Kelola Puasa di Bulan Syawal: Bayar Utang Puasa dan Puasa Sunnah 6 Hari

Ketaatan demi ketaatan adalah sebuah kenikmatan. Bayangkan, sebuah karunia yang diikuti oleh karunia lainnya.

Ramadhan sebulan penuh telah berlalu. Kini Syawal menyusul, mari kita sambut.

Selama bulan Ramadhan, seluruh muslim dan muslimah diwajibkan berpuasa. Pada bulan Syawal ini, ada kesempatan untuk memperoleh pahala puasa setahun. Cukup dengan sebulan puasa Ramadhan dan enam hari puasa selama Syawal.

Berbeda dengan pria, kaum wanita punya tantangan sendiri dalam merengkuh kemuliaan tersebut. Sewaktu Ramadhan, mungkin dia mendapati masa haid. Itu terhitung sebagai utang puasa yang wajib dia ganti di luar bulan Ramadhan. Bila dia ingin mengerjakan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal, tentu dia terlebih dahulu wajib mengganti (qadha) utang puasa Ramadhannya.

Berikut ini adalah arahan Syaikh Ibnu Utsaimin tentang wanita yang memiliki utang puasa ramadhan, sementara wanita tersebut ingin puasa syawal,

إذا كان على المرأة قضاء من رمضان فإنها لا تصوم الستة أيام من شوال إلا بعد القضاء ، ذلك لأن النبي صلى الله عليه وسلم يقول : ( من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال ) ومن عليها قضاء من رمضان لم تكن صامت رمضان فلا يحصل لها ثواب الأيام الست إلا بعد أن تنتهي من القضاء

“Jika seorang wanita memiliki utang puasa ramadhan, maka dia tidak boleh puasa syawal kecuali setelah selesai qadha. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadan, kemudian dia ikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal ….’ Sementara orang yang masih memiliki utang puasa ramadhan belum disebut telah berpuasa ramadhan. Sehingga dia tidak mendapatkan pahala puasa 6 hari di bulan syawal, kecuali setelah selesai qadha. (Majmu’ Fatawa, 19:20). (http://www.konsultasisyariah.com/qadha-puasa-ramadan-atau-puasa-syawal/)

Agar bulan Syawal ini terkelola optimal, mati kita lakukan kalkulasi sederhana:

  • Masa liburan (mudik, silaturahim ke keluarga, atau ziarah ke rumah kawan) = 7 hari
  • Masa haid (perkiraan, berdasarkan kebiasaan haid pada bulan sebelumnya) = 7 hari
  • Utang puasa Ramadhan yang harus diganti = 7 hari
  • Puasa sunnah Syawal = 6 hari
  • TOTAL = 27 hari

*) Perkiraan jumlah hari pada bulan Syawal = 30 hari
**) Kemungkinan waktu luang (untuk tidak berpuasa) = 30 – 27 = 3 hari.

Waktu luang tersebut dialokasikan andai wanita tersebut sakit, pergi menghadiri undangan walimah/pesta pernikahan, atau ada halangan lainnya.

Contohnya, hari ini adalah 11 Syawal 1436 H. Mayoritas orang sudah kembali ke aktivitas rutinnya (kerja, sekolah, dll.); masa berhari raya telah selesai. Berarti, pengelolaan waktu Anda adalah:

  • Masa liburan (sudah lewat) = 11 hari
  • Masa haid (misalnya 6 hari) = 6 hari
  • Utang puasa Ramadhan = 6 hari
  • Puasa sunnah Syawal = 6 hari
  • TOTAL = 29 hari

Andai bulan Syawal ini berjumlah 29 hari, berarti pada sisa hari di bulan Syawal ini, Anda sebaiknya berpuasa setiap hari (untuk membayar utang puasa dan mengerjakan puasa sunnah Syawal) kecuali pada hari-hari haid. Anda tidak punya waktu luang karena waktu luang sudah teralokasikan seluruhnya pada awal bulan Syawal (selama 11 hari).

Nggak apa-apa agak “capek” pada bulan Syawal ini. Ingat enaknya kalau dapat keutamaan yang dijanjikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : )

Dari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian dia ikuti dengan 6 hari puasa Syawal, maka dia seperti berpuasa selama setahun.” (HR. Muslim, no. 1164)

Baca juga: http://www.konsultasisyariah.com/qadha-dulu-ataukah-syawal-dulu/

Barakallahu fikum. Semangat, Ibu-ibu!

***

Athirah Mustadjab

Artikel UmmiUmmi.Com

Athirah (Ummu Asiyah), ibu rumah tangga dari dulu sampai sekarang.

One thought on “Kelola Puasa di Bulan Syawal: Bayar Utang Puasa dan Puasa Sunnah 6 Hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *