Cara agar Anak Bersemangat Makan Sahur

Makan sahur bukan sekadar mengisi perut supaya tubuh kuat berpuasa sehari penuh. Makan sahur mengandung makna yang lebih dalam.

Keutamaan makan sahur

Barakah dalam makanan sahur, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Daqiqil ‘Ied rahimahullah, mencakup kebaikan dalam perkara ukhrawiyah, berupa menegakkan sunnah Nabi yang dapat mendatangkan pahala bagi pelakunya, maupun kebaikan duniawi seperti kuatnya badan orang yang makan sahur dan berpuasa, dibandingkan dengan yang tidak makan sahur.

Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan dengan lebih detail lagi tentang berbagai kebaikan dalam makanan sahur, ditinjau dari berbagai sisi, sebagai berikut:

  • Mengerjakan dan meneladani sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
  • Menyelisihi ahli Kitab, berdasarkan hadits dari Amru bin Al Ash dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab ialah makan sahur” (HR. Muslim)
  • Menguatkan badan orang yang berpuasa dalam melaksanakan ibadah.
  • Menambah kekuatan agar semakin rajin beribadah.
  • Menolak buruknya akhlaq yang dapat timbul akibat rasa lapar.
  • Dapat menjadi sebab untuk bershadaqah kepada yang membutuhkan makanan sahur, atau dapat juga menjadi kesempatan untuk makan berjamaah (yang hal tersebut juga merupakan sunnah Nabi –pent).
  • Menjadi sebab dzikir dan doa pada waktu terkabulkannya doa, waktu sahur juga dapat dimanfaatkan untuk menambah sholat malam.
  • Waktu sahur dapat digunakan untuk berniat puasa, terutama bagi mereka yang sering lalai dan tidak berniat sebelum tidurnya.

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Adapun barakah makanan sahur secara dhahir (nampak), yaitu dengan kuatnya badan ketika berpuasa, menjadikannya rajin beribadah, menjadikannya termotivasi ingin menambah lagi amalan puasanya, karena nampak ringan puasa baginya setelah makan sahur, dan inilah makna yang benar dari makan sahur. Kemudian juga dengan bangun sahur dapat menjadikannya berdoa dan berdzikir di waktu yang mulia, yaitu waktu ketika turun Ar Rahmah, dan diterimanya doa dan diampuninya dosa. Seorang yang bangun sahur dapat berwudhu kemudian shalat malam, kemudian mengisi waktunya dengan doa, dzikir, dan shalat malam, dan menyibukkan diri dengan ibadah lainnya hingga terbit fajar.”

Demikian pula, Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur. Dari Abu Sa’id Al Khudri dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, “Makanan sahur adalah makanan yang barakah maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun seorang dari kalian hanya sahur dengan meneguk air, karena sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur”. (HR. Imam Ahmad dalam Musnadnya 3/44, 12 berkata Al Mundziri dalam At Targhib wa At Tarhib 2/139 : riwayat Ahmad dan sanadnya kuat, dan berkata Al Haitsami dalam Al Majmu’ 3/150 : riwayat Ahmad dan didalamnya terdapat Rifa’ah, aku tidak mendapati keterangan tentang tsiqahnya maupun kritikan atasnya, adapun rijal lainnya shahih)

Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya (5/194) juga meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur.”

(Sumber: http://muslim.or.id/ramadhan/barakah-dalam-makanan-sahur.html)

Supaya anak bersemangat makan sahur

Sebagian kaum muslimin ada yang tidak bersemangat untuk makan sahur. Entah karena mengantuk atau karena kendala lainnya yang sebenarnya bisa diatasi. Nah, bila orang dewasa seperti itu, lalu bagaimana dengan anak-anak? Bagaimana caranya supaya anak-anak bersemangat untuk makan sahur?

1. Senantiasa ajari dia tentang keutamaan makan sahur

Tentunya, dengan penyampaian yang mudah mereka pahami.

Misalnya, “Besok insyaallah kita makan sahur ya. Kalau kita makan sahur, kita bisa dapat banyak pahala. Nah, dedek kumpul pahala banyak-banyak, supaya bisa masuk surga. Wah, masyaallah hebat sekali kalau dedek rajin shalat, rajin puasa, trus makan sahur juga. Dikumpulin pahalanya supaya bisa dedek bisa masuk surga yang paling bagus.”

2. Hindari tidur larut malam

Usahakan agar anak bisa tidur malam sebanyak 6 jam. Jadi, bila sahur pukul 04.00, sebaiknya anak-anak sudah tidur pada pukul 21.00 (malam sebelumnya). Salah satu penyebab orang tidak bersemangat makan sahur adalah rasa kantuk yang menyerang.

3. Bujuk dan gendong

Bangunkan anak dengan lembut. Bila matanya mulai terbuka, gendong dia dan ajak untuk mencuci muka dan mencuci tangan.

4. Puji keberhasilannya

Bila anak sudah duduk tenang untuk bersiap makan sahur, pujilah dia, “Masyaallah, anak Ummi pintar sekali bisa bangun sahur. Allah Maha Melihat. Pasti Allah tahu kalau anak Ummi ini bangun sahur supaya mau dapat banyak pahala.” Jangan lupa, berikan jempol dan senyuman :)

Melatih anak berpuasa bukan hanya untuk melatihnya taat kepada Allah. Namun, banyak manfaat lain, seperti melatihnya sabar menahan godaan (makan, minum, dan lain-lain), melatihnya bersabar menanti waktu yang telah ditetapkan Allah, melatihnya untuk berempati kepada orang yang kelaparan, dan melatihnya untuk bersyukur atas semua rezeki yang telah Allah berikan.

Proses mendidik tidak selekas membalik telapak tangan. Orang tua perlu selalu membekali diri dengan ilmu, kesabaran, dan sikap hikmah (bijaksana).

Semoga Ramadhan kita dan keluarga kali ini jauh lebih baik dibandingkan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Barakallahu fikum.

***

6 Ramadhan 1436 H (23/6/2015),
Athirah Mustadjab

Artikel UmmiUmmi.Com

Athirah (Ummu Asiyah), ibu rumah tangga dari dulu sampai sekarang.

2 thoughts on “Cara agar Anak Bersemangat Makan Sahur

  1. kalo yang seusia ziyad uda syusyah thir digendong hihi…
    harus dicipratin air banguninnya…

    biasanya kalo ana sebelum tidur udah juga pesen, “Jangan lupa niat bangun sahur ya. Kalo sudah niat…nanti bangunnya langsung semangat ya.”

    Yaa..walopun ternyata bangun2 masih sering cemberut :D. Tapi biasanya setelah melalui proses makan udah ngobrol biasa lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *