Kenapa Anak Suka Bertanya?

Bunda, mau tahu kenapa anak suka bertanya?

Sebelum mendapat jawabannya, saya balik tanya dulu ya :)

Kalau Bunda habis beli gadget baru, apa yang biasanya Bunda lakukan dengannya?
Langsung taruh di lemari,
Atau saban hari diutak-atik terus sampai tahu seluk-beluknya?

Kalau Bunda sedang belanja di pasar atau swalayan,
Lalu ketemu produk baru yang belum pernah dilihat sebelumnya,
Kira-kira Bunda langsung meluncur pergi,
Atau mampir dulu melihat-lihat si produk baru?

Kalau Bunda masih ingat,
Bagaimana kesan ketika pertama kali melihat motor matic?
Padahal biasanya lihat motor ber-gigi.

Bagaimana kesan ketika pertama kali menyentuh smartphone?
Padahal biasanya tekan-tekan tuts handphone.

Itulah sebenarnya yang dirasakan anak-anak :)

Mereka itu baru hidup di dunia ini selama beberapa bulan atau beberapa tahun. Bandingkan dengan kita yang sudah berkepala 2, 3, bahkan 4 ini. Kita saja yang sudah setua ini masih sering “kepo” kalau lihat barang baru. Iya, enggak?

Anak-anak itu baru tahu bahwa untuk mengiris bawang diperlukan pisau. Mereka belum tahu kalau pisau itu tajam. Jadinya, penasaran deh mau coba sendiri.

Mereka juga belum paham, kenapa pagi-pagi itu terang. Kenapa ada benda bulat menyilaukan di atas sana. Apa itu?

Tidak ketinggalan rasa penasaran, kenapa langit tiba-tiba gelap selepas maghrib? Mana si benda menyilaukan tadi pagi itu?

Apa sih benda yang sedang terbang di atas sana? Imut deh kayaknya. Ada sayapnya, beda dengan kita.

Atau dia lihat ada hewan di dalam air. “Kasihan ‘kan dia tenggelam,” mungkin anak-anak berkomentar begitu. Bahkan mungkin berlanjut, “Bagaimana dia bernafas?” Karena anak-anak tahu susahnya bernafas kalau kepala ditaruh dalam air.

Maka, tersenyum-senyum saja ya kalau anak-anak suka bertanya,

“Ini apa?”
“Itu apa?”
“Kenapa kita mau pergi?”
“Kenapa ikannya dipotong?”
“Kenapa Ibu pakai sabun?”
“Kenapa Ayah bawa tas?”
“Kenapa kipas angin bisa menyala?”
“Kenapa Ibu pakai jilbab?”
“Kenapa orang itu tidak pakai jilbab?”
“Kenapa Ayah shalat di masjid?”
“Kenapa lampunya tiba-tiba padam?”
“Bagaimana caranya burung berjalan?”
“Bagaimana caranya bikin permen?”

Daaan seterusnyaaaaaa ………….

Jawablah dengan bijak, jangan asal jawab. Rasa ingin tahunya pertanda dia bersemangat untuk belajar. Banyak hal baru yang belum pernah dia ketahui dalam hidupnya. Dia begitu antusias menyelaminya.

Samalah kayak kita, yang begitu antusias mencari tahu seluk-beluk sesuatu yang baru kita jumpai. :)

Iya, ‘kan?

#

Jogja, 12 Rabi’ul Awal 1436 (3 Januari 2015),
Athirah

Athirah (Ummu Asiyah), ibu rumah tangga dari dulu sampai sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *