Cerita Donat: Donat adalah “Ibu”

Donat bagi saya adalah “Ibu”. Dalam ingatan saya, donat yang pertama saya nikmati adalah buatan Ibu. Donat kentang, lebih tepatnya; yang lembut dan kenyal. Donat yang dibuat dari bahan-bahan terbaik dan diolah secara profesional dengan keahlian tangan Ibu. Donat yang lembut dan mengenyangkan, yang tidak akan membuat enek orang yang menikmatinya.

Dari Ibu-lah saya belajar memahami, bahwa membuat donat bukan sekedar mengolah adonan yang diberi ragi. Membuat donat adalah tentang membuat makanan yang dapat dinikmati melalui proses pemilihan bahan dan pengolahan adonan yang tepat, serta — tentu — penggorengan yang tidak berlebihan. Dari cara Ibu membuat donat juga saya belajar, bahwa untuk menjadi yang terbaik dibutuhkan proses yang berat dan panjang. Namun, hasilnya bisa dipastikan memuaskan dan dapat menyenangkan banyak orang. Tetap, hingga sekarang, bagi saya, “Donat adalah Ibu.”

 

Cerita donat

#cerita_donat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *