Karena Allah Pasti Mendengar Doaku

Allah Maha Mendengar.
Jadi, aku berdoa hanya kepada Allah.
Karena Allah pasti mendengar doaku.

***

Ini salah satu prinsip dasar yang perlu dimiliki setiap muslim. Masa kanak-kanak adalah waktu yang sangat baik untuk mulai menanamkan prinsip tersebut.

Mungkin ada yang memandangnya sepele, “Toh semua orang Islam juga percaya kok bahwa Allah Maha Mendengar.”

Ya, tapi kepercayaan itu belum mampu membawa kita semua untuk senantiasa menghadirkannya di dunia nyata.

Sadarkah kita bahwa kalau kita ngegosip sambil bisik-bisik, Allah tetap mendengar kita? Karena itulah, kita bertaubat dan enggak mau bergosip lagi.

Sadarkah kita bahwa kita hanya boleh berdoa kepada Allah? Bukan berdoa ke kuburan, ke jin penunggu laut, atau jin penjaga pohon.

Bila ternyata kita telah sadar bahwa berdoa *hanya* boleh kepada Allah, pernahkah kita menggantungkan hati kita sepenuhnya kepada Allah?

Ketika kita hidup susah, kita memohon kepada Allah. Agar kesulitan itu hilang, agar dosa kita terhapus, agar kita diberi kesabaran, dsn agar kemuliaan kita terangkat di sisi-Nya.

Ketika kita hidup enak, kita memohon kepada Allah supaya senantiasa menjadi hamba yang ingat Allah (kata orang jawa: eling).

Kita memohon supaya senantiasa bersyukur. Kita memohon supaya rezeki yang diberikan kepada kita mampu menuntun kita menuju pintu kebaikan, bukannya membelokkan kita ke arah dosa dan maksiat.

Kita memohon supaya hati kita tidak terantai oleh dunia. Takut sekali kita bila jadi seperti Qarun, Haman, Heraklius, Fir’aun, Abu Jahal, Abu Lahab, …. Ngeri sekali kalau dunia sudah jadi raja di hati. Diri akan jadi sombong dan angkuh.

Selain berikhtiar, kesucian hati kala susah maupun senang didapat dengan berdoa. Ya, berdoa kepada Allah.

Untuk urusan kecil pun, kita mohon kepada Allah. Bukankah Allah senang bila hamba-Nya memohon kepada-Nya?

Sendal jepit kita putus.
Listrik padam mendadak.
Ban motor kempes di tengah perjalanan.
Mau hafal Al-Quran kok susah amat.

Prinsip inilah yang sangat penting diajarkan kepada anak. Dari prinsip sederhana ini, insyaallah akan tumbuhlah muslim dan muslimah yang tegar, tidak penakut, shalih dan shalihah, dan optimis.

Dia yakin, Allah itu Maha Mendengar. Dia yakin, sepanjang apa pun keluhannya, Allah pasti mendengar. Dia yakin, mau mengadu bagaimana pun, adukan kepada Allah.

Untuk anak kecil, aplikasinya mungkin sederhana. Tapi dari hal kecil inilah aqidah yang kuat akan tertanam di jiwa mereka, insyaallah.

Ada anak balita yang diajari orang tuanya prinsip aqidah “Allah Maha Mendengar. Berdoa sama Allah saja.”

Dia mempraktikkannya. Sambil mengangkat tangan, dia berkata,

“Ya Allah, aku mau permen. Yang banyak ya, ya Allah. Permen yang banyak, ya Allah. Amin.”

“Ya Allah, bantu Ummi biar cepat selesai masak. Supaya bisa nemani aku main. Amin.”

“Ya Allah, turunkan hujan yang keras dan banyak ya Allah. Aku mau main hujan. Amin.”

“Ya Allah, aku mau naik haji. Sama Ummi, Abi, adik, nenek, om, tante, teman-temanku. Amin.”

“Ya Allah, nyalakan lampu, ya Allah. Mati lampunya sudah lama sekali. Aku kepanasan, mau nyalakan kipas angin.”

“Ya Allah, maafkan aku ya. Tadi aku salah. Maafkan ya, Allah.”

“Ya Allah, kasih Abi duit, ya Allah. Aku mau beli mainan baru.”

Tahukah Anda, hampir semua doa anak ini terkabul.

Akan tetapi ….

Ketika dia minta hujan keras dan lama, ternyata hujan turun keras tapi sebentar saja. Dia kecewa. Hehe. Dia lapor ke ibunya, “Ummi, tadi aku sudah berdoa sama Allah minta hujan banyak-banyak. Tapi kenapa hujannya sedikit saja?”

Ibunya menjawab, “Karena kamu doanya sambil teriak-teriak.”

Iya sih, anaknya itu memang tadi berdoa sambil teriak-teriak. Mungkin saking semangatnya mau main hujan-hujanan. Padahal biasanya dia berdoa dengan menjaga adab (bersuara pelan). Kita tidak tahu kenapa doanya tidak terkabul. Namun, anak itu sudah belajar satu hal: Berdoa itu perlu menjaga adab. Dalam Al-Quran dikatakan,

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 55)

Pernah juga, waktu dia berdoa supaya listrik cepat nyala kembali. Dia nunggu 30 menit, doanya tidak terkabul. “Ummi, kenapa Allah belum nyalakan lampu? Aku tadi udah berdoa.”

Listrik padam menjelang magrib. Si Ibu nyuruh anaknya shalat magrib, eh dia malah main sama adiknya. Ibunya shalat sendirilah. Ketika anaknya bertanya seperti itu, ibunya menjawab, “Karena kamu enggak shalat. Dari tadi Ummi suruh shalat, kamu enggak mau shalat. Nah sekarang, shalat ya.”

Masuk akal juga buat si anak balita ini. Dia pun berwudhu lalu shalat. Tapi, eh … listriknya kok belum nyala juga. Hehe …. Dia nanya lagi, “Ummi, kenapa Allah belum nyalakan lampu?”

Ibunya menjawab, “Sekarang, kamu istigfar.” Ibu dan anak ini masih duduk berdampingan di tempat shalatnya.

“Astagfirullah, astagfirullah, ….”

Dan … Listrik pun menyala!

Girang sekali si anak, “Ummi, Allah sudah nyalakan lampunya, Ummi!”

***

Iya, Nak. Bila kita pengen sesuatu, kita minta sama Allah. Kalau doa kita belum terkabul, mungkin itu karena dosa kita banyak atau karena kita kurang beradab sama Allah. Kalau kita sudah beristigfar dan bertaubat tapi doa kita masih belum terkabul juga, pasti itu semua ada hikmahnya.

“Ya Allah, aku mau permen. Yang banyak ya, Allah. Amin.”

: )

Athirah Mustadjab
Artikel UmmiUmmi.Com

Athirah (Ummu Asiyah), ibu rumah tangga dari dulu sampai sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *