Cerita donat

Cerita Donat: Donat adalah “Ibu”

Donat bagi saya adalah “Ibu”. Dalam ingatan saya, donat yang pertama saya nikmati adalah buatan Ibu. Donat kentang, lebih tepatnya; yang lembut dan kenyal. Donat yang dibuat dari bahan-bahan terbaik dan diolah secara profesional dengan keahlian tangan Ibu. Donat yang lembut dan mengenyangkan, yang tidak akan membuat enek orang yang menikmatinya.

Dari Ibu-lah saya belajar memahami, bahwa membuat donat bukan sekedar mengolah adonan yang diberi ragi. Membuat donat adalah tentang membuat makanan yang dapat dinikmati melalui proses pemilihan bahan dan pengolahan adonan yang tepat, serta — tentu — penggorengan yang tidak berlebihan. Dari cara Ibu membuat donat juga saya belajar, bahwa untuk menjadi yang terbaik dibutuhkan proses yang berat dan panjang. Namun, hasilnya bisa dipastikan memuaskan dan dapat menyenangkan banyak orang. Tetap, hingga sekarang, bagi saya, “Donat adalah Ibu.”

 

Cerita donat

#cerita_donat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tips Merebus Telur; Matang dalam 5 Menit!

Alhamdulillah saya sudah mencoba tips ini berkali-kali sejak tahun 2017. Apalagi di waktu sahur. Jadi terasa lebih mudah karena cukup 5 menit, kompor bisa dipakai yang lain. Sebelum berpanjang-panjang, kita...

Muamalah untuk Anak, Mengenal Buruknya Harta Haram (Resensi Buku)

  Zaid menemani ayahnya berkunjung ke peternakan ayam. Zaid tampak sedih saat mengetahui bahwa telur ayam akan dijual. Ayah pun menjelaskan bahwa ayam dan telur halal untuk dimakan dan dijual....

Kardus Cantik Multi-Fungsi

Barang yang kita butuhkan kadang bisa didapatkan dengan mengolah barang bekas yang ada di rumah. Selain lebih hemat, kita juga bisa mengurangi sampah di bumi. (more…)

Allah Mampu

Engkau dalam dahaga, Allah pasti tahu itu. Maka engkau pun harus tahu, (more…)