Ingin Anak Tangguh dan Mandiri? Biasakan Mereka Menyapu Rumah

Bila Anda tengah mencari alasan untuk membiasakan anak-anak Anda melakukan pekerjaan rumah tangga, “Nak, karpet ini nggak bisa bersihin dirinya sendiri,” selamat, ilmu sains mendukung Anda!

Riset ilmiah menunjukkan bahwa membersihkan rumah, membuang sampah (keluar rumah untuk diambil tukang sampah), melap jendela, dan lain-lain bisa melenyapkan sifat-sifat buruk dan menumbuhkan keterampilan, kepercayaan diri, rasa tanggung jawab, empati, dan sikap respek (menghargai orang lain). Semakin dini Anda memulai bagi anak Anda, semakin bagus hasilnya.

Riset tersebut mengamati 84 orang anak pada usia pra-sekolah mereka. Kemudian pengamatan dilanjutkan sewaktu mereka berusia 10 tahun, 15 tahun, dan pertengahan 20 tahun. Hasilnya menunjukkan, anak yang mulai dibiasakan mengerjakan pekerjaan rumah pada usia 3 tahun dan 4 tahun cenderung memiliki hubungan sosial yang lebih baik, sukses di bidang akademik, dan mampu mengurus dirinya sendiri dibandingkan anak yang baru dibiasakan melakukan pekerjaan rumah tangga pada masa remaja atau bahkan tak pernah dibiasakan sama sekali.

Menurut Richard Rence – seorang psikolog-perkembangan di Paradise Valley, Ariz, dan juga penulis untuk sebuah buku yang akan segera terbit (berjudul Can-Do Kids) – membiasakan anak mengerjakan pekerjaan rumah tangga sebenarnya bisa menjadi strategi yang lebih baik untuk membina kemampuan interaksi sosial yang positif secara jangka panjang serta kemampuan akademik yang baik, dibandingkan mengikutkan anak dalam kegiatan ekstra-kurikuler di sekolah (yang akan membuat mereka tak lagi punya waktu untuk mengerjakan tugas-tugas rumah tangga). “Zaman sekarang orang tua berharap anaknya sibuk dengan kegiatan yang bisa mengantarkannya menuju kesuksesan, tapi ironisnya, kita justru tidak mengajarkan sesuatu yang sudah terbukti menjadi kunci kesuksesan. Yaitu, pekerjaan rumah tangga,” paparnya.

Memang, mengajak anak untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga terlihat kurang menantang baginya. Namun, ada beberapa cara menarik yang bisa Anda terapkan:

  1. Bukan tentang apa yang Anda katakan, namun bagaimana Anda mengungkapkannya. Berterima kasihlah kepada anak karena dia sudah membantu. Sikap Anda ini akan memunculkan identitas positif dalam jiwanya.
  2. Katakanlah, “Yuk, kita beresin kerjaan rumah!” dan Anda ikut bekerja bersamanya. Kalau Anda tidak ikut bekerja, dia juga tak akan mau bekerja.
  3. Berikan alokasi waktu utama. Luangkan waktu utama untuk membereskan pekerjaan rumah, untuk menunjukkan bahwa pekerjaan rumah juga sama pentingnya dengan pergi piknik.
  4. Buat menjadi “permainan” yang seru. Coba tantang anak, “Eh, tahu nggak rekor dunia untuk membawa sampah ke tempat pembuangan sampah lalu mendaur-ulangnya di pinggir jalan? 48,7 detik loh! Kamu bisa lebih cepat dari itu?”
  5. Ingatkan bahwa itu bermanfaat untuk keluarga. Sampaikan kepadanya, apa pun pekerjaan rumah tangga yang diselesaikan anak manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh anggota keluarga – bukan hanya untuk dia dan Anda.
  6. Jangan pernah menghadiahi mereka uang. Memberi upah kepada anak, karena dia sudah membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, bukan kebiasaan yang baik

Diterjemahkan secara bebas dari https://www.fatherly.com/research-shows-household-chores-are-a-proven-predictor-of-success-1073236718.html?xrs=RebelMouse_fb

Sumber gambar: http://blog.maryorganizes.com/2012/07/chore-sticks/

Oleh: Redaksi UmmiUmmi.Com

Artikel UmmiUmmi.Com

Athirah (Ummu Asiyah), ibu rumah tangga dari dulu sampai sekarang.

One thought on “Ingin Anak Tangguh dan Mandiri? Biasakan Mereka Menyapu Rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *