membuat jelly 1

Dari Jelly, Kita Belajar Arti Sebuah Proses

Banyak sekali pengalaman keseharian yang bisa kita gali maknanya. Bersama anak.

Aktivitas yang tampak sederhana bisa menjadi “guru” yang berharga.

Dari kegiatan membuat jelly, kita bisa mengajak anak memahami arti sebuah proses. Bahwa bahan makanan tak ditiup “fuuuuh” begitu saja, lalu tiba-tiba sudah jadi sajian siap santap. Bahwa nasi yang kita makan tak serta-merta muncul menjadi butiran putih yang lembut; benihnya mesti ditanam, dirawat, dipanen, diambil gabahnya, dipisahkan antara bulir beras dan kulit sekamnya, dimasak, lalu barulah bisa dimakan.

membuat jelly 1

Bahwa dalam hidup ini, untuk bisa mencapai titik keberhasilan, kita perlu melalui serangkaian proses, yang memerlukan usaha, tawakal, doa, dan kesabaran.

Keberhasilan itu bukan selamanya soal orang yang dapat kerja di perusahaan bonafide.

Awalnya kita tak sabaran. Tapi kita berusaha untuk menjadi orang yang penyabar.
Awalnya kita belum pandai membaca. Tapi kita belajar agar bisa pandai membaca.
Awalnya kita belum hafal satu surah pun dari Al-Quran. Tapi kita berusaha dan bersabar hingga mampu menghafal 30 juz Al-Quran.
Awalnya kita belum mampu mengayuh sepeda. Tapi kita tak menyerah untuk terus berusaha hingga akhirnya bisa.

Itu semua adalah keberhasilan!

Dari kegiatan membuat jelly, kita bisa mengajak anak memahami arti sebuah proses.

  • Mengeluarkan serbuk jelly dari bungkusnya.
  • Memasukkan gula. Eit, jangan asal masukkan; mesti ditakar dulu.
  • Memasukkan air. Jangan lupa untuk menakarnya juga.
  • Nyalakan kompor.
  • Aduk dengan sabar. Bersabarlah terhadap panasnya uap larutan jelly. Demikianlah, nikmatnya jelly diawali dengan usaha “merasakan uap panas”.
  • Matikan kompor, dan tunggu sebentar lalu masukkan asam buah (fruity acid).
  • Tunggu lagi sampai agak dingin, baru kemudian boleh dituang ke wadah cetakan.

membuat jelly 2

Dari kegiatan membuat jelly, anak bisa merasakan arti sebuah proses, dan pentingnya kesabaran.

***

Jogja, 1 Jumadal Ula 1437 H (10 Februari 2016 M),
Athirah Mustadjab

Artikel UmmiUmmi.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Review Buku: 26 Dosa Istri, yang Meresahkan Hati Suami

Judul : 26 Dosa Istri, yang Meresahkan Hati Suami Penulis : Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd Penerjemah : Muhammad Muhtadi, Lc. Penerbit : Kiswah Media Tahun Terbit : 2009 Kota Terbit...

Resep Topping Spaghetti/Pizza Super Sederhana

Sebenarnya ini resep super sederhana. Tapi berdasar pengalaman dulu waktu baru nikah, yang super sederhana bisa jadi benar-benar gak ada di bayangan atau di pikiran :D. Semoga bisa membantu yang...

Pegal-Pegal Perjuangan

PEGAL-PEGAL PERJUANGAN * Namanya "ibu". Cita-citanya membumbung. Modalnya raga. Modalnya cinta. Namanya "ibu". Pegal-pegal itu biasa. Hari ini berpayah. Semoga esok tak lagi lelah. Semua ibu pasti (pernah) merasa lelah....

Belajar Bulan Hijriah dari Video Kartun Anak-Anak (Teks Senandung)

Dulu saya hafal urutan senandung bulan Hijriah dari video senandung bulan Hijriah yang saya mainkan untuk anak-anak. Kekurangan dari senandung tersebut adalah berbahasa Inggris dan ada bagian yang diulang-ulang dan...