Ayahku Istimewa

Ayahku istimewa
Ayah sangat sibuk
Tapi bisa menjadi kuda-kudaan
Untukku

Subuh, Ayah ke masjid
Ayah shalat subuh lalu menghafal Al-Quran
Sepulang ke rumah,
Ayah masuk ke kamar untuk belajar

Pagi, kami sarapan bersama
Aku senang makan di dekat Ayah
Ayah mengingatkanku agar makan dengan tangan kanan
Dan makan sambil duduk

Bila Ayah bersiap ke kantor,
Aku dan Ibu bersama menyiapkan peralatan Ayah
Botol minum dan sepatu
Lalu kami menanti Ayah di depan pintu

Aku membukakan pintu untuk Ayah
Aku mencium tangannya
Dan Ayah mencium pipiku
Aku senang dicium Ayah

Aku ingatkan Ayah supaya
Membaca doa keluar rumah
Dan membaca doa naik kendaraan
“Hati-hati di jalan, Ayah ….”

Ayah mengucapkan salam kepadaku
Aku jawab, “Wa’alaykumus salam.”
Aku tutup pintu bila Ayah sudah berjalan menjauh
Aku sayang Ayah

Ayah selalu berusaha untuk pulang sore hari
Supaya kami bisa makan bersama malam hari
Ketika makan, Ibu akan mengobrol dengan Ayah
Aku juga ikut ngobrol dengan Ayah

Setelah Isya, Ayah akan masuk ke ruang belajarnya
Tapi sebelum itu,
Ayah akan bermain denganku
Ayah bercerita untukku

Ayah punya banyak permainan seru,
Salah satu yang aku suka adalah petak umpet
Dan Ayah pandai membuatkan mainan
Ayah juga pandai menggambar

Ayah menemaniku menghafal Al-Quran,
Dan Ayah suka membacakan Al-Quran untukku
Aku mau pandai baca Al-Quran seperti Ayah
Aku mau hafal Al-Quran seperti Ayah

Setelah bermain denganku,
Ayah belajar di ruang belajarnya
Sedangkan aku bersama Ibu
Aku sayang Ibu

Bila Ayah sedang sangat sibuk
Ayah sudah berangkat sebelum aku bangun tidur
Dan Ayah pulang larut setelah aku sudah tertidur
Tapi, siang harinya Ayah menelepon kami

Bila Ayah menelepon,
Aku akan bercerita banyak
Aku akan cerita tentang mainanku
Dan aku cerita tentang makanan yang aku masak bersama Ibu

Meskipun Ayah sangat sibuk,
Ayah sempat mengajakku jalan-jalan
Dan Ayah sering memeluk dan menciumku
Aku senang dipeluk Ayah

Aku sayang Ayah dan Ibu
Ayah dan Ibu juga sayang aku
Kami mau punya rumah di surga
Dan tinggal bersama di sana selamanya

**

Jogja, 18 April 2015,

Athirah Mustadjab
Artikel UmmiUmmi.Com

Athirah (Ummu Asiyah), ibu rumah tangga dari dulu sampai sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *