Indahnya Majelis Ilmu

Maha Suci Allah, Tuhan Semesta Alam…
Teman, taukah kalian… ? Menghadiri majelis ilmu banyak sekali keutamaannya. Rasanya pun jelas berbeda jika kita “hanya sekedar” membaca-baca buku islam atau membaca artikel-artikel agama dari internet serta mendengarkan kajian para ustad lewat radio, mp3, atau dari internet sekalipun.
Mengapa berbeda…?
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa menghilangkan satu kesulitan dari beberapa kesulitan dunia yang diderita oleh seorang mukmin, maka kelak pada hari Kiamat Allah akan menghilangkan satu kesulitan dari beberapa kesulitan akhirat yang dideritanya.. Barangsiapa yang memudahkan orang yang sedang berada dalam suatu ke-susahan, maka allah akan memudahkannya, baik di dunia maupun di akhirat. Dan Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke Surga.
 Dan tidaklah orang-orang berkumpul pada salah satu dari rumah-rumah Allah Ta’ala (masjid-masjid), sedang mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka melainkan akan turun ketenangan kepada mereka serta diliputi oleh rahmat dan mereka akan dikelilingi oleh para malaikat. Allah akan menyebut-nyebut mereka kepada siapa saja yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang diperlambat amal perbuatannya, maka dia tidak akan dipercepat oleh nasab (keturunan)nya.” [HR. Muslim]
Ya, hati menjadi lebih tenang, semangat pun menjadi tinggi kembali. Secara tidak langsung kita juga termotivasi untuk lebih meningkatkan amalan dan ibadah-ibadah yang kita lakukan, karena kita berkumpul di majelis ilmu, majelisnya orang-orang shaleh dan shalehah. Indah bukan..? Tidak perlu ada beratus orang yang menasehati, tidak perlu ada teguran, tidak perlu ada kebencian, karena yang terpenting adalah suri tauladan. Dan sesungguhnya suri tauladan terbaik adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam…
Carilah teman yang Shaleh dan Shalehah
Keimanan itu bersifat fluktuatif, kadang di atas (dan ketika itulah kita sedang semangat-semangatnya mencari ilmu, beramal, dan berdakwah), namun terkadang juga di bawah ( saat inilah keimanan kita merosot, malas menghadiri majelis ilmu, malas beramal dan meningkatkan amal, apalagi tuk berdakwah..) tetapi itu semua manusiawi. Ya, kita hanyalah manusia biasa, yang tak luput dari lupa, lalai dan dosa. Karena itu, pintar-pintarlah mencari teman dan sahabat yang baik, karena dengan adanya teman dan sahabat yang shaleh dan shalehah, akan senantiasa ada yang mengingatkan kita jika sedang lalai, ada yang dapat memotivasi kita tuk senantiasa bersemangat di Jalan-Nya, dan ada pula yang akhlaq dan ibadahnya subhanallah, yang secara tidak langsung dapat kita jadikan sebagai salah satu contoh yang baik bagi kita.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda :
“Artinya : Permisalan teman duduk yang baik dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi, penjual minyak wangi tidak akan melukaimu, mungkin engkau membelinya atau engkau mendapatkan baunya. Sedangkan pandai besi akan membakar badanmu atau pakaianmu, atau engkau akan mendapatkan bau yang tidak sedap”. [Hadits riwayat Bukhari]
Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“(Agama) seseorang (dikenal) dari agama temannya maka perhatikanlah siapa temanmu.” (As Shahihah 927)
Semoga hati kita digerakkan oleh Allah azza wa jalla untuk senantiasa menghadiri majelis-majelis Ilmu… amiin..
Afra Afifah. Ibu dari Khalid dan Khansa. Tinggal di Jakarta.

3 thoughts on “Indahnya Majelis Ilmu

  1. Afwan fra. Bukannya tempat terbaik wanita itu dirumahnya? Sejauh keterbatasan pengetahuanku, Wanita boleh ke masjid, namun tidak disukai. Yang berkewajiban mendidik istri di rumah semestinya adalah suaminya baik dengan cara mendidik sendiri, manggil asatidzah, belikan istri buku, atau yang lainnya. Adapun jika suami mau berangkat ke majlis ilmu, maka si istri juga kecipratan pahalanya. CMIIW

  2. betul ka. tempat terbaik bagi wanita adalah di rumahnya, namun, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam.. tidak melarang wanita untk pergi ke masjid, asal memenuhi syarat2, diantara berhijab syar’i..

    tidak melarang..berarti diperbolehkan..adalah dalil yg mngatakan wanita ke masjid untk shalat ataupun menuntut ilmu tidak disukai..? :)

    yg berkewajiban mendidik istri dirumah suami, betul..

    jadi kesimpulannya, bagiku keduanya tidak bertentangan…wanita boleh ke masjid dg kwajiban suami dlm mendidik istri.. wallahu a’lam bish-shawab :)

  3. Iya fra. Aku juga ngajinya di masjid kok. Kadang malah dirumah teman. Komentar diatas just a piece of thought aja.

    Mengenai yang tidak disukai itu maksudku yang tentang salah satu sahabat Nabi yang tidak menyukai istrinya datang ke masjid, namun istrinya tetap datang juga Karena memang tidak boleh dilarang. Tapi memang watak suami beda-beda sih. Ada yang fine2 aja, ada juga yang tidak suka istrinya keluar rumah meski ke masjid (mungkin karena banyak sebab).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *