bayinya udah pup” kata istri saya lagi. Kami melihat sesuatu berwarna hijau terang di badan bayi kami. Lalu saya membalikkan bayinya dan pupnya jatuh sendiri. Lalu saya melihat kelamin bayi kami dan berkata pada istri saya, “Alhamdulillah, perempuan.” Selama kehamilan memang kami tidak pernah ingin tahu jenis kelamin bayi kami, karena kami ingin lebih bersyukur atas jenis kelamin apapun yang diberikan Allah.

Istri saya lalu meletakkan bayinya di perutnya. Saya pun menelepon Hanz untuk menanyakan bagaimana membersihkan mulut bayi dari mucus, meconium, dll. Kami tidak ingin bayinya menghirup semua itu ketika ia mulai bernafas. Hanz terkejut ketika saya katakan bayinya sudah lahir dan meminta saya untuk mengusap punggung bayinya. Lalu istri saya menahan bayinya dalam keadaan terbalik dengan tangan kiri dan tangan yang satu lagi mengusap punggung bayi, mucus pun jatuh keluar dari mulut dan hidung bayi. Saat itu bayinya masih belum bergerak. Saya pun bertanya kepada istri saya, “Hidup nggak sih, Ti?” Tiba-tiba bayinya batuk dan menangis. Alhamdulillah, saya pun merasa lega mendengar suaranya. Batuk itu membuat mucus jatuh keluar lebih banyak. Saya masukkan jari kelingking saya untuk memastikan semua mucus sudah keluar, lalu istri saya melap mulut bayi dengan kain bersih dan segera menyusui bayi kami. Saya berikan handuk kecil kepada istri saya untuk menyelimuti bayinya.

14.07
Istri saya lalu merasakan kontraksi lagi dan plasenta keluar sebagian. Lalu kami menunggu kontraksi berikutnya. Tapi istri saya mengatakan bahwa ia ingin berdiri karena khawatir bayinya kedinginan. Air dalam kolam juga sudah berubah menjadi merah gelap karena darah, agak susah melihat plasentanya. Sebelum berdiri saya minumkan istri saya racikan madu Yaman, Yunnan baiyao dan spirulina. Saya tahu racikan ini dari sebuah artikel tentang after birth. Lalu saya bantu istri saya berdiri dan melangkah keluar kolam.

Tak disangka plasentanya keluar semua dan jatuh, namun tidak sampai jatuh ke lantai. Plasenta tersebut bergantung dengan tali pusar yang masih terhubungkan dengan bayi. Bayinya menangis dan istri saya berkata, “Baskomnya, Bang!” Saya sedikit terkejut dan segera lari ke dapur untuk mencari baskom padahal sebetulnya sudah saya siapkan dekat kolam. “Astaghfirullah, baskomnya kan ada di situ dari tadi.” Kata saya dalam hati, akhirnya saya kembali dan segera menempatkan plasenta tersebut ke dalam baskom.

Lalu saya mengarahkan istri saya (dia menggendong bayinya) sambil memegang baskom ke kamar, saya sudah menyiapkan underpad di atas kasur. Ketika sampai di kamar istri pingsan dan jatuh. Saya mencoba menahannya tapi karena lantai juga basah saya pun terpeleset dan jatuh, begitu juga plasentanya. Darah pun berlumuran di lantai seperti TKP (tempat kejadian perkara). Bayinya menangis dan istri saya lalu tersadar dan memeriksa bayinya. Untungnya saya jatuh lebih dulu dan jadi bantalan untuk istri saya dan bayinya masih dalam pelukannya. Alhamdulillah tidak ada yang kena apa-apa, kami semua baik-baik saja.

Saya menawarkan istri saya untuk bangun dan berbaring di tempat tidur tapi dia menolak. Dia merasa pusing dan memilih duduk di lantai sambil menyusui bayinya. Saya lalu segera menempatkan plasenta yang jatuh ke dalam baskom. Lalu saya menyuapkan madu Yaman kepada istri saya untuk memulihkan energinya. Saya harus akui madu Yaman ini sebanding dengan harganya. Walau harganya mahal, tapi setiap kali istri saya hampir pingsan (dia hampir pingsan lebih dari lima kali) saya suapkan sesendok kecil maka langsung dia tersadar lagi, Masya Allah.

Sambil istri saya menyusui bayi, saya mulai mengosongkan kolam dan mengepel lantai. Butuh waktu empat jam untuk membersihkan semuanya sendirian. Sekitar dua jam setelah lahir saya memotong tali pusarnya. Awalnya kami ingin menunggu 24 jam sampai kering sendiri, tapi kelihatannya tali pusarnya tidak berdenyut untuk mentransfer yang masih tersisa pada plasenta. Mungkin karena plasentanya sudah  robek karena jatuh tadi.

Setelah itu istri saya membersihkan diri, sementara bayinya kelihatannya bersih saja. Kami pun membiarkan bayinya masih dengan vernix-nya yang melindungi kulit bayi dari bakteri dan melembutkannya. Lagipula bayi ketika baru lahir ternyata sudah cukup wangi. Kami pun tidak memandikannya.

Saya pun mulai mengabarkan kepada orang tua kami di Indonesia, tentu saja kami tidak mengatakan bahwa istri saya melahirkan di rumah, kami mengatakannya setelah mereka datang beberapa hari kemudian. Kakak saya datang jam enam sore untuk membantu kami (dia juga tinggal di KL), kemudian datang abang ipar saya (abang istri) sekitar jam sembilan malam. Kebetulan dia ada urusan di KL hari itu. Untungnya semua sudah beres sebelum dia datang. alhamdulillah.

Jam 10.30 kami pergi ke klinik untuk check up. Alhamdulillah ibu dan bayi baik-baik saja. Bayi kami beratnya 2,85 kg dengan panjang 50 cm. Istri saya mengalami robekan alami. Kata perawat robekan 1st degree, hanya di kulit. Istri saya pun menolak untuk dijahit, insya allah sembuh sendiri nanti katanya.

Alhamdulillah kami merasa lega sekali karena semuanya berjalan baik dengan izin Allah. Hanya karena pertolonganNya lah kami bisa melalui ini semua.

Tamat

Mutiara & Alfi

(Abu & Ummu Sumayyah, Ruqoyyah, Juwayriyyah)
Catatan redaksi:
Untuk tidak menimbulkan kesalahpahaman dan praktek tanpa ilmu. Maka Ummu Sumayyah melaksanakan ini dengan belajar terlebih dahulu dan dengan persiapan yang matang insya Allah. Maka kami ingatkan para pembaca untuk tidak mencoba-coba praktek ini jika tidak memiliki ilmu dan pengetahuan tentang ini.  Apalagi mencoba langsung tanpa didampingi nakes. Barokallahu fiikunna.

113 thoughts on “Kisahku Melahirkan Normal di Rumah setelah Dua Kali Sesar #2

  1. Ma syaa Allaah, terharu ^_^ membaca sambil membayangkan situasi nya,,menegang kan hehe,,selamat ya umm..baarokallaahufikum…

  2. mbaa…tulisin teknisnya dong…
    misalnya perlengkapan yang diperlukan…persiapan ortu, pengetahuan yang perlu diketahui..
    terus perlengkapan yang harus steril dll :D
    gak mungkin ya otodidak? seharusnya mungkin ya mba kalo memang melahirkan itu adalah sesuatu yang alami huhu…

  3. Hehe… Iya sis, tetap mesti belajar dengan yang ahli.

    Tapi yang pasti homebirth is not for everybody. Syarat dan ketentuan berlaku. Hehe… Ibunya mesti low risk, dan sebaiknya perlu nanya sama dokter kira-kira kalau melahirkan di rumah bagaimana. Dan lebih oke lagi didampingi nakes.

    Waktu ana terakhir ke dokter itu ana tanya bener2, jadi semua baik-baik aja ya dok? No problem ya? Baby ok? Heart ok? Water ok? Mother ok? Plasenta ok? Cord ok? Ok sip! Hehe…

  4. Iya, kalau bicara “mungkin” ya mungkin saja. Tapi homebirth is not for everybody lho. Syarat dan ketentuan berlaku. Ibunya mesti at low risk, ada nakes lebih baik.

    Di kelas amani kita juga membicarakan apabila ibu meninggal dunia bagaimana, siapkah?

    Tapi jangan salah lho amani birth nggak promote homebirth. Cuma memang denga belajar, berilmu kita jadi lebih pede karena kita jadi tau bagaimana tubuh kita bekerja. Yah, berilmu sebelum beramal.

    1. iya ya mba muti…memang mesti di bold…
      homebirth is not for everybody…

      gimanapun tetep mesti punya bekal yang cukup..
      kaya nanti jangan2 main pingin homebirth…padahal ilmu kehamilan lainnya misal tentang pre eklamsia dll gak ada bisa fatal akibatnya.

      jazakillahu khayron mba muti..

  5. Selamat ya um…kisahnya mirip dg persalinan trakhir sy kmrn..cm bedanya sy nemuin bidan d dekat rmh yg bs bantu bersalin dg gentle dan bertempat di kliniknya krn d rumah ga dpt acc dr mertua.alhamdulillah brjalan lancar wb,lb jg vbac..barakallahu fiik.

  6. Mbak mutia masih ingat ana gak ? Ketemu waktu acara SHS di rumah yeyen. BarakAllohu fiikum. . . Maasya Alloh mumtaz ibu yg hebat sejak kapan di KL ? Lahiran tgl berapa itu ? Jadi kangen pengen peluk mbak muti. Kl ana pernah water birth tp di rumah sakit jadi tidak sseru cerita mbak muti :)

    1. Ga ingat mbak afwan soalnya terakhir ke indonesia juni kmrn ^^ Ana dah 3 tahun di kl. Salam kenal ya ^^ wafikum barakallah.

  7. telat bacanya. Mengharukan, memperkuat hubungan suami istri jg ya mbak. Dan ternyata hampir semua ngalamin sensi di detik2 akan melahirkan :p

    1. Banget rifa… Itu birth storynya kita bikin sendiri2. Setelah itu kita tukeran… Masya allah deh bacanya klo dr sisi suami. Bikin tambah love love love… Aslinya itu lebih panjang lagi tapi trus kita ambil point2nya.

      Dan soal sensi itu memang alami, seperti kata suami, bahkan maryam pun mengalami hal yang sama…

      Tapi sedihnya ada aja ya yang komentar surat maryam tidak bisa dijadikan dalil. Lho, dalam hati ana, siapa yang bilang ayat itu merupakan sebuah dalil of something gitu lho… Justru ini merupakan petunjuk bahwa sebelum dilakukan penelitian tentang tahapan2 dalam persalinan Allah sudah menjelaskannya dalam Alquran, dalam kisah Maryam itu. Gitu lho maksudnya.. Haha, jadi dibahas di sini.

      Yah begitulah, demikian sekilas info.

  8. Wah… Saya agak ketar-ketir baca ini. Krn khawatir byk yg salah nangkap.

    Alhamdulillah sudah dijelaskan & ditekankan dlm coment.

    HOMEBIRTH is NOT FOR EVERY BODY.
    Syarat & Ketentuan Berlaku

    Melahirkan Memang proses Alami. TAPI ILMU YG MENCUKUPI MuTLak harus ADA

    plus lg… WATERBIRTH is NOT FOR EVERYBODY TOO.
    Syarat & ketentuan berlaku.

    Pun dg VBAC..

    Sayangnya di Indo…pengenalan homebirth, vbac, waterbirth dll… Byk sekali yg tanpa disertai dg edukasi ttg Syarat & ketentuan yg berlaku.

    Shg saya ketemui… Byk ibu2 bertekad dg semangat menggebu2 tp tanpa dibarengi ilmu yg mencukupi…akhirnya Memaksakan diri pdhl HighRisk.. Shg tjd komplikasi ketika/pasca melahirkan yg justru akibatnya lbh fatal

    1. Mbak fathimah , Iya, saya juga prihatin. Ada yang berlebih2an menganggap surat maryam itu sebagai dalil bahwa melahirkan itu harusnya bisa normal so mereka pun berusaha supaya bisa normal, memaksakan diri dengan hanya bermodal YAKIN. Menamakan pilihannya sebagai JIHAD sehingga akan TAWAKAL bagaimanapun hasil akhirnya.

      Padahal keyakinan yang benar adalah yang diikuti dengan tindakan yang benar. Tawakal yang benar yg diikuti dengan usaha yang benar. Yaitu yang berdasarkan ilmu. Allahua’lam.

      Ini bukan berarti ana dah berilmu lho ya.. Karena setelah ana mengalami semuanya, nggak selayaknya ana bilang ini karena ilmu yang telah ana dapat, melainkan karena pertolongan Allah semata. Namun bekal tetap harus ada, perlu dan penting. Allahua’lam.

  9. Barokallohu fikum, mba muti :)

    Setidaknya ini jadi satu kisah “alternatif” bagi sy yg awam ttg homebirth. Siapa tahu besok2 mesti ngelahirin darurat di rmh, lumayan krn dah dpt cerita dari mb muti. Apalagi sy masih newbie di dunia persalinan.

    Eh, satu lagi… Kapan2 nulis lagi untuk ummiummi ya, mba :D

  10. subhanallah… saya jg sc 2 kali mbak muti. Kepengen sekali bsa vbac, tapi ya vbac not for every body.
    Mungkin tidak dgn saya yg punya mioma shg dedek ga bsa mapan posisinya. Alhamdulillah ‘alaa kulli haal…

  11. Alhamdulillah ala kulli hal. Kalau bicara “mungkin” berarti ada kemungkinan lain mbak wiwin ^^ allahua’lam.

  12. Subhanallah.. Barakallahufiikum untuk Mba Muti dan suaminya..

    Saya selalu takjub dengan teman2 yang bisa homebirth.
    Seminggu yang lalu baru menjenguk teman yang juga melahirkan homebirth tanpa sengaja (karena kontraksi begitu cepat hanya sejam dan bidan terdekat menolak membantu persalinan).

    Pada saat seperti itu terasa sekali pertolongan Allah ya mba.

    Amat Bersyukur semua sehat selamat ibu dan bayi ya..

    Terharu sekali bisa membaca artikel ini, terasa kerjasama dan perjuangan suami istri.
    Semoga Allah senantiasa memberkahi mba dan keluarga ^_^

  13. Syukran sharing pengalamannya, sangat inspiratif.

    Btw, dimana beli madu Yaman nya sist? dan berapa harganya? trims

  14. Subhaanallaah..lega dan puas rasanya setelah semua di lalui….tidak gampang, kesiapan, mental, jiwa yg tenang, fisik yg kuat, masya allah semua campur2 rasanya…

    1. Masya allah. Betapapun siapnya kita, rasanya semua yang terjadi tetaplah di luar pengetahuan kami. Allah Maha Berkehendak. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik.

  15. Bacanya ikut tegang… deg degan… tapi… legaaaa bangeet… emang bener, kalo mau jadi Orang Tua itu harus banyak ilmunya… Barakallahufiykunna…

  16. MasyaAllah. Baarokallahufiik umm. Semangat ibu2 yg akan melahirkan, insyaAllah bisa normal. Istrinya pak prima kelahiran kedua bisa normal walaupun sungsang umm. Alhamdulillah ana juga dimudahkan Allah melahirkan ke4 anak ana dlm keadaan normal dan tanpa dijahit. Tapi bedanya ana dirumahsakit…..untuk kelahiran menurut dokter kandungan ana memang bisa dr umur 34 minggu-36minggu, jadi bapak2 yg istrinya sdh memasuki usia kehamilan segitu, harus siap jd suami siaga ya…..btw hpl memang suka salah umm…..ana pun tdk ada yg lhr sesuai hpl…krn namanya perhitungan manusia, tetap sj yg menentukan segalanya adalah Allah….yang penting bagi manusia adalah berusaha dan tawakal…

    1. Betul, betul. HPL itu bukan Hari Pasti Lahir, tapi Hari Perkiraan Lahir. Inga inga ^^

  17. Subhanalloh……bener2 terharu daaaannnnn semakin memperkuat keinginan utk VBA2C. saya sekarang hamil anak ke 3 setelah 2x sesar, dan pgn pgn pgn bgt lahir normal, sudah dapet dokter yg katanya pro VBAC tp belom sempet aja utk konsultasi. usia kehamilan sudah 34-35minggu, rencana persalinan sesar akhir bulan. sekarang lagi galau berat antara hopeless menyerah ato tetep berusaha, takutnya klo udah ketemu dokter yg katanya pro VBAC tapi setelah konsul takutnya tdk pro VBA2C krn melihat riwayat sebelumnya, panggul saya kecil. suami mendukung sih cuma dia ga terlalu ngoyo utk bisa lahiran normal yg penting ibu dan bayi selamat takut robrknya dinding rahim yg katanya kemungkinannya kecil tp tetep ada. apakah panggul kecil bisa lahir normal ga ya? minggu kemarin sih bb bayi masih 2,1 kg tp kepala sudah dibawah cuma belom masuk panggul, tp klo saya olahraga lebih rajin mungkin juga bisa masuk panggul iya ga? jadi stress sendiri nih, menurut mba muti saya harus bagaimana? terima kasih

    1. Mba ashrie, afwan baru liat komennya… Gmn kabarnya sekarang? Tidak tepat kalau panggul kecil menjadi sebab pengambilan keputusan sesar. Kalau memang panggul kecil penyebab terhambatnya kelahiran normal, tentu generasi kita sudah punah sejak jaman dahulu sebelum ada teknologi sesar. Allahua’lam. Kenyataannya panggul akan melebar ketika bayi akan keluar, dan kepala bayi pun masih lunak sehingga akan “lentur”. Insya allah mba bisa vba2c. Teman ana di malaysia yang vba4c bayinya 4.2 kg lho, semangaaat ^^ Dan tepat kemarin, ana baru saja assist temen ana vba2c jarak jauh via watsap dan bayinya 4 kg. masya allah ya..l so, insya allah mba juga bisa. Lanjut via pm ya.

  18. subhanallah….terkesima dan terharu baca artikel ini walau g sengaja nemu… mbak dan suami bner2 hebat dalam mengatasi semuanya. salut… saya lagi menunggu hari mbak buat lahiran anak kedua. doain lancar y mbak.. aamiin

  19. Mba mustika primarini, apa kabar? Apa sudah melahirkan? Mba ashrien? Semoga semuanya baik2 aja ya… Barakallahu fikum.

    Ibu2 yg mau sharing2 boleh email saya di umisumayyah et gmail dot com yaaa ^^d

  20. Subhanallah….klo sy kebalikannya mbak,disaat kelahiran anak yg ke2 usia kehamilan baru masuk 32minggu,,karena jatuh di kmr mandi,tp tidak merasa sakit,stlh 3 hr sy dan suami inisiatif untuk periksa kandungan pasca jatuh,dan ternyata dr bilang air ketban sdh bnyk keluar,,mmng sy merasa ada rembesan di cd stlh jatuh,dan dr bilang ketuban tinggal 40%,dan sdh pembukaan 3,,jd dr sarankan untuk sesar,,tp karna feeling bs normal sy tetep ga mau sesar,,akhirnya siang itu hr minggu 11 mulai diinduksi,tp smpe jam 22mlm ttp aja ga ada kontraksi dan pembukaan ttp 3,,akhirnya dr mmutuskan untuk sesar,dan suami setuju dan mttd untuk sesar krn di takut”idr,,namun krn feeling sy tetep normal,akhirnya mulai mlm itu sy disuruh puasa,tp emang udah ga kpingin mkn /minum sy jd puasa jg,tpt jam 1 dr dtng dan memtuskan untuk melakukan sesar jam 3 pg,akhirnya tpt jam 3 pg persiapan untuk sesar,,mf kteter sdh dipsg dr jam 22,,pas persiapan sdh siap alat operasi sdh di kiri sy,dr bedah,dr kandungan, dr anak,bidan dan perawat sdh di skeliling,,tiba”pintu kmr operasi di ketok dr luar,,ada pasien gwt yg hrs ditangini untuk operasi sesar duluan yg br dtg,dr nya bilang sy hrs tunggu skitar 20mnit,krn sesar skrg mdh ga pake dijahit, akhirnya keajaiban dtg yg sjk siang tidak ada kontraksi tiba”sy merasa muless yg tdak ketahan sy bilang k perawat yg tersisa klo sy udah mau lahiran,tp perawat ga percaya dibilang sy cm mau bab,,dan disurruh bab ditmpt,,akhirnya krn merasa ada sprt cairan yg keluar suami beranikan diri untuk melihat dan ternyata darah,maka inisiaatif sendiri sy pasang aba”untuk melahirkan normal dan ternyata pas suami tengok kepala bayi sdh keluar dan sy llngsng mengejan dan langsung keluar setalah 3x mengejan,karna dr mlm puasa hampir ga ada tenaga,tiba”dorongan untuk lahir normal yg meyakinkan sy.akhirnya sy lahir normal cm ditlg perawat tnp dr.jam 03.30 semua dr dtg k ruangan sy dan takjub melihat sy yg akhirnya bs lahir normal .tptnya hr senin tgl 10 nov 2008 jam 03.15,,,,alhamdulillah

  21. Saya nangisss sejadi jadinya baca post ini.. Ntah karena rasa bersalah atau rasa terharu..

    Saat ini saya hamil ke 4. 6 bulan lalu saya secar ke 3x nya karena jrk kelahiran yg dekat. Saya sangat ktakutan.. Kata dokter rahim saya bisa sobek bahkan bisa di lakukan pengangkatan..
    Saya cuma bisa nangisss kenapa kb saya gagal.. Kalau sampai ada apa2 pada saya gimana nasib ketiga anak saya.. Saya takutt sekali. Tadinya sudah mantab untuk mengakhiri kehamilan ini.. Tapi saya juga takut dosa.. Saya irt yg mengurus smua sendiri. Tanpa prt, saya takut tidak sanggup..

    Namun stelah baca blog ukhti.. Saya sadar dan ingat kalau Allah tidak pernah meninggalkan kita sendirian..dan inshaallah saya akan melanjutkan khamilan ini. Bismillah..

    Makasi sdh berbagi

    1. @mba nadine semangat ya mbaa…. semoga ALlah memberi kemudahan.
      kalau di saudi…banyak ibu-ibu yang caesar lebih dari 3x mba. Dokternya tidak ada yang memarahi…bahkan mensupport.
      Salah satu istri ustadz yang kami kenal yang bernama ust. firanda (websitenya http://www.firanda.com) bahkan kini sedang hamil yang ke-5. Dan beliau sudah caesar 4x.

      oya mba…kita senasib ni..saya juga irt yang ngurus semua sendiri
      in sya Allah gak lama lagi akan ada tulisan berkaitan untuk “bekal” seorang irt yang kerjaannya gak abis=abis hehe

      1. Siska ^^ kemaren ada kenalan yang meninggal pasca sc pertama (innalillahi wa inna ilayhi raji’un). Bukan nakut2in ya… Tapi ga pingin aja ada opini bahwa sc yang berulang itu lebih selamat dibandingkan kalau normal. Kenyataannya resiko sc yang berulang itu lebih tinggi dibandingkan vbac/vbamc. Resiko vbac/vbamc bukannya ga ada, seperti saya yang “selamet2” aja (bi idznillah)… Semua ada resikonya. Tapi kalau saya mikirnya sederhana aja, kalau Kita sc anak pertama lalu ingin vbac trus gagal, “paling2” SC lagi. Tapi kalau sc lagi dan gagal apa altenatif lainnya? Tentu saja kalau bicara soal kematian, mati dan hidup sudah tertulis bagi setiap manusia, dan banyak juga yang “selamat” dari sc yang berulang. Tapi benarkah sc itu perlu? Kenapa ada satu ibu yang panggulnya kecil terpaksa sc, tapi ibu yang lain bisa normal, bahkan ibu yang satu lg setelah sc bisa normal anak berikutnya padahal anak pertamanya sc karena kata dokter panggulnya kecil, kenapa sekarang bs dan dulu engga? Kenapa ada ibu yang bayinya sungsang dari 36w harus sc di usia 38w, tapi ibu yang lain tetap bisa normal? Padahal bukan cuma yang pan*atnya duluan, tapi ada juga yang kakinya duluan. Kenapa ada ibu yg sudah lewat HPL harus sc saat itu juga pas cek up, tapi ada ibu lain yang normal di usia 44w? Kenapa ada ibu yg sudah bukaan 10 tetap harus sc juga? Kenapa ada yang diinduksi berkali2 sampai akhirnya harus sc, tapi ibu lain ga pake apa2 bisa normal di rumah tanpa nakes? Kenapa harus ada nakes yang support dan tidak support dengan melahirkan normal setelah sc?

        Kenyataannya sc itu membawa luka, ga hanya di tubuh kita, tapi juga di hati kita… Sebagai yang pernah sc, walau “baru” dua kali, saya tau perasaan nadine. Semoga Allah mudahkan semuanya bagi nadine.

        1. **Kenapa harus ada nakes yang tidak support dengan vbac? Bukankah mereka seharusnya support dengan yang beresiko rendah? Tapi seolah2 yg ada di masyarakat sc yang berulang itu lebih baik dibandingkan vbac. Seandainya mereka mau memperhatikan betapa banyak ibu2 yg sc ingin vbac tapi harus kecewa karena prosedur yang mereka sampaikan adalah “sekali sc ya sc lagi”. Ada sesuatu tentang sc yang sebagian ibu2 yg pernah sc sampai tidak ingin mengalaminya lagi. Kecuali tentu saja kalau sc itu memang tidak bisa dihindari.

  22. Subanallah mba nadine… yuk sini saya temenin hamilnya mba… Allah yang memasukkan bayi ke perut kita, Allah juga yang mengeluarkannya. Insya allah semuanya akan baik2 aja… *peluk dari jauh*

    1. Assallamualaikum, mb muti. Sy batu baca kisahnya sangat mengharukan dan inspiratif buat sy yg sedang mengandung anak ketiga seteleah 2 kali secar. Persalinan pertama karena di induksi jd menahan sakit terlalu lama 2 hari 2 malam tp pembukaan tidak bertambah akhirnya di sc. Persalinan kedua karena disarankan dspognya karena persalinan pertama sc jd yg kedua harus sc karena takut sobek rahim sy manut2 aj krn sy tidak tahu mengenai vbac, sy baru tau dan browsing ketika kehamilan anak ketiga ini yg memasuki 12 w, karena sy ingin sekali anak ketiga ini dg persalinan normal.sy sdh brwosing kisah2 vba2c banyak yg berhasil dan banyak yg merujuk kisah mb muti. Maaf mb boleh sy minta kontak mb, untuk sharing masalah vbac lbh intens. Terima kasih sblmnya mb mutin.

  23. Subhanallah terharu membacanya. Ingin sekali bisa seperti itu. Ini kehamilan ketiga saya, dari sebelum hamil saya sudah semangat untuk vba2c meski belum menemukan provider yg pro vbac. Tapi saat janin ini mulai tumbuh di rahim saya dan dokter menvonis untuk sc lg saya putus harapan. Sempat berfikir untuk mengakhiri. Tapi saya kembali memupuk harapan saya dan tak ingin menyakiti janin yg tak bersalah meski waktu itu belum ada tanda kehidupan & usia kandungan belum diketahui. Saya kembali bersemangat menjalani kehamilan ini & semangat vba2c. Tapi lagi-lagi ada yg membuat saya ingin menyerah. Setelah mendatangi 3 dokter semua nya meminta untuk sc tak ada dukungan vba2c sama sekali. Dokter terakhir bilang sc 3x beresiko sama halnya dengan vba2c. Saya jadi semakin bingung. Hanya bisa menyalahkan diri sendiri kenapa ga berfikir matang, kenapa ga mau kb, Kalo terjadi apa-apa dengan saya bagaimana dengan anak-anak :( Sampai saat ini saya masih bingung, banyak yg memotivasi untuk sc karena menganggap itu lebih aman. Tapi ketakutan menghadapi sc ketiga sama besarnya dengan vba2c karena sama2 beresiko. Hanya bisa berserah diri berharap yang terbaik dari Allah, sambil memegang teguh sedikit harapan & keyakinan yang saya punya dari awal hamil, bahwa nanti di hari yang saya inginkan, 5 maret 2015 setelah magrib, My Lil Aiden akan lahir selamat dengan Gentlebirth, tanpa meninggalkan sakit yg sangat untuk bundanya :’). Amiin Ya Raab
    Mba mutiara, boleh minta no hp / pin bb nya? Ingin sekali bertanya lebih banyak tentang pengalaman vba2cnya. Makasi banyak

    1. Semuanya memang berawal dari harapan umm ^^ Dan akan ada masa ketika kita lelah dan ingin berhenti, tapi biasanya itu sebentar lagi kita akan sampai, jangan menyerah!

      Email saya di umisumayyah et gmail dot com atau cari saya di FB Mutiara Wahiddin.

      1. Assalamualaikum
        Sngat m,insfirasi s,x crita,y t,haru sedih,bhgia suka,duka, t,nyata allah bner2 m,nolong ukhti..
        Saya anak p,tama sc krna pinggul sempit kpala bayi besar
        Smga anak k,2 bisa normal amiin

        Krna t,inspirasi dr mba muti ini
        Syukron

  24. Subhanallah… hampir ga bs berkata2 membaca postingan Mbk n suami. Saya hamil anak ketiga juga setelah 2X cesar…kata dokter kandungan n bidan saya berisiko tinggi…
    …saya add FB ya Mbk mhn pencerahannya :D

  25. Kisah yg mengharukan. Salam kenal ya um…
    Sy bru saja melahirkan cesar putra ke 2 tgl 20 maret 2015 lalu. Yg pertama Cesar krn sungsang. Yg kedua krn dibilang dr rahim tipis. Sbnarnya ingin skali bs normal, tp krn td dtg ke spog yg brbeda 2x rekomendasiny sc. Sy googling ttg ruptur utheri jd takut utk vbac. Hingga akhirny manut sc lg. Tp stlh itu, penyesalan dtg brtubi tubi. Skitny sc kedua lbih sangat, jahitan hampir 1 bln belum kering. Smg anak ketiga bs vbac. Pelatihan Gentle birth daerah yogyakarta dmn ya mba?

    1. Barakallahu fik ummu afnan… Saya ga tau gentle birth daerah jogja mba, tapi saya tau kalau ruptur uteri itu resikonya sebenanrnya kecil sekali. Bisa kita baca di jurnal2 kesehatan tidak lebih dari 1 %, yang artinya resiko tidak ruptur adalah 99%. Allahua’lam. Hanya saja kita suka terlalu fokus dengan yang negatif sehingga kita suka lupa melihatnya dari sisi lain ^^

      Tapi gpp mba, maret baru sc yg kedua udah semangat aja ya umm mau anak ketiga ^^ siiip lah… Semoga terkabul doanya, semangaaat…

  26. pengalaman yg membuat saya menangis haru. persalinan pertama saya sc walaupun sudah berusaha normal. saat ini saya sedang hamil 18w, jarak kehamilan 22bulan. saya berencana vbac sejak lama, tapi saya masih bingung mencari dokter yg pro vbac. kebanyakan merekomendasikan dokter laki-laki, sementara saya merasa akan lebih nyaman dg dokter perempuan. dua dokter perempuan mensyaratkan jarak kehamilan 24bulan. adakah bunda di sini yg mengetahui bidan/dokter yg pro vbac di surakarta? mohon infonya ya bunda semua… terimakasih… :)

    1. Ikut nyari dokter yg pro vbac mba tri,saya jg domisili d solo.saat ini hamil 6weeks setelah 1,5th kelahiran pertama op sc..

    2. Mba tari, barakallahu fiik… Beberapa waktu lalu teman saya vbac dengan jarak 4 bulan kehamilan dari sc sebekumnya dibantu oleh bidan yang tidak sempat bertanya jarak kehamilan dengan sc sebelumnya lho, dia ketemu bidan itu menjelang HPL. Lalu persis bukan lalu teman saya juga vbac dengan jarak *duh lupa* yang jelas kurang lebih setahun lah. Baik suami, keluarga dan nakes tidak ada yg support sama sekali, hanya adik iparnya aja yang dia sendiri malah udah 2x sc. Tapi dia berhasil mba, 2 hari pecah ketuban tetap berakrivitas dan berangkat ke bidan di saat yang tepat, sukses vbac. Masya allah.

      Nakes yang support itu penting, tapi bukan yang paling penting, yang penting kita belajar, berilmu sebelum beramal, mengetahui tahapan persalinan, tanda2nya, sehingga kita tahu kapan harus ebrangkat ke dokter tepat waktunya untuk menghindari intervensi yang tidak perlu.

      Semangat ya mba ^^ Semoga Allah mudahkan urusan mba.m

  27. subhnallah terharu bagt bacanya…semoga dibeeri kemudhan untukkita semua, mohon rekomendasi ya dr kandungan dan RS yang pro normal setelah melahirkan secara secar pada anak pertama…

    mksh infonya :) smog slalu diberi kmudhan

    1. Domisili mana? Teman sy di semarang sukses vbac dgn dr syarief taufik di rs hermina pandanaran

  28. Terharu membaca kalimat penyemangatx mbk. Seakan tersungkur dgn kenyataan kl sy hrs sesar tuk kedua kalix tgl 3 ramadhan kemarin. Semangat vbac besar tp sulit menemukan dokter yg pro tambah apa lg dit4 sy disulawesi. Doakan mbk spy kehamilan sy y berikut2x bs vbac amin…

    1. Ummu Hanif, kalau sudah hamil lagi Email saya yaaa di umisumayyah et gmail dot com.

  29. MasyaAllah..
    Baca kisahnya mbak Muti otomatis memutar lagi detik detik operasi yang penah dijalani.. Sekaligus menguatkan tekad untuk bisa normal pasca sesar untuk kehamilan kedua mendatang,insyaAllah..

    Tugas dari sekarang cari ilmunya dan ciptakan lingkungan yang mendukung..
    Ditunggu ulasan mendetail ttg persiapannya mbak..

    1. Mampir ke kisahvbac.com mba banyak cerita yang sukses vbac di sana. Semoga tambah terinsiprasi dan tambah semangat.

  30. subhanallah mba…

    saya baru mempunyai anak pertama dengan lahiran cesar, padahal waktu itu sudah pembukaan 8 karna bayinya sungsang(pantat duluan) akhirnya dokter memutuskan untuk cesar padahal dokter tersebut sudah menyemangati saya sebelumnya bahwa saya bisa normal..

    saya dan suami nangis.. tapi saya tidak bisa berbuat apa2 karna kontraksi yang saya alami sangat cepat..

    saya terinspirasi dengan tulisan mba dan suami.. saya juga tidak mau cesar lagiii…

  31. Sama mba, saya juga ga mau sesar lagiii…. Kontak saya kalau hamil mba. Semangaaat…

  32. masya alloh…terharu bacanya ,, ana juga la hamil anak ke 2 dan berencana vbac semoga Allaah mudahkan segala sesuatunya

  33. assalamualaikum, mbak…menginspirasi sekali pengalamannya..saya primaria, tinggal di riau..alhamdulillah skrg sedang hamil anak ke 3, 5.5 bulan usia kehamilan. anak pertama saya lahir dg persalinan normal diusia 41 minggu dg bantuan induksi. anak ke 2, lahir saat 40 minggu 2 hari dg caesaria krn ada infeksi virus torch. saat usia anak ke 2, 9 bulan, saya hamil lagi. berniat vbac, tp dokter yg skrg msh menyarankan utk caesaria..ikhtiar dan semangat insyaallah bs lahiran normal..amin

  34. Dimanakah bias membeli madu Yaman dan kurma dan spirulina nya apakah dari K-link? saya juga sudah sc 2x dan sedang hamil. saya jg trauma dgn sectarian dan ingin melahirkan normal tp khwatir sekali apakah mungkin? harap infonya, serta buku yang bias jadi panduan/ terima kasih sekali, oiya saya dari Indonesia jg dan dokter berkata saya harus sc krn maslah resiko robek Rahim

    1. Madu yaman ada di toko2 herbal mba biasanya, spirulina saya beli di semacam guardian begitu.

      Insya allah ga ada yang ga mungkin mba kalau Allah sudah menentukan. Buku yang mba bisa baca buku apa saja tentang natural birth. Soal resiko robek rahim bisa mba baca2 lagi seberapa besar kemungkinanya. Dan untuk pencegahannya kita perbaiki nutrisi kita dengan fokus pada protein. Protein berperan sangat penting untuk perbaikan luka sc. Email saya mba untuk ngobrol2 lebih lanjut. Ok.

  35. Assalamualaikum mb muti
    Sy mo nanya gmn caranya bs masuk group vbac?
    Anak sy pertama lahir normal/pervaginam, anak kedua cm bertahan 3 bln,dikuret, anak ketiga bertahan smp bln ke 7,meninggal di dalam rahim dan harus di SC karena plasentanya dibawah.
    Anak ke 4 lahir dg SC, berusia 3 thn.
    Skrg sy hamil ke 5…berharap bs lahir pervaginam lagi..
    Mohon dibantu ya mb…makasih sebelumnya
    Wassalam

    1. Subhanallah. Innalillahi wa Inna ilayhi raji’un.. E-mail saya Mb di umisumayyah et gmail.com

  36. Bismillah…masyaaAllah kisahnya mba muti, saya terharu dan nangis bacanya… . Saya juga sedang hamil anak ke dua, setelah 1,5 tahun lalu merlahirkan anak pertama dg SC mendadak, padahal sudah bukaan penuh, hanya saja kata bidan yg menangani saya ketuban saya sudah kering dan pendarahan. Padahal sy sudah semangat mengejan,,,bahkan sampai di ruang SC pun saya masi merasa ingin mengejan, tp selalu di marahi oleh nakes yg ada krna pendarahan. Saya bingung apa yg salah waktu itu,,,,sampai sekarang pun saya masi menyesal… mbaa muti saya ingin sekali anak ke2 ini bisa lahir normal,,walhamdulillah ketemu tulisan mba muti yg buat saya jdi semangat lagi, gimna caranya ya mba,,,untuk bisa gabung di grup vbac dan mendapatkan info bidan yg pro vbac?

    1. Ummu shofiyyah, apa kabar… Apakah sudah melahirkan? Semoga anti sehat juga si kecil. Semoga ia menjadi anak yang shalih dan penyejuk mata kedua orang tuanya. Maaf saya lama merespon. Saya tunggu emailnya ya umm. Umisumayyah et gmail dot com

    2. Ummu shofiyyah… Apa kabar? Apa sudah melahirkan? Semoga anti sehat juga si kecil, semoga menjadi anak yg shalih dan penyejuk mata orangtuanya. Saya tunggu emailnya umm di umisumayyah et gmail

  37. Assalamu’alaikum.wr.wb mba muti..saya terharu banget baca kisah vbac nya mba muti. Saya sdg hamil 37w anak ke 2. Ingin vbac jg. Perasaan mba muti di ruang operasi persis seperti perasaan saya dulu. Sampe skr sakitnya lahir batin kalo inget. Pasti nangis. Tp saya beristigfar agar bisa bersyukur karna anak saya lewat proses sc itu alhamdulillah tumbuh baik.
    Suami mendukung vbac walaupun ttp meminta saya untuk siap secar lg. Tp saya yakin kan diri saya bsa normal. Baca2 kidah vbac, olahraga, makan makanan protein tinggi, ajak bayi bicara, berdoa, dll.
    Dokter terakhir yg saya datangi bilang kesempatan saya lahir normal dibawah 50% karna kepala bayi sudah dibawah tapi blm masuk panggul, masi miring (walaupun mungkin ms bisa lurus asal air ketuban ms banyak) dan segmen bawah rahim bekas secar tipis takut robek rahim. Tp dokter bilang silakan kalo mau coba normal tp beliau ga menyarankan.
    Saya belum nemuin cerita bunda2 yg kasus nya seperti saya. Rata2 kepala bayi sudah masuk panggul. Saya…bingung.
    Tp saya masih berikhtiar. Saya percaya Allah maha kuasa. Manusia bisa bicara Allah yang menentukan.

    Mba muti..bole ga daya minta no contactnya?
    ini contact saya 082138685444
    Email mzbloom_193@yahoo.com
    Terima kasih mba..Wassalam ualaikum wrwb

  38. Masyaallah…
    Semakin yakin kalo aku bisa lahiran normal,setelah yg pertama sesar.
    Intinya kita harus sabar ya mba.

    1. *jempol* yang pertama adalah yakin, bahwa kita memang sudah didesain Allah untuk hamil dan melahirkan. Semangat.

  39. Assallamualaykum mb mutiara.. Salam kenal. MasyaALLAH.. kisah mb mutiara buat hati saya bergetar mata berkaca2 smbil baca. Saya udah baca artikel ini dri saya hamil anak ke2 dulu. Tpi mata dan hati saya baru terbuka skrng. Heheeh..
    Saya di pekanbaru mb. Skrng saya hamil kira kira 5 bln.. Hamil ke3. Berharap bsa vba2c sperti mbak. Sc 2kali.. Smoga melalui insprisasi dan pengalaman mb yg masyaALLAH vba2c bisa jadi motivasi saya. Saya blm cukup ilmu.. Klo tdk keberatan, saya mohon share ya mbak.. Ilmunya.. Jazakillahu khoiron

    1. Waalaykumussalam tina… Kita Sudah chat ya.. Alhamdulilah, terharu baca komen ini, terkabul harapannya untuk vba2c dengan izin Allah.

  40. Lhoh ternyata double posting saya.. Maaf tdi saya kira error ngirim pertama..

  41. masya Allah ummi keren banget pokoknya…. saya juga sedang hamil 5 minggu, umur anak saya yang pertama 20 bulan.. dan saya berharap normal setelah pertama caesar…. waktu itu anak pertama tidak dapat turun ke panggul… saya menyesal juga terkadang ketika ingat kata kata dokter “udahlah itu ditunggu juga paling beberapa persen saja, mau di induksi juga belum tentu bisa normal… di caesar saja” tapi tentu itu adalah cerita masa disaat kita belum paham hal tentang melahirkan… dan sekarang kami optimis untuk melahirkan normal…. doakan kami ya ummi….

    1. Insya allah. Semoga sekarang sudah faham kenapa dulu tidak turun panggul. “Tidak” atau “belum”..

      Semoga Allah mudahkan persalinannya ya..

  42. Assalamualaikum…masya Allah luar biasa ukh muti..ana jg merasakan sakit fisik dan sakit batin krn hrs melahirkan anak pertama ana secara sc. Namun ana tdk boleh kecewa dan mengeluh ana yakinkan itu sudah takdir Allah.. Krn adanya gwat janin, detak jantung bayi ana yg melemah dan pembukaan yg tak kunjung bertambah. Ukh muti klw boleh ana minta no. Hp atau wa lwt email anty yah. Ana add jg y fb anty. Krn saat ini ana sdg hamil anak kedua dan ingin skli vbac. Jazaakillah

    1. Allahua’lam. Tapi pernah tahu ada ibu yang melahirkan bayinya sungsang dengan 5 lilitan di leher. Juga ada teman yang melahirkan vbac dengan 1 likitan ketat. Dan satu lagi dengan lilitan di leher dan di tangan. Allahua’lam. Lilitan itu tanda bahwa talipusatnya panjang. Insya allah ada hikmahnya.

  43. Mba muti, boleh minta email atau alamat fbnya?
    Saya ingin lebih tau tentang persiapan homebirth. Saya sedang hamil anak ke 3 setelah sc 2 x, tp d daerah saya blm ada tenaga medis yg pro vbac. Semuanya menyarankan sc lg. Tp sy bnr2 g mw sc lg karena anak2 sy msh kcl2, yg pertama 5th yg k 2 2th, kalo saya sc tdk ada yg mengurus anak2 karena sc pemulihannya lama. Saya trauma dn sedih sekali ketika sc k 2 sy d pisahkan paksa dg anak pertama saya. Sampai dia sakit2n dn akhirnya g mw sm sy sma sekali… butuh waktu lama agar semua kembali normal. Sy g mau anak k 2 kami jadi begitu jg.

    1. Homebirth is not for everybody mba… Coba terus diskusikan dengan nakes keinginan mba… Saya juga dua kali sc, insya allah faham skali beratnya ujian itu, Semoga Allah mudahkan segala urusan mb.

      Email saya mb di umisumayyah et gmail.

  44. Assalamu’alaykum warohmatullahi wa barokaatuh … mbak mutiara, sy bisa minta no wa mbak kah ? Sy sangat ingin bisa berhasil vba2c, paing tidak ikhtiar dulu, jika misalnya nanti memang harus operasi lg, sy ikhlas …. sy hamil anak keempat, anak pertama lahir normal dan anak kedua ketiga sc. Sy trauma dg sc mbk, krn ngerasa aurot gak ada harganyahehe … dan juga krn faktor psikis dan financial hihi (jd malu) … anak ketiga skrg umur 2 tahun, dan skrg kehamilan sy insyaa Alloh masih 13 week … dokter perempuan yg sy temui kebanyakan menolak membantu vba2c, ada dokter laki2 tp udah sepuh … dan suami hanya mengijinkan sy vba2c pake dokter krn takut kenapa kenapa katanya. Makanya sy harus belajar dan bisa meyakinkan suami, tentunya dg ijin Alloh sy bisa menjalani vba2c, aamiin …

    1. Insya allah kalau sudah pernah normal sudah ada jalannya mb. Tinggal mb jaga kesehatan. Makan makanan bergizi yg fokus pada protein untuk memulihkan luka bekas sc. Lakukan pijatan pada daerah bekas luka dan juga exercise penunjang kemudahan persalinan alami. Bisa dicari di youtube c-scar massage dan exercise-nya. Jangan lupa berdoa dengan sungguh2. Saya juga ikut mendoakan semoga allah mudahkan persalinan mb nanti. Mau belajar dengan saya email saya mb di umisumayyah et gmail. Saya tunggu.

  45. ya allah..sungguh luar biasa insya allah sya jg harus bisa melahirkan normal di kehamilan ku yg ke 2 nanti.pasti bisa

  46. Masya Alloh…brlinang airmata ini baca kisah ummi sumayyah, jd smkin ykin utk bs lahirannormal stlah yg prtma sc, krn ktuban kring tp tdk ada mulas. bismillah…biiznillah,inshaa Alloh bln ini usia khmilanku 6bln,rncna mau usg mdh2n smuanya tdk ada masalah,aamiin.

    1. Saya juga dua kali keguguran mb, 1x dikuret, 1x keluar komplit. Insya allah mba… Ga ada yang ga mungkin dengan izin Allah. Semangaaat…

    1. Takut apa? Coba ceritain dulu… Saya juga takut hamil lagi awalnya… Tapi pas udah hamil malah semangat ^^ semangaaaaat…

  47. Salam kenal mb, trimakasih sdh sharing sy sdh 2x caesar anak sy dan saat ini sdg hamil bulan kedua stres nya luar biasa jk membayangkan akan caesar apalagi dokter sdh bilang ga bs normal. Krn caesar kedua kmrn lbh sakit drpd yg pertama….alkhamdulillah baca blog mbk jd punya harapan lahiran tnpa caesar. Smoga sy bs melahirkan normal tanpa kendala apapun sprti mb. Amiin

    1. Aamiin… Alhamdulillah semoga kisah ini bermanfaat. Dan senoga allah mudahkan persalinannya ya mb…

  48. Subhanallah bund, hampir tidak percaya . Sangat luar biasa bund. Boleh minta nomer telponnya gag bund Muti?

  49. Mbak, saya sedang hamilb3 bln anak ke dua, yg pertama sesar 3thn yg lalu.
    Dari pertamakali hamil anak pertama saya udah stress duluan sebelum melahirkan, dan saya orangnya paling tidak bisa menahan rasa sakit, makanya dulu saya memilih sesar, karena 2hari kontraksi darah dan lendir sudah keluar tapi tidak kunjung melahirkan, + selama kontraksi saya tidak mengalami pembukaan sama sekali. Jadi saya pilih sesar, anak kedua ini saya ingin melahirkan normal, meski baru 3 bln tapi saya sekarang udah stress duluan, sepertinya melahirkan itu menjadi momok yg menakutkan untuk saya.

  50. Assalamuallaikum..
    Bun..saya lg hamil ke 3 after 2xsc,bisakah saya diskusi dgn bunda utk ikhtiar vba2c? No. Saya 081802040189. Trma ksh
    Wassalamuallaikum

  51. Bismillah,

    Untuk para pembaca sekalian, ini adalah komentar saya yang terakhir di tulisan ini. Alhamdulillah saya bersyukur kepada Allah kisah ini bisa menjadi manfaat. Insya Allah saya sudah membalas e-mail yang masuk juga membalas PM via FB. Namun apabila ada yg terlewat saya mohon maaf.

    Alhamdulillah saya sangat takjub dengan antusias para ibu yang pernah melalui persalinan SC untuk bisa melahirkan per vaginam. Saya ikut sedih dan merasakan kepedihan para ibu yang trauma dengan pengalaman SCnya sehingga mau berusaha mencari informasi seputar VBAC sampai akhirnya sampai kepada kisah saya ini. Bagaimanapun akhirnya semoga niat mulia para ibu untuk meramaikan ummat Muhammad shallahualayhi wa sallam diterima Allah.

    Bagi yang mengetahui bahwa saya memiliki sebuah grup support vbac di WhatsApp maka saya nyatakan grup tersebut sudah saya tutup.

    Selanjutnya silahkan simak http://www.kisahvbac.com dan follow FB Page: VBAC Tanya Saya. Saya berharap dengan wasilah ini pengetahuan tentang VBAC bisa mencakup lingkaran yang lebih luas lagi dibandingkan hanya berputar di sebuah grup kecil di WhatsApp.

    Sesungguhnya saya hanyalah manusia biasa, dan sampai di sini sudah kemampuan saya memberi komentar, merespon e-mail dan PM dari pembaca.

    Demikian informasi dari saya.
    Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu ala ilaaha illa anta Astaghfiruka wa atuubu ilayh.

  52. Assalamualaikum mba,

    Salam kenal sy vita dan sy jg menetap di KL, ampang tepatnya. Sy jg sudah 2x sc, yg pertama dokter bilang panggul kecil n baby besar sekitar 3,6kg tdj bs normal kl dpaksa normal nanti bs di vacum, akhirnya sc, yg kedua dibilang sungsang. Yg ketiga ini berharap sekali normal tp dr yg sy konsul bilang tdk mungkin normal kl sudah 2x sc. Anak sy yg kedua berumur 2,6 th sm seperti usia anak mba ketika hamil yg k3. Mohon infonya mba untuk kelas pra melahirkan yg mba ambil itu dmn? Fb nya mba apa? Kenal tdk dengan praktisi kesehatan yg bs bantu vba2c? Terima kasih

  53. Subhanallah mbk Mutiara.. pasangan yang saangat hebat, biridhoillaah..
    Saya 6 bln yg lalu juga sc karena hpl udah mundur 2 minggu.. bayi terlilit tali pusat.. posisi kepala udah dibawah tp blm masuk panggul, jadi bidan MEMPERKIRAKAN panggul sempit..
    Pengeen bgt vbac nanti kalau anak berikutnya.. ( setelah berjarak )
    Dimana bisa menemui dokter yg pro vbac yaa mbak?

  54. saya mendapatkan website ini setelah searching ttg VBAC, karena saat ini saya sedang hamil 3 bln dan berharap dapat melahirkan secara normal setelah yg 1 cesar…

    saat mengharukan membaca pengalaman melahirkan mba muti, sampai saya ikut menangis mba… great job of you two..

    beberapa hal yg dapat saya ambil dari kisah ini, bahwa kejakinan unt bisa melahirkan normal adalah hal penting dan juga berserah kepada Allah, tentu saja.

    semoga saya bisa melahirkan normal ya mba, walau mungkin bukan dirumah seperti pengalaman mba muti.

    semoga selalu sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *