Disayang Ya Suaminya …

Senang dengar anti udah nikah. Disayang ya suaminya ….

Itu penggalan sms yang dikirim kawan lama saya tahun lalu. Saya suka sekali dengan bagian “Disayang ya suaminya ….

Pesan yang sangat sederhana tapi begitu dalam maknanya.

Ngomong-ngomong, ada tulisan yang bagus tentang cinta sejati seorang istri di Blog Toko Muslim. Berikut ini sedikit kutipannya. Mudah-mudahan jadi inspirasi buat kita semua.

Bandar Universiti, 6 September 2011,
Athirah

*

Sesungguhnya cinta kepada suami bukanlah berupa ungkapan-ungkapan manis yang Anda perdengarkan di kedua telinganya dan membuat hatinya berbunga-bunga. Namun, cinta hakiki adalah Anda berhasil menghubungkan hati suami dengan akhirat, memperdalam cinta kepada Allah di hatinya, menanamkan rasa takut kepada-Nya dalam sanubarinya, dan membantunya melakukan kebaikan.

sayang-suami

Sering kali wanita membangga-banggakan cintanya kepada suami. Sepanjang malam dan siang ia mendengung-dengungkan besarnya cinta tersebut. Tapi andai kita membuka tutup kebenaran, kita dapati cintanya ini hanya bersifat duniawi yang tidak kekal. Sebab, suaminya yang sangat ia cintai dan ia mengkhawatirkannya terserang masuk angin, ternyata tidak rutin melakukan shalat wajib. Bahkan shalat jumat juga tidak dikerjakannya. Ia sendiri tidak sampai hati membangunkannya untuk shalat karena takut mengganggu tidurnya. Belum lagi suami tercintanya ini perokok aktif dan suka melihat aurat wanita-wanita yang bukan mahramnya. Gemar berdusta, membicarakan keburukan orang lain, dan mengadu domba. Ia mengetahui semua kesalahan ini, tapi ia tidak ingin membuatnya gelisah dengan berbagai nasihat!

Istri seperti ini egois dan terperdaya oleh perasaannya. Pasalnya, ia mencintai sang suami semata-mata untuk kepentingan dirinya dan dunianya. Andai ia benar-benar mencintai suaminya, pasti ia mengkhawatirkan keselamatan suaminya, pasti ia mengkhawatirkan keselamatan suami dari siksa kubur dan kegelapannya, hisab dan kengeriannya. Terkadang wanita berapologi bahwa ia ingin menasihati dan menunjuki suami, tapi suami malah marah dan tidak mau menerima perkataan apa pun.

Di sini saya perlu berhenti sebentar untuk menanyai wanita yang beralasan seperti ini. Mana kecerdasan Anda? Kenapa Anda tidak menggunakan cara-cara alami yang mengalir dalam darah Anda. Cara-cara yang efektivitas, kesuksesan dan kekuatan pengaruhnya secara gambling telah dinyatakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda:

“ Aku tidak melihat orang yang akal dan agamanya kurang, tapi mampu menundukkan laki-laki yang tegas selain salah satu dari kalian (kaum wanita).” (Shahih Bukhari, Kitab Al Haidh, Bab Tarkul Haidhish Shaum, I : 83)

Wanita memiliki kemampuan menundukkan laki-laki seberapapun tinggi tingkat ketegasan dan keteguhannya. Semua orang telah mengakui kekuatan alamiah yang tertanam dalam diri wanita ini. Mereka mengatakan, “Wanita yang menimang-nimang bayi dengan satu tangan, ia mampu menggoyang dunia dengan tangan satunya.” Mereka juga berkata, “Di belakang setiap laki-laki berpengaruh, ada seorang wanita.”

Sumber: http://toko-muslim.com/blog/merindukan-cinta-sejati-istri.html

Athirah (Ummu Asiyah), ibu rumah tangga dari dulu sampai sekarang.

7 thoughts on “Disayang Ya Suaminya …

  1. Subhanallah, wanita memang pemegang peran penting suksesnya suami baik untuk kepentingan dunia maupun akhiratnya.
    saya suka artikelnya mb ;)

    1. @ ummu haura

      iya mba.. masyaalloh artikelnya bagus. makanya saya posting ulang di sini. itu dapatnya dari blog toko muslim (www.toko-muslim.com/blog) sebagaimana yg saya cantumkan di atas ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *