Impianku Terwujud, Mendatangi Negeri Seribu Masjid

Mendatangi Pulau Lombok termasuk salah satu impian saya. Alhamdulillaah bisa terwujud ketika suami saya sedang ada seminar di sana.

Setiba di Bandara Lombok, tidak tampak sesuatu yang istimewa. Hanya tampak kerumunan penduduk setempat di luar bandara. Ternyata, menurut info yang kudengar, setelah pembangunan bandara yang baru ini (Lombok Praya International Airport) selesai, banyak penduduk setempat yang menjadikan bandara tersebut sebagai tempat wisata untuk bermain dan menyaksikan pesawat yang datang dan pergi.

Meninggalkan bandara menuju kota Mataram, saya menyaksikan pemandangan yang menakjubkan. Masyaallah …. Banyaknya masjid yang dibangun di sepanjang jalan — dengan ukuran yang tidak kecil — memang merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Akan tetapi, ada yang disayangkan, yaitu menjadi sedikitnya jamaah di setiap masjid karena tidak jarang dua masjid yang sama besarnya berdiri pada jarak tidak kurang dari 100 meter saja.

Membicarakan masjid-masjid di Lombok tak luput dari membicarakan Masjid-Kuno Bayan, yaitu masjid yang konon tertua di Pulau Lombok ini. Terletak di Desa Bayan di Lombok Utara, masjid yang berukuran kurang lebih 10×10 meter persegi ini terbuat dari atap alang-alang dan dinding kayu. Lantainya masih berupa tanah dan di dalamnya terdapat sebuah gendang yang berukuran cukup besar. Menurut penjaganya, masjid ini sudah tidak digunakan untuk shalat lima waktu tapi masih digunakan untuk shalat tarawih.

Mendatangi Pulau Lombok berarti mendatangi kota pantai. Lombok yang luasnya lebih kecil dari luas DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) memiliki puluhan pantai yang menakjubkan, masyaallah. Pulau Lombok bertabur pantai-pantai yang terkenal, yaitu Pantai Senggigi di Lombok Barat, Pantai Kuta di Lombok Selatan, Pantai Pink di Lombok Timur, dan masih banyak lagi.

Pulau Lombok terbagi menjadi empat kabupaten dan satu kotamadya, yaitu Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Selatan, dan Kotamadya Mataram. Penduduk asli Pulau Lombok adalah Suku Sasak, yang terkenal dengan tenunan songketnya. Desa yang terkenal dan masih didiami Suku Sasak adalah Desa Sade di Lombok Selatan. Penduduk Lombok mayoritas beragama Islam, dengan persentase kurang lebih 99%.

Perjalanan dari bandara menuju kota Mataram atau pantai Senggigi bisa ditempuh dengan menggunakan taksi atau bus Damri yang tersedia di sekitar bandara.

Selain terkenal dengan pantainya, Pulau Lombok juga terkenal dengan kulinernya. Salah satu kuliner yang terkenal adalah pelencing kangkung, yaitu rebusan kangkung dan tauge yang diuleni dengan sambal tomat terasi. Ada juga ayam taliwang, sate bulayak, sate rembige, dan lain-lain.

Lombok Mataram

Oleh-oleh khas Pulau Lombok yang terkenal adalah dodol rumput laut, manisan rumput laut, kain tenun songket, dan mutiara. Ada sebuah kampung di Kota Mataram yang terkenal sebagai sentra pengrajin mutiara. Namanya, Kampung Sekarbela. Di sana kita bisa menemukan kerajinan mutiara dengan berbagai ragam jenis dan kualitas, mulai dari yang harganya puluhan ribu hingga yang jutaan. Yang paling bagus kualitasnya yaitu mutiara air laut. Tak ketinggalan, oleh-oleh berupa baju bisa dicari di Pasar Cakra dengan harga yang agak miring.

Itulah catatan perjalanan saya mengitari Pulau Lombok. Semoga menjadi tambahan cakrawala bagi Anda.

***

Ririn Mardiastuty

Artikel UmmiUmmi.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *