Alternatif Cara Menghukum Anak

Kata orang, mendidik anak itu seperti naik motor.
Kalau jalanan lurus lempeng, nge-gasnya lempeng juga.
Kalau jalanannya menanjak, harus digas kuat-kuat supaya motornya nggak mundur ke belakang. Bakal jatuh terjungkal nantinya.
Kalau jalanannya menurun, kendalikan gas dan rem baik-baik. Awas terlalu kencang, nanti malah nyungsep.

Anak usia 6-7 tahun itu akal dan perasaannya masih campur-campur.
Tapi biasanya, usia sebegitu masih lengket dengan orang tuanya, utamanya ibu.

Hukum asal pendidikan anak adalah dengan kelembutan.
Kalau anak kelihatan mulai tidak sopan, kita ingatkan anak. Karena mereka memang belum sepenuhnya tahu baik-buruk.
Mereka ulangi kesalahan lagi, diingatkan lagi.
Tapi kalau sudah berkali-kali tapi tidak mempan, tak harus tangan yang “dilibatkan langsung”.

Gunakan metode hukuman: menulis.

Ini metode yang sudah sering kita jumpai sejak zaman kita masih kecil.
Kalimat yang dituliskan pun bermacam-macam.
Misalnya:
– Saya berjanji tidak nakal lagi.
– Saya berjanji tidak akan mengulangi.
– Saya akan hormat pada guru.

Nah, ada lagi variasi kalimat lain yang bisa diterapkan. Yaitu:

ILMU DAN ADAB.

Bila anak kecil ini mulai berlebihan dan kurang menjaga sopan santun, kita bisa menghukumnya. Minta anak menuliskan “ilmu dan adab” hingga berkali-kali, sesuai pengamatan kita tentang kemampuan menulis anak.

img_20161013_113301

Untuk anak usia 7 tahun, 10 kali sepertinya sudah cukup.

Satu hal lagi, ulangi rangkaian kata tersebut di rumah.

ILMU DAN ADAB.
ILMU DAN ADAB.
ILMU DAN ADAB.

*
Pesankan kepada anak:

Ilmu dan adab itu harus diamalkan.
Percuma pandai dan punya banyak ilmu tapi tidak beradab.

Jaga adab terhadap orang yang lebih tua dan yang lebih muda.
Selalu hormati orang lain … Guru, orang tua, teman, ….

Siapa pun gurumu, hormati.
Apakah tampangnya menarik atau biasa saja.
Apakah kaya atau sederhana.
Apakah mewah atau biasa saja.

Ingat selalu: ILMU DAN ADAB.

**

13 Oktober 2016,
Athirah

Artikel UmmiUmmi.Com

 

(*) Artikel tentang memukul anak, bisa dibaca di:

Bolehkah Memukul Anak?

Anak Nakal, Bagaimana Mengatasinya? (3)

Hukum Memukul Murid Untuk Tujuan Mendidik, Berdirinya Murid Menghormati Guru, Hukum Cium Tangan

http://asysyariah.com/memukul-anak/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Review Buku: 26 Dosa Istri, yang Meresahkan Hati Suami

Judul : 26 Dosa Istri, yang Meresahkan Hati Suami Penulis : Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd Penerjemah : Muhammad Muhtadi, Lc. Penerbit : Kiswah Media Tahun Terbit : 2009 Kota Terbit...

Resep Topping Spaghetti/Pizza Super Sederhana

Sebenarnya ini resep super sederhana. Tapi berdasar pengalaman dulu waktu baru nikah, yang super sederhana bisa jadi benar-benar gak ada di bayangan atau di pikiran :D. Semoga bisa membantu yang...

Pegal-Pegal Perjuangan

PEGAL-PEGAL PERJUANGAN * Namanya "ibu". Cita-citanya membumbung. Modalnya raga. Modalnya cinta. Namanya "ibu". Pegal-pegal itu biasa. Hari ini berpayah. Semoga esok tak lagi lelah. Semua ibu pasti (pernah) merasa lelah....

Belajar Bulan Hijriah dari Video Kartun Anak-Anak (Teks Senandung)

Dulu saya hafal urutan senandung bulan Hijriah dari video senandung bulan Hijriah yang saya mainkan untuk anak-anak. Kekurangan dari senandung tersebut adalah berbahasa Inggris dan ada bagian yang diulang-ulang dan...