subscribe: Posts | Comments | Email

Hidup “Pas-Pasan”

12 comments

Pas perut lapar, pas ada nasi.
Pas perlu tempat tinggal, pas dapat rumah kontrakan yang bagus.
Pas perlu kendaraan, pas ada yang ngasih tumpangan.
Pas perlu pulsa, pas ada bonus pulsa dari provider.

dompet

Hidup itu tak perlu serba turah-turah, serba berlebih.
Hidup itu tak selamanya mesti berlimpah cadangan harta dan simpanan kekayaan materi.

Hidup “pas-pasan” juga banyak enaknya ‘kan?
Datangnya pertolongan dari Allah ketika memang dibutuhkan.
Lebih nikmat rasanya, lebih tepat waktunya.

“Tidak selamanya yang kita inginkan adalah yang kita butuhkan,” pesan sebuah petuah klasik.

Kadangkala nafsu saja yang sibuk menyodorkan-nyodorkan serentetan keinginan dan angan-angan.
Padahal … belum tentu dibutuhkan.

Pas sedang lapar, yang kita perlukan adalah makanan.
Jadi, tetaplah tersenyum manis meski tak ada uang di kantong.
Toh, sudah ada tetangga sebelah yang berbaik hati “mengirimkan” santapan lezat.

Pas sedang jenuh dengan rutinitas yang monoton, yang kita perlukan adalah keceriaan.
Jadi, berbahagialah karena ada suami dan anak-anak yang mewarnai dinding-dinding rumah dengan kecerahan wajah dan keindahan akhlak. Tak perlu berlembar-lembar uang sekadar mencapai bahagia semu dengan shopping di Mall.

Selalu berprasangka baik kepada Allah adalah prinsip utama muslimah bertakwa.
Dirinya paham benar bahwa Allah Maha Mengetahui segala yang telah terjadi, sedang terjadi, dan akan terjadi.
Dirinya sangat yakin bahwa Allah Maha Mengetahui segala yang tampak dan segala yang tersembunyi.

Setiap orang telah dicatat jatah rezekinya,
Maka tak perlu sedih dengan masa lalu, tak perlu risau dengan masa depan.
Selama seseorang berikhtiar dan bertawakkal kepada Allah,
Maka pas sesuatu dibutuhkan, pas sesuatu itu akan datang insya Allah.

Yang parah:
Pas perlu hidayah taufik, ternyata Allah tak memberi.
Pas perlu bertaubat, ternyata Allah mengunci mati hatinya.
Pas perlu menghilangkan kejahilan dari diri, ternyata Allah tak mengaruniakannya semangat menuntut ilmu syar’i.
Pas perlu keistiqamahan dalam beramal shalih, ternyata Allah tak memudahkannya.
Pas mendapat rezeki berlebih, ternyata dia malah takabbur dan semakin pelit.

Yang enak:
Pas perlu hidayah taufik, pas Allah memberi.
Pas perlu bertaubat, pas Allah membuka mata hatinya.
Pas perlu menghilangkan kejahilan dari diri, pas Allah menyuburkan semangatnya menuntut ilmu syar’i.
Pas perlu keistiqamahan dalam beramal shalih, pas Allah memudahkannya.
Pas mendapat rezeki berlebih, ternyata Allah jadikan pula dia hamba-Nya yang bersyukur.

Syukurilah hidup “pas-pasan” soal perkara dunia.
Lebih bersyukur lagilah bila hidup “pas-pasan” itu dalam urusan akhirat.

Pinta yang terbaik menurut Allah, jangan yang terbaik menurut kita.

Karena:
Boleh jadi kita menyukai sesuatu padahal itu tak baik untuk kita.
Boleh jadi kita membenci sesuatu padahal justru itulah yang terbaik bagi kita.

Manis, pahit, maupun asam insya Allah akan selalu terasa manis jika Allah menghendaki.

Tersenyumlah ….

Bandar Universiti, 1 Mei 2012,
Athirah

  1. mohon ijin share

  2. mutianova says:

    Saat merasa rejeki lebih, keseringan cuma ‘numpang lewat’ hehe. Ternyata titipan buat orang lain. Kalo ga titipan, pasti ada aja yang mesti dikeluarin karena memang bukan rejekinya, sakit misalnya. Pasti pas hehe…

  3. mutianova says:

    Ada baiknya kalo merasa lebih, sebagian disisihkan sebelum Allah ‘paksa’ dengan suatu keadaan yang mengharuskan kita mengeluarkannya. Ada baiknya juga ketika pun sedang kurang, sebagian disisihkan agar mendatangkan barokah pada harta yang sedikit. Insyaallah ga rugi, malah untung terus

  4. ummu khodijah says:

    malah dgn hidup pas pasan hati lbh tenang dan tentram.klo’ pun sewaktu waktu pny rezeki lebih,digunakan aj utk membantu kluarga,teman,ttangga,dll, yg sdg mmbutuhkan.sedikit apapun kebaikan itu insyaAllah akn mendatangkan kbahagiaan

  5. pas nunggu2 athirah, eh pas nongol orangnya…
    kaifa haluki?

  6. Siip mbk athirah..

  7. mb athirah….barakallau fikum…^^ merindu…

  8. Setuju, hidup sederhana emang lebih tentram. Namun ada satu yang perlu kita koreksi. Hidup seadanya dan pas-pasan jangan menjadikan kita mudah meminta-minta n mengharap pemberian orang lain. Ingat kisah shahabat Muhajirin yang ditawari bantuan harta oleh shahabat Anshor, beliau menolak dan malah menanyakan letak pasar karena bliau ingin berusaha sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

    *sedih melihat realita

  9. masya Allah.. bagus sekali artikel ini.. barakallaahu fiykum :)

  10. ummu unaisah says:

    ijin share y umm di wall ana ^^.. jazakillahu khoiron

Leave a Reply