subscribe: Posts | Comments | Email

BedTime Story

7 comments

Kegiatan membacakan cerita – kisah nyata tentunya – kepada anak-anak sudah saya lakukan sejak lama. Tapi tidak teratur dan rutin. Sampai suatu ketika, saya melihat sebuah foto seorang anak dan ayahnya yang melakukan pembersihan gigi dengan benang gigi. Sang ibu yang mempublikasikan foto itu di blognya mengatakan itu adalah bonding time antara si ayah dan si anak.

Hmm…Waktu itu saya langsung berpikir. Adakah bonding time antara suami  dan anak-anak? Haruskah dengan cara yang sama?

Rutinitas sebelum tidur Ziyad biasanya buang air kecil, gosok gigi, minum air putih, ngobrol-ngobrol kemudian membaca doa dan tidur.  Dan terkadang, jika kondisi dan situasi memungkinkan, saya bacakan cerita nabi, sahabat, atau orang shalih lainnya.

Akhirnya, setelah saya diskusikan dengan suami, saya minta agar beliau rutin sebagai pembaca cerita sebelum tidur untuk anak-anak. Pada prakteknya memang tidak harus selalu suami, tapi alhamdulillah sampai saat ini tetap berjalan dengan berbagai manfaat yang jauh lebih besar dari sekedar bonding antara sang ayah dan buah hati.

Bonding Time

Sebagaimana tujuan awalnya, acara baca cerita sebelum tidur supaya terbentuk ikatan antara anak-anak dengan sang ayah. Apalagi suami  saya kini bekerja di luar rumah. Ini berarti intensitas pertemuan dengan anak-anak tidak sebanyak dulu, ketika beliau bekerja di rumah.

Pembentukan Karakter

Karena yang dibacakan adalah kisah-kisah nyata dengan karakater yang sungguh menawan, maka banyak sekali unsur pendidikan akhlak yang bisa kami masukkan kepada Ziyad. Misalnya mengajarkan keberanian, kedermawanan, kebaikan, kasih sayang dan lain sebagainya.

Misalnya,

Kasih sayang antara kakak dan adik: Kami bawakan sahabat Al-Barra’ bin Malik dengan saudaranya Anas bin Malik radhiallahu ‘anhuma yang begitu menggetarkan.

Syukur dan akibat dari orang yang tak bersyukur: Kami membawakan cerita tentang kisah bani Israil yang tak bersyukur karena mendapat hidangan dari langit. Sehingga Allah mengadzabnya.

Jujur dan amanah: Kami bawakan kisah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sangat dipercaya oleh kaumnya sehingga mendapat sebutan al-amin.

Patuh kepada orangtua: Bisa lewat kisah nabi Isa ‘alaihissalam dengan ucapannnya pertama kali ketika masih bayi atau dengan kisah anak nabi Nuh ‘alaihissalam.

Konsep sami’na wa atho’na (kami dengar dan kami patuh) kepada sunnah nabi: Konsep ini juga bisa kita ajarkan lewat kisah perang Uhud. Betapa ketaatan pada apa yang telah diwasiatkan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan hal yang sangat penting dan meremehkan atau meninggalkannya bisa membuat kebinasaan yang sangat besar.

Dan masih banyak sekali kisah menawan lain yang menarik bagi anak untuk dijadikan teladan.kisah

Mengenal Nabi

Alhamdulillah, ini pun menjadi salah satu ajang pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal para nabi. Cerita tentang nabi memang sungguh menarik. Mulai dari kisah hidup, mukjizat, ujian dan adzab yang menimpa kaum yang membangkang.

Pendidikan Tauhid

Lewat kisah nyata, kita juga bisa lebih memahamkan anak tentang tauhid. Bagaimana Allah menciptakan nabi Adam ‘alaihissalam dengan tangan-Nya. Bagaimana iblis tidak mau sujud ketika diberi perintah oleh Allah karena sombong. Nabi Isa yang juga diberi perintah untuk sholat dan menunaikan zakat. Bagaimana kita sebagai manusia bergantung hanya kepada Allah.

Dan masih banyak manfaat lainnya yang akan Anda rasakan insyaAllah ketika telah menjalankan hal ini.

Beberapa catatan yang bisa kami beriktan:

  1. Jauhi kisah ataupun dongeng yang jelas tidak nyata. Apalagi dongeng-dongeng yang seringkali berbau kesyirikan, semisal kisah asal muasal  Nyi Roro Kidul. Na’udzu billah mindzalik.
  2. Jangan menolak untuk membacakan cerita walaupun ketika Anda merasa lelah atau tak bersemangat. Karena hal yang patut disyukuri karena semoga anak telah mencintai rutinitas ini. Aktifitas ini merupakan keuntungan tersendiri untuk Anda sebagai orang tua sebagai salah satu jalan untuk mendidik buah hati.
  3. Jangan takut anak bosan ketika Anda membacakan cerita yang sama. Kami sendiri membacakan cerita mukjizat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mukjizat nabi lainnya entah sudah berapa kali. Tapi tetap ada yang terlupa dalam ingatan Ziyad (5th) dan tentu saja mulai banyak yang menempel dalam ingatannya alhamdulillah.
  4. Untuk cerita tertentu yang masih sulit dipahami, tidak mengapa dikisahkan sebentar atau sebagai perkenalan. Misalnya dalam hal ini adalah kisah Dajjal. Pada awal kami mengisahkan tentang Dajjal, fitnah terbesar bagi manusia, entah bagaimana kisah itu bergeser ke kisah Ja’far bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu yang  memiliki sayap di surga nanti. Kami tidak memaksakan untuk terus menceritakan Dajjal.
  5. Ketika daya khayal anak membumbung sehingga ikut membumbui cerita yang kita bacakan/kisahkan, katakan dengan jelas mana yang memang bagian cerita, mana bagian yang kita tidak tahu tepatnya kejadian tersebut atau bahkan mana yang melenceng.
Semoga bermanfaat.

 

  1. mutianova says:

    ga boleh ditolak ya mba? sofia bisa minta baca buku lebih dari 5 kali sehari hiks

    • haha….anak2 ya…kalo bersemangat suka overload. Mesti pinter2 kita manage sama seperti kita manage semangat kita. Supaya terus ada dan tumbuh, dipupuk. Tidak terlalu tinggi kemudian akhirnya meledak *kebanyakan kalimat majas*.

      Kalo saran ana di atas buat bedtime story loooh…hihi…karena itu jadi rutinitas (alhamdulillah berhasil nanaminnya), jadinya dia tahunya bakal dibacain cerita kalo mo tidur. Sehari2 melakukan kegiatan lainnya^^

    • ahmad baca komentar ini, terus berkomentar “ahmad juga mi, baca cerita lebih dari 5 kali”.

      saya juga kadang ‘capek’ kalo si anak minta dibacaiiiiin terus, sekarang saya bisa bilang, “kan sudah bisa baca, coba ahmad baca sendiri dong…ga minta dibacain ummi terus”

  2. ummu khodijah says:

    Alhamdulillah
    like it
    juga yg perlu diketahui sblm ortu mnyampaikan cerita kpd anak,hendakx ortu sudah faham terlebih dahulu akn isi crita yg akan disampikan

  3. abu hanif says:

    saya mohon saran/anjuran judul buku yang bagus untuk dibacakan kepada anak umur 2-3 tahun. terima kasih.

    • @abu hanif:
      insyaAllah nanti dishare buku-buku kisah untuk anak-anak. Namun pada dasarnya dari buku apa saja bisa digunakan. Dulu saya menggunakan buku 61 Kisah Pengantar Tidur (isinya campur antara kisah nabi, kisah ulama dan orang shalih), dalam arti buku tersebut buku yang juga digunakan oleh orangtua. TInggal lagi itu dijadikan “bekal” untuk sang ortu untuk membacakan.

  4. nice posting. Maasyaa Allah..

Leave a Reply