Kisahku Melahirkan Normal di Rumah setelah Dua Kali Sesar #1

Aku masih ingat bagaimana dua operasi sesar yang sebelumnya kualami sebetulnya tidak perlu (unnecesarry cesarean), yang pertama karena bayiku sungsang dan kedua karena pecah ketuban dini yang menurut dokter saat itu bukan awal yang baik untuk melahirkan normal setelah sesar atau vaginal birth after cesarean (VBAC). Aku tidak bisa membayangkan diriku di”sesar” lagi selama beberapa lama, karena kata orang “sekali sesar seterusnya sesar”, apalagi kalau sudah dua kali. Namun Allah berkehendak lain. Pada bulan Januari 2013 aku hamil lagi, yaitu ketika usia anakku yang kedua sudah dua tahun tujuh bulan, aku pun bertekad untuk benar-benar bisa melahirkan normal kali ini.

Aku mencari banyak informasi tentang VBAC lebih dari sebelumnya, terutama tentang melahirkan normal setelah beberapa kali sesar atau vaginal birth after multiple cesareans (VBAMC) hingga akhirnya aku menemukan ICAN (International Cesarean Awareness Network). Aku bergabung di grup ICAN Malaysia dan bertemu dengan ibu-ibu yang telah berhasil VBAC/VBAMC. Kisah-kisah mereka sangat menginspirasiku dan membuatku semakin yakin bahwa kalau mereka bisa, aku juga bisa, insya allah. Aku yakin Allah telah menciptakanku  juga para wanita lainnya dengan kemampuan untuk bisa melahirkan.

Satu-satunya kendala adalah bagaimana caranya supaya suamiku bisa terlibat dalam urusan ini sebagai orang yang akan mendampingiku menghadapi apa yang harus aku hadapi nanti. Dia orang yang sibuk. Terlalu sibuk untuk mempelajari tentang persalinan. Lagipula buat apa juga mahasiswa IT belajar tentang persalinan. Tapi walau demikian ia seorang pendengar yang baik.

April 2013

Aku mengajak suamiku ke sebuah acara preview kelas persiapan bersalin yang dipandu oleh Hayati Muzaffar, seorang childbirth educator (CBE)’ dan doula (pendamping dalam persalinan). Acaranya gratis, pastinya suamiku mau datang, dan juga pas akhir pekan. Dalam acara tersebut Hayati menyebutkan tentang bagaimana hormon mempunyai peran tertentu dalam persalinan dan bagaimana emosi mempengaruhi produksinya. Dukungan kasih sayang dari pendamping dalam persalinan akan membawa hasil yang lebih baik dibandingkan obat-obatan sintetik manapun ataupun prosedur medis. Kata-kata itu menyentuh hati suamiku. Ia tahu bagaimana operasi sesarku terdahulu membuatku trauma. Dan setelah acara itu suamiku tahu bahwa ia akan memegang peran yang lebih penting kali ini karena aku pun mengungkapkan sekali lagi apa yang kurasakan tentang operasi sesarku terdahulu, yaitu bagaimana operasi itu membawa luka tidak hanya di badanku tapi juga di hatiku, secara fisik, mental dan spiritual. Sungguh menyakitkan perut ini dibelah. Sungguh menyakitkan ketika orang mengatakan bahwa sesar bukanlah “melahirkan”. Sungguh menyakitkan sendirian tanpa hijab dikelilingi oleh orang-orang tidak dikenal. Dan aku tidak ingin mengalaminya lagi.

Aku mengungkapkan apa yang kurasakan kepada suamiku berulang-ulang kali agar aku mendapatkan dukungan total untuk VBA2C (Vaginal Birth After 2 Cesareans atau melahirkan normal setelah dua kali sesar). Aku tidak peduli kalau orang bilang VBAC/VBAMC itu beresiko tinggi, selama suamiku bersamaku aku sanggup, insya Allah. Alhamdulillah suamiku mengerti dan mendukungku sepenuhnya, apalagi kami memang berencana untuk memiliki anak banyak agar dapat membuat Rasulullah shallallahu’alayhi wasallam bangga dengan banyaknya umat beliau. Akhirnya kami pun sepakat untuk VBA2C nanti dan selamanya, insya Allah.

Dan atas apa yang telah terjadi Alhamdulillah’ala kulli hal, kami memuji Allah atas segala keadaan, kami bersyukur dari kedua operasi sesar yang terdahulu kami dianugerahi dua anak perempuan sebagai qurratu a’yun, penyejuk mata kami.

Juni 2013

Aku mengajak suamiku untuk kedua kalinya ke acara preview AMANI Birth yang disampaikan oleh pendirinya sendiri yaitu Aisha Al Hajr, seorang bidan mualaf dari Amerika yang tinggal di Riyadh. Kami sangat terkesan dengan penjelasannya tentang natural birth (melahirkan alami) dalam perspektif Islam. Masya Allah.

Yang paling berkesan adalah ketika ia menjelaskan bahwa melahirkan adalah sebetulnya proses alami, bukan suatu kegawatdaruratan. Hal ini bertentangan dengan yang selalu kami dengar bahwa melahirkan harus di rumah sakit karena melahirkan adalah  kegawatdaruratan. Bahkan disebutkan bahwa melahirkan itu sangat alami sehingga wanita mana pun bisa melahirkan sendiri tanpa bantuan siapa pun melainkan dari Allah, seperti kisah Maryam binti Imran, Ibunda Nabi Allah Isa ‘alayhissalam, Masya Allah. Allah berfirman:

Artinya:

“Maka dia (Maryam) mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata, “Wahai, betapa baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.”Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu, dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.” {QS. Maryam: 22-26}

Kami merasa takjub dengan ayat ini. Karena disebutkan bagaimana Maryam ketika akan melahirkan diperintahkan Allah untuk aktif, menggoyang pohon korma. Beliau pun diperintahkan untuk makan dan minum, supaya kuat dan tetap cukup cairan. Ibu yang akan melahirkan sangat membutuhkan energi. Dan Maryam juga diperintahkan untuk bersenang hati, untuk merangsang hormon oksitosin sebagai induksi alami. Yang kami fahami dari ayat tersebut adalah bahwa seorang wanita yang akan melahirkan janganlah diburu-buru, dan ia harus diperbolehkan untuk makan dan minum, dan itu semua ada dalam Alquran! Aku sering mendengar kisah ibu-ibu yang melahirkan tidak diperbolehkan makan dan minum, dan tidak boleh banyak bergerak, mereka hanya disuruh berbaring dan mengikuti apa yang diinstruksikan dokter, bidan atau perawat. Aku ingat waktu aku akan dioperasi sesar untuk kedua kalinya. Aku merasakan kontraksi di rumah sakit beberapa jam setelah ketubanku pecah, namun aku disuruh tetap berbaring sambil menunggu dokter datang. Hhh, sangat membuat stress.

Setelah presentasi, suamiku memintaku untuk menanyakan Aisha tentang kasusku, “Saya sudah dua kali sesar, beresiko kah kalau berikutnya normal?” Dia jawab, “Justru kalau sesar lagi lebih besar resikonya” Menarik sekali! Aku tahu VBAC itu mungkin, tapi aku tidak pernah berfikir ternyata sesar yang berulang juga ada resikonya. VBAC selalu disebut-sebut beresiko, tapi tidak permah disebutkan bahwa sesar yang berulang kali juga beresiko sama sekali, yang ternyata sesar yang berulang lebih beresiko lagi, subhanallah.

Sepulangnya dari acara preview itu suamiku setuju untuk mengikuti kelas persiapan bersalin yang sebenarnya. Alhamdulillah, akhirnya suamiku mau meluangkan waktu dan juga uang, untuk belajar lebih banyak tentang natural birth. Dia pasti sayang banget sama aku.

Juli 2013

Aku dan suamiku mengikuti kelas intensif AMANI Birth dengan Hanz Jamaludin sebagai pengajar kami. Kami mempelajari persalinan alami lebih dalam, mulai dari proses melahirkan, tahapan-tahapannya, persiapannya, komplikasi-komplikasi yang ada dan solusinya. Kami  semakin terkagum-kagum dengan bagaimana Allah menciptakan mekanisme kelahiran itu. Masya Allah.

Kami bahkan mengambil kesimpulan bahwa tidaklah mustahil untuk melahirkan di rumah (homebirth), bahkan setelah sesar.

Melahirkan di rumah? Setelah dua kali sesar?

Ya. Setelah apa yang kualami aku dan suamiku merasa bahwa rumah adalah tempat yang paling nyaman untuk melahirkan. Kami juga telah memikirkan untuk mencari tenaga kesehatan untuk mendampingi kami selama persalinan namun tidak mudah untuk menemukan yang mendukung VBAC/VBAMC, apalagi yang mau menghadiri persalinan di rumah.  Karenanya kami tidak hanya berencana melahirkan di rumah melainkan juga tanpa didampingi tenaga kesehatan (unassisted). Lagipula setelah mempelajari persalinan alami ternyata melahirkan memang adalah suatu yang alami. Seperti kita makan ketika saatnya makan, kita minum ketika saatnya minum, kita buang air ketika saatnya buang air, maka kita pun akan melahirkan ketika saatnya akan melahirkan. Aku tahu hal itu tidak semudah kedengarannya. Karenanya aku berdoa “Ya Allah, mudahkanlah urusan aku sebelum melahirkan, ketika melahirkan dan sesudah melahirkan. Berikanlah aku ketenangan, kesabaran dan kekuatan.”

Aku tahu yang paling ditakutkan dari melahirkan normal setelah sesar adalah robek rahim (uterine rupture). Namun setelah banyak membaca kemungkinan robek rahim itu sebetulnya kecil sekali, bahkan wanita yang belum pernah operasi sesar pun punya peluang untuk robek rahim. Namun tentu saja aku dan suamiku sudah siap dengan plan B apabila harus mengalami hal ini, pergi ke rumah sakit terdekat apabila tanda-tanda robek rahim muncul. Karena walaupun kemungkinannya kecil namun integritas luka hanya bisa teruji ketika akan melahirkan. Aku pun berdoa, “Ya, Allah, lindungilah aku dari robek rahim.” Aku sungguh tidak ingin sesar lagi.

September 2013

Teman sekelas AMANI Birth kami, Zafar dan Athirah, menyambut kelahiran anak pertama di rumah, unassisted water birth. Beberapa hari kemudian suamiku menemui Zafar untuk mendengar kisahnya dan mengambil beberapa barang. Zafar meminjamkan kami kolam, pompa elektrik, plastik lebar, selang bahkan penjepit sealer untuk menjepit tali pusat (umbelical cord) dan tak lupa ia berbagi tips kepada suamiku. Jazahullahu khayr, Semoga Allah membalas kebaikannya.

Di rumah suamiku menceritakan tentang pertemuannya dengan Zafar. Ia merasa takjub, betapa Zafar begitu tenang ketika  istrinya melahirkan dan betapa ia mengetahui banyak hal tentang persalinan. Suamiku pun mulai menyadari bahwa siapa saja yang mendampingi ibu yang akan melahirkan memang harus tenang dan mengetahui situasi mana yang darurat dan mana alami. Karena ketika ibu akan melahirkan ia akan sibuk menghadapi kontraksinya, penuh dengan emosi. Tiba-tiba suamiku merasa gugup. Selama ini ia terlalu bergantung padaku dalam mengumpulkan informasi. Ia pun merasa banyak sekali yang harus ia kerjakan, yang harus dibaca, yang harus diingat dan lain-lain. Dia bahkan akhirnya menamatkan membaca buku Ina May gaskin “Guide To Childbirth”. Dia mengatakan bahwa ia banyak berdoa “Ya Allah karuniakanlah aku sakinah (ketenangan) selama persalinan” Dia tahu dia akan panik karena ia belum pernah melihat proses persalinan sebelumnya.

Untuk memastikan aku dan dan bayiku dalam keadaan baik aku melakukan pemeriksaan yang terakhir bulan ini, yaitu ketika usia kehamilanku 38 minggu. Aku menjadikannya terakhir karena aku butuh untuk tetap tenang dan positif sepanjang waktu. Hampir setiap kali cek up dokter mengingatkan aku untuk melakukan registrasi  untuk operasi sesar. Dokter itu sepertinya tahu kalau aku berencana melahirkan di rumah, dia pun menceritakan pasiennya yang gagal VBAC di rumah. Dia tidak mengatakan apa yang sebenarnya yang terjadi. Tapi aku tak peduli, aku tidak akan membiarkannya menakut-nakutiku dan membuatku berubah pikiran seperti dokter yang dulu pertama kali membuatku harus sesar yang mengatakan bahwa ia tidak akan bertanggungjawab apabila terjadi hal-hal yang tak diinginkan atas diriku dan bayiku yang sungsang apabila aku masih menunggu untuk lahir normal sementara dia cuti. Hmmm, scare tactic!

Akhirnya, pada hari terakhir check up itu aku hanya tersenyum kepada dokter dan kukatakan padanya semuanya sudah diurus, insya allah. Alhamdulillah hasil USG menunjukkan bahwa kepala bayi sudah di bawah. Aku pun dalam keadaan sehat-sehat saja kecuali sakit di bagian punggung dan panggul, sakit yang muncul ketika aku berdiri setelah duduk dan berganti posisi ketika berbaring. Mungkin penyakit SPD (Symphysis Pubic Dysfunction). Suamiku pun membawaku ke chiropractic. Aku merasa lebih baik tapi sakitnya tetap ada.

8 Oktober 2013

40 minggu kehamilan, hari perkiraan lahir (HPL). Tidak ada tanda-tanda akan melahirkan. Namun kami tetap tenang karena kami tahu HPL bukan lah batas akhir. Aku dan suamiku memanfaatkan waktu dengan melakukan simulasi di rumah, kami menempatkan semuanya dalam jangkauan kami. Alas kasur (underpad) untuk melindungi kasur dari darah, handuk untuk bayi dan untuk melap badan, penjepit, alkohol dan gunting untuk memotong tali pusat, baskom untuk menempatkan plasenta, dan juga kolam. Sebenarnya aku tidak terlalu tertarik untuk water birth, tapi di beberapa literatur aku baca air hangat membuat ibu yang melahirkan bisa rileks. Jadi aku pikir patut dicoba. Butuh dua jam untuk menyiapkan semuanya. Fiuh!

Kami juga memfotokopi tahapan-tahapan proses melahirkan dari buku AMANI Birth lalu menempelkannya berjejer di dinding dekat kolam, supaya kami bisa selalu memastikan  sekarang aku sedang di tahapan mana.

Suamiku juga menyiapkan suplemen-suplemen seperti kurma ajwa dan madu Yaman untuk tenagaku, Yunan Baiyo untuk pendarahan, dan. Spirulina untuk tekanan darah.

Aku pernah baca bahwa ibu yang akan melahirkan apabila sudah melewati HPL maka air ketubannya akan berkurang. Karena aku tidak melakukan cek up lagi maka aku harus memastikan aku cukup cairan supaya air ketubanku juga cukup. Aku baca bahwa air kelapa adalah cairan yang cepat diserap tubuh.  Karenanya suamiku pun mensuplaiku air kelapa setiap hari.

12 Oktober 2013

Empat hari lewat HPL aku merasakan kontraksi. Aku tahu ini kontraksi karena rasanya sama seperti yang pernah kualami waktu aku akan keguguran di kehamilanku yang kedua (ini kehamilanku yang kelima, aku pernah keguguran dua kali sebelum aku punya anak) dan waktu aku mencoba VBAC. Alhamdulillah, aku bersyukur atas kontraksi ini dan aku merasa tambah bersyukur ketika aku melihat mucus plug (lendir) keluar, itu artinya sudah mulai bukaan. Tapi setelah itu tidak terjadi apa- apa, kontraksinya pun irregular. Aku pun bertanya-tanya apa yang salah. Walau demikian aku tetap beraktivitas dan suamiku terus menyemangatiku. Ia sangat menjagaku, memastikan aku makan sehat dan tidak lupa mengingatkanku untuk excercise. Kami selalu menikmati sore hari dengan berjalan-jalan ke sebuah taman danau. Anak-anakku pun senang sekali.

15 Oktober 2013

41 minggu. Waktu itu tengah malam dan aku tidak bisa tidur. Kontraksi yang kurasakan sejak tiga hari lalu mulai teratur setiap 10 menit sekali. Aku pun membangunkan suamiku untuk menyiapkan kolam. Aku pernah baca bahwa salah satu tanda robek rahim adalah adanya rasa sakit di antara kontraksi, Alhamdulillah aku tidak merasakannya. Aku bersyukur Allah telah menyelamatkanku dari robek rahim.

Suamiku mengisi kolam dengan menggunakan selang yang panjang dari keran kamar mandi. Ia juga memanaskan air dengan sebuah panci besar, ketel dan pemanas air listrik. Aku berjalan-jalan mengelilingi ruang utama sampai kontraksinya semakin kuat. Aku terus buang air kecil, buang air besar, muntah, dan air ketuban pun merembes (water leaking) setelah itu. Aku yakin sebentar lagi aku akan melahirkan karena tanda-tandanya jelas sekali.  Aku pun masuk ke dalam kolam waktu kupikir sudah saatnya walaupun kontraksinya masih setiap 10 menit. Suamiku memberikanku air kelapa untuk menggantikan air ketuban yang keluar dan kurma untuk energiku. Namun ketika suamiku shalat subuh aku tertidur dalam kolam. Pagi-pagi ketika aku bangun kontraksinya kembali irregular, aku pun keluar dari kolam, dan tidur di kamar.

Hari itu aku demam dan merasa sedih. Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa mungkin saja aku salah mengira. Mungkin tadi malam bukan kontraksi, mungkin hanya sakit punggung, sakit panggul, SPD, atau apapun namanya. Namun suamiku mencoba menenangkanku. Ia bilang bahwa satu per satu tanda-tanda melahirkan itu muncul dan aku tahu itu. Mucus plug, water leaking, itu artinya sebentar lagi, insya Allah.

Sejak itu suamiku membelikanku air kelapa yang lebih banyak supaya aku cukup cairan. Aku pernah baca bahwa secara alami ketuban yang bocor akan tertutup lagi apabila cukup cairan. Dan karena mucus plug pun tetap keluar aku mengkonsumsi lebih banyak vitamin C untuk mencegah infeksi. Alhamdulillah ‘ala kulli hal, aku berusaha tetap positif dan menikmati pergerakan bayi di perutku. Alhamdulillah bayiku masih aktif, itu yang paling penting.

18 Oktober 2013

41 minggu plus 3 hari kehamilan. Kontraksi masih irregular dan aku masih menunggu, begitu juga keluargaku dan teman-temanku. Jujur saja aku masih merasa kecewa atas apa yang terjadi sebelumnya. Aku pikir kalau sudah masuk kolam aku akan langsung melahirkan, tapi kemarin aku malah ketiduran!

Aku pun berbincang-bincang dengan Sofia Azyze dan Maria Zain yang telah berhasil VBAMC untuk mencari semangat. Sofia mengatakan dia juga mengalami kontraksi berhari-hari. Maria Zain yang juga childbirth educator mngatakan bahwa VBAC memang butuh waktu tapi walaupun kita tidur apabila memang sudah waktunya maka akan terjadi juga, sangat alami. Aku pun teringat kisah seorang ibu yang melahirkan  bayinya sementara dia sendiri dalam keadaan koma. Aku pun berkata pada diriku, oke, berarti yang aku alami ini normal, aku hanya harus menunggu waktunya saja.

homebirth - melahirkan di rumah - vbacUntuk tetap positif aku pun browsing dengan kata kunci proses melahirkan terlama dan menemukan kisah seorang ibu yang menjalani proses melahirkan sampai 75 hari! Masya Allah. Aku pun berkata pada diriku sendiri, oke, berarti yang aku alami ini tidak seberapa. Tapi semoga tidak sampai selama itu.

Suamiku mengingatkanku untuk bersyukur kepada Allah, karena Allah memberi lebih banyak bagi kami untuk lebih siap lagi. Suamiku pun menunjuk tulisanku di papan tulisku:

I trust Allah to make this birth easy for me.

Tulisan itu selalu berhasil melembutkan hatiku.

Suamiku terus menyemangatiku untuk melakukan apa yang harus kulakukan… Sampai akhirnya kejadian itu terulang lagi. Waktu itu tengah malam dan aku tidak bisa tidur.  Kontraksi yang kurasakan selama enam hari mulai teratur lagi, kali ini setiap empat menit. Tapi aku tidak mau terlalu excited seperti sebelumnya maka aku pun tidak membangunkan suamiku terlalu cepat. Lagipula kolamnya sudah terisi separuh berhubung melahirkan bisa kapan saja, jadi kupikir tidak perlu memburu-buru suamiku kali ini. Tapi aku tidak sanggup berada di tengah malam dengan kontraksi yang setiap empat menit, aku pun membangunkannya.

Setelah ia bangun ia pun mulai memanaskan air. Lagi-lagi aku buang air kecil, buang air besar, muntah dan air ketuban merembes lebih banyak. Aku dan suamiku sadar bahwa ini semua tanda-tanda akan segera melahirkan, sama seperti kemarin, tapi aku merasa belum siap untuk kecewa lagi. Akhirnya aku minta suamiku berhenti memanaskan lebih banyak air, aku tidak ingin merepotkannya. Aku pun menyuruhnya tidur dan mengatakan akan membangunkannya kalau sudah saatnya. Sebelum kembali tidur suamiku mengatakan, “Gapapa Ti, bangunin aja abang, kapan aja, jangan ragu-ragu, abang ga merasa repot kok.”

19 Oktober 2013

Paginya kontraksi semakin kuat. Kali ini aku benar-benar kesakitan dan stress. Aku merasa ini bukan hanya sekedar kontraksi, tapi lebih seperti tekanan. Hanz menyarankanku untuk USG untuk memastikan bayiku baik-baik saja, karena HPL-ku sudah lewat 10 hari dan sudah hampir seminggu aku merasakan kontraksi. Walaupun sebenarnya aku merasa bayiku baik-baik saja aku dan suamiku pikir tidak ada salahnya  untuk USG.

Karena hari itu hari Sabtu kami punpergi ke klinik 24 jam, dokterku yang biasa hanya ada hari Senin saja. Sewaktu di klinik kami tidak mengatakan kapan hari pertama aku haid terakhir karena dokter akan tahu kalau aku sudah lewat HPL. Tapi kami juga tidak berbohong, kami mengatakan bahwa HPL menurut USG terakhir adalah 3 hari lagi. Walaupun demikian kami tidak bisa mengingkari ketika dokter menanyakan tentang riwayat dua persalinanku sebelumnya. Dokter tersebut terkejut kenapa aku belum ke rumah sakit untuk sesar lagi. Namun ia akhirnya mengambil kesimpulan sendiri bahwa mungkin aku belum tahu “peraturan” yang ada di negara ini karena aku dan suamiku memang pendatang.

Hasil USG menyatakan bahwa bayiku baik-baik saja, air ketuban masih banyak dan jantung bayi pun bagus, tapi bayiku ternyata belum masuk panggul. Dokter mengatakan bahwa bayiku 2,1 kg dan berdasarkan berat tersebut kehamilanku masih seperti berusia 34 minggu yang berarti HPLku masih enam minggu lagi! Kami agak terkejut karena kami masih ingat berat bayi terakhir USG 3,1 kg, dan untuk menunggu enam minggu lagi, dengan kontraksi ini, tekanan ini, sakit ini, subhanallah… Aku tidak bisa membayangkannya.

Malamnya suamiku berdiskusi dengan Hanz. Dia khawatir karena berat bayiku turun, dalam istilah medis Intrauterine growth restriction (IUGR). Hal ini terjadi apabila ibu kekurangan protein. Tapi kami pikir itu rasanya tidak mungkin karena kami sangat serius dalam mengkonsumsi protein. Lagipula apa hubungannya berat bayi turun sama rasa sakit yang kurasakan selama ini?

Akhirnya Hanz menanyakan kepadaku, apakah aku bersedia untuk mengabaikan hasil USG terakhir dan hanya mengikuti instingku. Aku bilang yes, insya allah aku yakin bayiku baik- baik saja. Masalahnya bukan pada bayiku tapi padaku.

Aku sempat berpikir ada yang salah dengan “otot melahirkan”ku, mungkin dokter memotongnya waktu terakhir sesar. Aku hampir saja depresi.

20 Oktober 2013

00.30

Tekanan yang kurasakan semakin kuat membuatku tidak bisa tidur sama sekali. Rasanya aku sudah tidak tahan lagi, tapi aku tidak terfikir untuk pergi ke rumah sakit. Aku hanya berfikir tidak ada yang bisa menolongku, aku hanya harus menghadapinya sendiri. Suamiku sangat khawatir melihatku kesakitan. Dia juga tidak bisa tidur. Kukatakan padanya agar tidak khawatir, setidaknya tidak di hadapanku. Aku memintanya untuk kuat, apapun yang terjadi. Kami berdoa agar Allah menolong kami, memberi petunjuk kepada kami dan memudahkan segala urusan kami. Malam itu merupakan malam yang paling mengharukan sepanjang perjalanan kami…

08.00

Tekanan yang kurasakan semakin bertambah kuat. Tapi aku tetap berusaha untuk melakukan pelvick rocks (menggoyang panggul). Walaupun sebetulnya aku tidak tahu apa yang sedang terjadi padaku dan sampai kapan aku harus merasakan ini, aku hanya merasa aku harus melakukan apa yang harus kulakukan. Aku pikir kalau memang bayiku belum masuk panggul maka aku harus berusaha supaya bayiku masuk panggul. Namun kemudian aku tidak bisa berdiri lagi, duduk atau melakukan apa-apa lagi. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan kecuali berdoa kepada Allah, “Ya Allah, kumohon padaMu ya Allah, berikanlah aku keputusanMu..”

Mulai saat itu aku sibuk mengendalikan diriku. Suamiku yang akan melanjutkan kisahnya.

***

Bersambung…

78 thoughts on “Kisahku Melahirkan Normal di Rumah setelah Dua Kali Sesar #1

  1. Amani birth gak bikin pelatihan di jogja yaaaa….terutama di jogjaa huhu #hope
    Dulu kayanya pernah datang emang Aisha Al Hajr, tapi di Jakarta. Kalo gak salah tiketnya mahal beut…lupa berapanya. Tapi emang worth it ya mba..

    1. Mba kalo mau ikutan d group tentang Vba2c gimana? Aq udah 2x cs , skrg hamil lg d usia anakku yg k 2 3thn.. Sampai skrg aq masih bingung apa harus senang atau sedih krn takut cs lagi tapi dokter ngotot harus cs..mohon balasannya mba ?

  2. Kalau ana kemaren ikut kelasnya sis. Kalau pelatihannya emang mahal. Kalau ikut pelatihannya bisa ngajar jadi CBE atau doula. Tapi di indonesia kayaknya belum ada yg certified, mungkin kendala bahasa. Textbooknya english. Dan persyaratan sertifikasinya juga lumayan, need effort. Allahua’lam.

  3. Mbak Muti, Maa syaa Allaah, ternyata kisahnya begitu mengharukan. Ana jg VBAC, lahiran pertama sc karena sungsang, padahal sudah bukaan full, dan kontraksinya bagus, tetep disarankan sc oleh bidan dan dokter. Tapi mbak Muti sampai 2x sc pun bisa VBAC, di rumah pula,, Maa syaa Allaah. Ana tunggu kelanjutan kisahnya,, Baarokallaahu fiiky.

    1. @ummu ukasyah, alhamdulillah melahirkan normal menyembuhkan “luka” ya.. Kisahnya lanjut di sebelah.

  4. Masyaallah, terjawab sdh penasaranku. :’) Jd inget pembantuku dl, 2 kali melahirkan sendiri di rmhnya. Dukun bayi dtg cmn buat motong tali pusar.

    1. Alhamdulillah arifa.. Ternyata pembantu juga bisa ya, ga mesti ngambil kelas childbirth segala. Masya allah. Bahkan motong sendiri pun ternyata bisa juga. Masya allah.

  5. subhanallah.. ceritanya benar2 mengharukan.. sebuah perjuangan panjang seorang ibu yg memiliki azzam yg kuat tuk melahirkan normal.. masyaaAllah..

  6. MasyaAllah, baarakallahu fiik umm. Jika Allah berkendak, maka tidak ada yang menghalangi. Dan seorang ibu sharusnya bs melahirkan normal. Melahirkan normal sangat nikmat dan seru….he2 hebohnya ktk bayi akan keluar sj, ttp setelah bayi keluar, bisa melihatnya dan memeluknya serta menyusuinya, maka hilanglah semua rasa sakit itu…

  7. Afwann um, ana skrg jg lg hamiil. Sungsang 36w,,blh sharingnya um,, jazakillah

    1. Mba hafifah… Kmrn kenalan saya vbac lahir sungsang dengan dokter ^^ semangaaaat.

      Ibu2 yg mau sharing2 sila email saya di umisumayyah et gmail dot com yaaa ^^d

  8. subhanallah….saya sangat terharu karena anak saya yg pertama jg caesar, skrg usianya sd 2 thn, insya Allah kalo dikasih hamil lg sama Allah sy ingin lahir normal, krn saya dan suami jg pngen memperbnyak umat Muhammad.

  9. masyaa allah..allahu akbar, sy nangisss umm bacanya… sy adalah slh 1 ibu yg menginginkan persalinan normal ,stlah 2x sesar.. baca ini sy mrasa ada harapan . krn pny trauma jg di sesar ke2, mengalami sakit kracunan obat smpe hrus mnum obat slma 1thn dan smbil menyusui. saya butuh masukkan dan info nya umm.. syukron

    1. Subhanallah… Barakallahu fiik mba timi. semoga mba cepat pulih ya… Insya allah, di mana ada kemauan di situ ada jalan. Email saya mba di umisumayyah et gmail dot com, kita ngobrol2.. Alhamdulillah kisah saya bisa bermanfaat buat mba, semoga kisah sukses vba2c berikutnya adalah kisah mba ^^

  10. Salam kenal bu.
    Sangat menyentuh kisahnya, sy menangis entah apa sebab. Semangat yg luar biasa bu. Sy pun selalu kepingin lahiran di rumah saja pai tidak ada yg mendukung termasuk saudara yg juga seorang bidan, semoga persalinan selanjutnya dimudahkan.
    Mbak, kucari fb nya kok tidak ada ya?

  11. Secara ga sengaja sy menemukan tulusan mb… Subhanallah… Campur aduk rasanya membaca tulisan mbak…
    Kebetulan saat ini sy lg hamil 35w, anak yg ke 4 dan ketiga anak sy lahir dg proses sc.
    Jujur mb, sy kadang merasa sedih dan bersalah, kurang optimal dlm berusaha sehingga hrs sc.
    Masih mungkin kah untuk vbamc? Perasaan takut dan keinginan untuk lahir alami campur aduk… Mohon support & masukannya mb Mutiara…

    1. Insya Allah tidak ada yang tidak mungkin. Allah ciptakan kita para ibu untuk bisa hamil dan Allah tidak lupa menciptakan kita untuk bisa melahirkan jauh sebelum teknologi sc ditemukan. Alhamdulillah banyak teman2 kita yang pernah sc yang sudah sukses VBAC lho Mba.. Sila singgah ke www. Kisahvbac.com

      saya tunggu emailnya Mba.

  12. Alhamdulillah, Allah Akbar, subhanallah. Saya juga berharap dapat melahirkan anak dengan normal insya allah atas izin-Nya. Kalau ada waktu luang, saya mau sharing-sharing mbak.

  13. Mbak… Sharingnya bener2 bikin saya makin yakin, klo setiap wanita yang mengandung pasti bisa melahirkan secara normal, cuman ya kendalanya pihak medis yg dianggap kompeten terkadang lebih suka menakut nakuti ketimbang mensupport. Setelah baca tulisan mbak ini, trauma aq hilang mbak… Alhamdulillah bermanfaat banget artikelnya. Jazakillah khayr…

    1. Ummu abdullah, wa jzakillah khayr. Alhamdulillah. Kontak saya kalau hamil umm.. Kita sharing lebih detail lagi.

  14. Subhanallah.. Sya jug umm..
    Adalah salah satu ibu yg anak pertamanya lahir ceasar.. Umur anak saya 2 tahun 2bulan… Sya pengen bgd umm lahir normal.. Normal selamanya.. Ya Allah semoga dmudahkan jug persalinannya nanti jika saya dpercayai untuk hamil anak kedua umm.. Amien…

  15. Subhanallah.. Sy kagum dan terinspirasi membaca kisah ummi.. Sy 2x caesar, anak yg pertama krn preeklamsia, yg ke2 meninggal dlm kandungan dan harus di caesar lg tgl 3 september kmarin.. Sedih rasanya ummi.. Sy ingin normal, tp sy dilema krna takut anak sy meninggal lg.. Sy ingin punya anak banyak.. Bisakah sy mewujudkannya? Ummi mohon masukannya.

    1. Apa yang kedua juga karena preeklamsia?

      Kehamilan yang sehat mengantarkan kita ke persalinan dengan tingkat keselamatan yang tinggi. Insya allah dengan memperbaiki pola makan kita bisa menghindari resiko serupa. Allahua’lam.

  16. Bismillah,,, semoga Alloh juga memudahkan, memberikan kekuatan dan kesabaran untuk bisa vbac , support dari temen2 yang sdh sukses vbac sangat ditunggu mengingat suseh menemukan nakes yang pro vbac…

  17. “Sungguh menyakitkan sendirian tanpa hijab dikelilingi oleh orang-orang tidak dikenal. Dan aku tidak ingin mengalaminya lagi” ini sering terabaikan,bahkan oleh suami saat istrinya sedang melahirkan. Terima kasih atas sharingnya.

  18. Mbak mutiara slm kenal..
    Sy lg hmil anak ke3 stlh 2x sc. Uk saat ini 6bln.. Sy pngn skli bs sukses vba2c spt mbak mutiara. Klo berkenan, sy boleh minta contact mb mutia utk sekedar berbagi tips nya. Silahkan email saya ke ajeng.niar18@gmail.com
    Terimakasih…

  19. mba ga sengaja baca postingannya saya jadi punya harapan baru… sekarang saya lg hamil 2 bulan, padahal anak pertama saya baru 1,5 bulan lahir sc….
    kira2 saya bisa lahir normal gak ya mengingat jarak lahirny yg twrlalu dekat…
    padahal saya maunya lahir normal krna saya trauma masuk ruang operasi…

  20. mba ga sengaja baca postingannya saya jadi punya harapan baru… sekarang saya lg hamil 2 bulan, padahal anak pertama saya baru 1tahun 5bulan lahir sc….
    kira2 saya bisa lahir normal gak ya mengingat jarak lahirny yg twrlalu dekat…
    padahal saya maunya lahir normal krna saya trauma masuk ruang operasi…

    1. Insya Allah bisa.. ga ada yg ga mungkin. Perbaiki nutrisi, fokus pada protein. Insya Allah akan membantu pemulihan bekas luka sc. Terakhir saya punya teman yang jarak sc dan kehamilan berikutnya itu 3 bulan. Sebelumnya ada juga yang 4 bulan. Alhamdulillah bisa VBAC mereka. Insya Allah MBA juga bisa, semangat ya.. Barakallahu fiik.

      1. Assalamu’alaikum umm Sy jd semangat buat melahirkan normal setelah BCA kisahnya Ummu masyaAllah perasaan jd campur aduk luar biasa semoga Sy bs melahirkan normal sekarang anak Sy dua di sesar semua ini yg ketiga jaraknya 2 tahun, boleh minta kontaknya Ummu mau berbagi. Jazakillah khair barakallahu fiik

  21. assalamu’alaikum. alhadulillah sy skrg lg hamil 7 bln untuk anak ke2. yg pertama sesar krn sungsang. akan tetapi hati ini lg tdk menentu apakah nanti hrs melahirkan sesar ataukah vbac? sbenarnya sy sgt ingin bisa melahirkan normal agar bs memperbanyak umat nabi muhammad tp seperti yg dikatakan umm mmg sgt sulit menemukan orang, bidan,dokter yg pro vbac. mohon berikan semangat kpd sy bagi teman2 yg sdh berhasil vbac. dan apakah yg bs vbac hanya yg memiliki sayatan sesar melintang/mendatar krn sayatan saya vertikal di bawah perut. mohon masukannya……. agar hati ini semakin kuat dan yakin untuk vbac.

    1. Ingin VBAC itu fitrah kita MBA sebagai wanita. Dan insya Allah resiko VBAC dibandingkan RCS atau sesar berulang lebih kecil. Saya ada teman yang sc 2x sayatannya vertikal, dan ada juga yg 3x sc. Alhamdulillah mereka berhasil VBAMC. Insya Allah MBA juga bisa. Ga ada yang ga mungkin. Dengan izin Allah. Semangat MBA..

  22. assalamualaikum mba muti yth.
    sy sangat tertarik sekali dengan cerita mba muti dan cerita2 di blog kisah vbac. jauh sebelum sy dinyatakan positif hamil lg sy sudah berniat dlm hati jika suatu hr sy hamil sy harus bs vbac krn sesungguhnya proses melahirkan itu alami. oh ya, sebelumnya riwayat persalinan pertama sy sc.
    mba ,apabila berkenan bolehkah sy bergabung kgrub vbac mba muti?
    sebelumnya sy sudah pernah mengirim email k mba tp blum ada jawaban.
    apabila berkenan ini no hp sy 085295488478 atw email sy alienkhairunnisa25@gmail.com
    terima kasih sebelumnya.

  23. Kisah mba adalah kisah pertama yg sy bc. Sy sangat terharu dg perjuangan mba, sekaligus menjadi penyemangat sy
    tuk lahir normal stlah 2×sc.

  24. Dear mbak Muti, skrg sy sedang cemas krn akan melahirkan anak ke2, 7th yg lalu melahirkan sesar dan skrg dokter menyarankan untuk normal. Skrg sdh memasuki minggu ke 39/40 minggu tp sejak kemarin ada keluar darah segar dan gumpalan yg banyak seperti nifas. Sy jg takut kl melahirkan normal ada resiko sobek rahim krn sy tdk tau SC terdahulu seperti apa. Apakah pendarahan yg terjadi termasuk wajar?smp skrg mucus blm keluar, kontraksi jg masih biasa saja, terakhir ke rs bidan bilang blm bukaan, tp sampe besok paginya masih keluar darah lumayan, dan setiap bak sll ada gumpalan darah. Sy jg diberikan obat induksi oleh dokter, krn dokter menyarankan lahir normal jk memang tdk ada kendl krn kepala janin sdh dibawah. Tp sy takut krn pendarahan yg terjadi dan obat induksi yg diberikan ( sy pernah bc bila vbac tsk boleh diinduksi). Apakah mbak mutiara bisa bantu sy? Mohon replay segera mengingat umur kehamilan yg sdh sangat dekat dg kelahiran.

    1. Mb dewi… Mohon maaf karena keterbatasan kemampuan saya baru baca komennya. Semoga mb dewi sudah bersalin dan dalam keadaan sehat dan selamat begitu juga si kecil, semoga menjadi anaknyg shalih dan penyejuk mata orang tuanya. Aamiin,

  25. Assalamualaikum mbak mutiara,
    Sy lg hamil 3 bln anak ke 3,2x caesar.tp sy msh berharap bs normal mbak,kdg sy meyakinkan diri sendiri bahwa Alloh menciptakan kpd wanita bs hamil jg menciptakan jalan lahir yg alami,tp kdg jg krg pe de mbak.mohon saran dan semangatnya mbak.jazakillah.wassalam

    1. Waalaykumussalam. Gimana sekarang mb dewi… *jempol* keyakinan yang latut dipertahankan mb.. Semoga Alah mudahkan persalinanya.

  26. Assalamualaikum mba Muti, sy ingin sekali bergabung di group vbac, apa bs sy gabung mba ? Sy sdh 2 kali caecar, 2 kali di kuret, sy sgt butuh teman2 yg menginspirasi, sebelumnya trm ksh mba Muti ,,,

  27. Sunhanallah mba , , sya jg pngn bgt lahiran normal stlh sesr y prtma . . Karna lhran pertama trllu di buru2 , , mudh2an sya bisa lahiran normal ,amin

  28. Subhanalloh Mb…sy jg png skali vbac, ini lg hamil 5,5bln ank k 3, ank kdua sc. Apa ak bs gabung grup vbac mb? Jazaakillah…

  29. Alhamdulillah, saya seorang suami yang menemani perjuangan isteri ketika melahirkan anak ketiga secara normal, dimulai dengan mengikuti prenatal class sampai menemani di saat tahapan kontraksi sampai terakhir saya ikut yang menangkap bayi ketika lahir dan memotong tali pusat bayi…. semoga para bunda yang telah dan sedang melahirkan mendapat ridho dari Allah.

  30. Alhamdulillah, saya seorang suami yang menemani perjuangan isteri ketika melahirkan anak ketiga secara normal setelah anak pertama dan kedua caesar, dimulai dengan mengikuti prenatal class sampai menemani di saat tahapan kontraksi sampai terakhir saya ikut yang menangkap bayi ketika lahir dan memotong tali pusat bayi…. semoga para bunda yang telah dan sedang melahirkan mendapat ridho dari Allah.

    1. Masya allah pak. Aamiin. Semoga si kecil juga menjadi anak yg shalih dan penyejuk mata kedua orangtuanya.

    2. Masya allah pak. Aamiin. Barakallahu fiik. Semoga si kecil juga menjadi anak yg shalih dan penyejuk mata kedua orangtuanya.

  31. assalamualaikum mbak mutti..
    mbak trimakasih sdh bkin saya mrsa ykin klo saya bisa vbac stlh khamilan prtma saya sc & diusia anak saya 1thn 5bln ank saya mninggal krna demam.. sbnrnya sangat trauma untk pnya ank lg krna saya tkt khlngn & yg trtnggl hnya bekas sc.. skrng khmln saya msuk 10mnggu tlng doa & suportnya ya mbak biar bsa vbac sprti mba mutti :)

  32. Subhanallah…mba mutiii…saya juga pengen bgt vbac, usia anak pertama 3,5 tahun…dokter sih mendukung buat normal…tp saya takut kl dokternya berubah pikiran…boleh kasi tau tanda tanda persalnan mis, tanda sudah pembukaan, induksi alami, dll.. makasi y mba mutiii…semoga mba dan kekuarga selalu diberkahi

  33. alhamdulillah ,allah telah mengabulkan doa ku .wlpn sy sama seorang Dr d ponis tidak bs melahirkan normal setlh 2 kali sc,ttp semuanya hanya allah yg mnntkan..alhamdulillah saya bisa melahirkan dngn normal,dengan dukungan seorang Dr yg baik pula (gant Dr yg pertm) sy bs mlhrkan dgn normal…tak henti ny sy brcap syukur..karena semua ini perjuangan yg sangat berat…buat para ibu yg pngn melahirkan normal yg sudah 2 x sc,ilmu nya banyak2 berdoa siang dan malam terutama solat malam jgn lupa..minta doa orang tua jgn lupa..sering periksa kehamilan..insya allah jika allah berkehendak apa pun ga ada yg tak mungkin..

  34. Subhanallah trharu melihat perjuangan ukhti. Pingin banget bisa melahirkan normal. Anak pertama sc karena ketuban pecah dan tidak ada pembukaan sama skali. Usia anak udah 19bulan, saya hamil lagi 11week. Takut rasanya, setiap mau periksa selalu ditakut2in kok bisa mbak sudah hamil lagi, jarakx trlalu dekat banget otomatis sesar lagi mba. Mengingat operasi pertama aq takut, akankah bisa melahirkan normal dgn jarak dekat…gimana rasa sakitx sesar yg kedua dgn jarak yg dekat??? Huaaaaaa,… Ga kebayang deh

  35. Assalamu’alaikum… Slam kenal ukhti. Alhamdulillah anak sya sudah umur 19bulan.dan skarang sya lg hamil 11week. Mengingat anak pertama lahiran sc karena ketuban pecah,apakah bisa anak keduaq nanti bisa lahiran normal. Pdhal jarak khamilan trlalu dekat skali. Sya msih trauma bnget sc yg pertama sakitx luar biasa. Ga kebayang sc yg ke2 skitx gimana? Stiap kontrol slalu deh dtakut2in sama bidanx. Jdix parno mnghadapi prsalinan ke2…???

  36. Mba kisah y sngat bermanfaat…. Nama sy didah skrg sdg hamil anak k 2 usia 9 minggu ank prtm sc tp skrg pngn normal…. Apa sj tips2 yg pling pnting yg hrs sy lkukukan…. Trmksh….

  37. Mba saya ingin gabung di grup wa vbac..ingin cari2 info bagaimana melahirkan normal setelah caesar 2 kali mba..

  38. Mba saya ingin gabung di grup wa vbac soalnya saya ingin cari info lebih banyak agar bisa melahirkan normal setelah caesar 2 kali. Terima kasih mba

  39. Assalamu’alaikum mbk mutiara…
    Alhamdulillah saat ini saya hamil 2 bulan anak ke 5 , 3kali sc ,anak pertama normal ke 2,3,4 sc sekarang usia anak ke4 saya 3 thn…. apakah ada kemungkinan untuk lahiran normal ? Mohon pencerahannya mbk?
    Jujur saya takut untuk sc lagi , saya juga takut lahiran normal takut sobek kandungan dalam, mungkin ada solusi untuk masalah saya terima kasih wasallamu’alaikum

  40. Ass..mba Muti..baca kisah mba bikin sy jd bertekad utk bisa melahirkan normal..sebelumnya saya gak pernah berpikir utk bisa normal apalagi stelah 2x SC..skrg sy lg hamil ank yg ke 3,ank pertama n kedua SC..jd niat bget mau melahirkan normal juga..mohon bimbingannya mba…email saya srimagadalena1986@gmail.com

  41. Mbak boleh saya sharing ke mbak mutiara
    Saya sudah hamil 39 minggu nunggu detik2 melahirkan karna terakhir saya periksa dr suruh sc lg karna riwayat y pertama sc
    Alasanya dr karna bayi bb na 3,3 katanya terlalu besar makanya disuruh sc lg
    Sedang saya pengen lahir normal kash saran dong mbak

  42. Bismillah,

    Untuk para pembaca sekalian, ini adalah komentar saya yang terakhir di tulisan ini. Alhamdulillah saya bersyukur kepada Allah kisah ini bisa menjadi manfaat. Insya Allah saya sudah membalas e-mail yang masuk juga membalas PM via FB. Namun apabila ada yg terlewat saya mohon maaf.

    Alhamdulillah saya sangat takjub dengan antusias para ibu yang pernah melalui persalinan SC untuk bisa melahirkan per vaginam. Saya ikut sedih dan merasakan kepedihan para ibu yang trauma dengan pengalaman SCnya sehingga mau berusaha mencari informasi seputar VBAC sampai akhirnya sampai kepada kisah saya ini. Bagaimanapun akhirnya semoga niat mulia para ibu untuk meramaikan ummat Muhammad shallahualayhi wa sallam diterima Allah.

    Bagi yang mengetahui bahwa saya memiliki sebuah grup support vbac di WhatsApp maka saya nyatakan grup tersebut sudah saya tutup.

    Selanjutnya silahkan simak http://www.kisahvbac.com dan follow FB Page: VBAC Tanya Saya. Saya berharap dengan wasilah ini pengetahuan tentang VBAC bisa mencakup lingkaran yang lebih luas lagi dibandingkan hanya berputar di sebuah grup kecil di WhatsApp.

    Sesungguhnya saya hanyalah manusia biasa, dan sampai di sini sudah kemampuan saya memberi komentar, merespon e-mail dan PM dari pembaca.

    Demikian informasi dari saya.
    Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu ala ilaaha illa anta Astaghfiruka wa atuubu ilayh.

  43. Mendangar ceritanya subhanalloh sekali. Ingin juga merasakan melahirkan normal setelah SC anak pertama karena bayi sungsang.
    Mau tanya, kalau jahitan traditional, apa bisa mempengaruhi juga? Karena saya baru tahu ternyata saya SC dengan jahitan traditional. Jd apa bisa melahirkan secara normal anak kedua? Mohon jawabannya.

  44. Assalamualaikum mba Muti…aku gery…aku terisnpirasi bngt baca artikel mba…akku kbtulan hamil 5 bulan dn udah 2 kali caesar…tpi spertinya bnyak yg tdak mndukung aku dan suami untuk mlahirkan normal..trutama dokterku…padahal jarak anakku yg ke 2 udah hmpir 5 tahun..ow iya aku jga caesar prtama skalian pngankatan kista di di ovarium kanan..dn skrang aku butuh support untuk mlahirkan normal…mhon doanya ya..supaya aku bsa dpt dokter muslim yg pro normal amiinmm

  45. Masya allah… Mbak.. Sangat menginspirasi. Semoga di lahiran yg ketiga ini saya juga bisa seperti mbak. Setelah 2 kali melakukan caesar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *