Burjo dan Emosi: Faktor “X” untuk Memperlancar ASI

Membaca tulisan Mba Umi di UmmiUmmi tentang Moloco B-12 mengingatkan saya tentang masa awal saya menyusui Asiyah. Saat itu, saya benar-benar blank tentang “menyusui”, tidak punya pengetahuan yang komprehensif. Alhamdulillah, Allah Maha Pengasih. Dengan sebab teman-teman ibu-ibu di sini, saya jadi punya dua bekal ampuh untuk berikhtiar memperlancar suplai ASI untuk Asiyah.

Bekal pertama: burjo

kacang-hijau-dan-asi

Beberapa ibu memberi saya tips untuk banyak mengonsumsi kacang-kacangan. Ada yang menyarankan susu soya (susu kedelai), ada yang menyarankan ngemil kacang. Kalau ibu saya menyarankan bubur kacang hijau (burjo). Dari tiga opsi yang ada, sampai sekarang, yang paling pas dan terasa manfaatnya buat saya adalah mengonsumsi burjo.

Boleh dibilang, saya berusaha selalu sedia stok kacang hijau dan santan di dapur. Saya usahakan untuk makan burjo tiap hari. Kalaupun sedang tidak makan burjo sehari atau dua hari, dalam satu minggu saya usahakan makan burjo. Alhamdulillah, sangat bermanfaat memperlancar ASI saya.

Bekal kedua: emosi

Saat menjenguk saya yang baru melahirkan, seorang teman pernah bilang, “Peran suami itu penting loh untuk memperlancar ASI.” Beliau bicara pas ada suami saya di situ. Baguslah, sekalian Abu Asiyah dengerin : )

Peran suami dalam menyemangati istri untuk memberikan ASI adalah salah satu hal penting yang wajib diketahui para suami.

Memang benar. Waktu saya googling tentang cara memperlancar ASI, cukup banyak referensi dan cerita dari para ibu, yang sangat menganjurkan para ibu-menyusui untuk berada dalam suasana hati yang senang dan nyaman. Saat ibu tertekan, kelelahan, dan emosinya sedang tidak stabil, suplai ASI pun akan berkurang. Mekanisme ilmiahnya bagaimana? Saya pun belum mengerti.

Bukan hanya suami yang wajib membantu istri menjaga suasana hati Si Istri agar tetap nyaman. Si Istri sendiri juga wajib menjaga suasana hatinya, misalnya: bersikap rileks, menjauhi hal-hal yang bisa memperburuk kondisi emosinya, banyak berzikir dan berdoa kepada Allah, dan berbagai cara lainnya.

Itulah dua bekal ikhtiar yang saya genggam sampai sekarang. Pertolongan dan kemudahan memang hanya datang dari Allah.

Bandar Universiti, 6 September 2011,
Athirah

Athirah (Ummu Asiyah), ibu rumah tangga dari dulu sampai sekarang.

3 thoughts on “Burjo dan Emosi: Faktor “X” untuk Memperlancar ASI

  1. Dulu, waktu saya masih menyusui kl lg ga sempet bikin burjo sukanya ngrebus jagung. Sama sama melancarkan ASI. Ini dapet dari Abu Muhammad, herbalis yang ngisi di radio Rodja.

    1. iya…dapet saran dari tetangga depan juga gitu. Makan jagung manis.
      Alhamdulillah kalo saya yang dipentingin yang faktor emosinya itu hehe…kalo makanan, mikirnya yang penting makanan dan sehat bergizi masuk, alhamdulillah asi lancar…
      banyak makan buahdan sayuran, jangan sampe kekurangan cairan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *