Aktivitas Anak selama Ramadhan

Bunda salihah, apakah Anda termasuk orang tua yang sedang mencari aktivitas bermanfaat untuk si kecil selama Ramadhan? Anda tidak sendiri. Momen Ramadhan telah menjalarkan semangat ke rumah-rumah kaum muslimin. Nah, bagaimana memanfaatkan masa sebulan Ramadhan yang perlu berkah ini?

1. Tetapkan target

Menetapkan target ibarat memanah dengan sebuah fokus dan menembak dengan sebuah sasaran. Bila tak menetapkan target, aktivitas si kecil akan menjadi kurang terpola, dan hasilnya bisa jadi kurang maksimal. Sayang ‘kan, kalau kesempatan emas setahun sekali ini terlewatkan begitu saja.

Beberapa poin penting dalam menetapkan target:

  • Fokus.
  • Realistis.
  • Fleksibel.

Fokuslah pada beberapa kegiatan yang kira-kira paling memungkinkan untuk tercapai dalam kurun waktu satu bulan ini.

Realistislah pada keadaan diri Anda dan keadaan anak. Misalnya, Anda mengasuh lima anak; sebisa mungkin tetapkan target untuk tiap anak, yang memungkinkan Anda untuk tetap maksimal dalam mengasuh kelimanya. Contoh lain, anak Anda juga berpuasa sehari penuh pada bulan ini; Anda mesti memilihkan kegiatan yang tidak menguras energinya atau membuatnya cepat lelah.

Fleksibel dengan kondisi riil pada pelaksanannya. Sebisa mungkin, target tersebut adalah hal yang bisa diutak-atik sesuai sikon (situasi dan kondisi). Lebih baik menyusun target yang bersifat umum daripada yang terlalu detail. Misalnya, lebih baik menentukan target-target besar (yang skala pencapaiannya bulanan) dibandingkan membuat target harian yang susah diubah ke hari-hari lain.

2. Pembiasaan

Manfaatkan momen Ramadhan sebagai sarana membangun kebiasaan. Sehingga sangat baik bila Anda memilih aktivitas yang bisa terus berlanjut setelah Ramadhan.

Contoh aktivitas untuk anak usia 5 tahun yang belum lancar membaca latin maupun membaca Al-Quran:

Target:

  1. Rutin shalat fardhu 5 waktu tiap hari.
  2. Puasa Ramadhan sebulan penuh.
  3. Rutin menghafal Al-Quran setiap hari, pada jam yang telah ditentukan.
  4. Memiliki rutinitas belajar harian.
  5. Memiliki jam belajar rutin setiap hari.
  6. Bisa membaca bacaan sederhana.
  7. Bisa membaca kata sederhana berbahasa Arab.

Kegiatan wajib setiap hari:

  1. Tiap azan, langsung berwudhu lalu shalat bersama orang tua.
  2. Bangun sahur dalam keadaan segar (tidak sambil ngantuk-ngantukan).
  3. Bisa menahanan diri dari makan dan minum hingga waktu puasa tiba.
  4. Pagi-siang: menghafal ayat/surah baru, latihan membaca latin.
  5. Siang: tidur siang, main.
  6. Sore: belajar membaca Arab.
  7. Malam: shalat tarawih, murojaah hafalan.
  8. Bangun 30 menit sebelum subuh (untuk makan sahur).
  9. Sudah tidur maksimal 2 jam setelah azan Isya.

Kegiatan kami di rumah

Sebelum Ramadhan, saya sudah menentukan rencana aktivitas Asiyah selama Ramadhan. Rencana itu disusun berdasarkan kondisi saya dan Asiyah.

  • Untuk membaca latin dan membaca Arab, saya gunakan satu buku latihan menulis, karena Asiyah lebih suka menulis dibandingkan membaca. Jadi, dengan buku latihan menulis itu, dia belajar membaca latin, belajar membaca kata Arab, menulis huruf hijaiyah, dan menambah hafalan kosakata bahasa Arab. Dengan metode ini, dia bisa menikmati aktivitas membaca dan menulis. Selanjutnya, tiap selesai mengerjakan satu halaman, Abinya akan memberi paraf (tanda tangan). Abinya hanya mau memberi paraf kalau Asiyah lancar membaca kata di halaman itu. Ini membuat Asiyah sangat senang ketika dia berhasil membaca dengan benar dan Abinya memberi paraf. Kalau Abinya sudah memberi paraf, selanjutnya giliran saya yang memberi paraf dan nilai.

belajar bahasa arab anak

 

belajar membaca

  • Untuk menghafal, Asiyah banyak mengandalkan pendengaran, karena dia masih dalam tahap belajar membaca Al-Quran. Dengan kata lain, dia belum bisa membaca Al-Quran :) Di sisi lain, secara alami, kemampuan auditifnya lebih menonjol dibandingkan kemampuan lain. Jadi mayoritas kegiatan menghafal Al-Quran dia lakukan dengan mendengar murottal. Ketika murojaah, barulah saya mengecek pelafalannya yang keliru. Murottal yang saya gunakan adalah murottal-anak Yusuf Kalo Ali.

Itulah secuplik rencana kegiatan kami selama bulan Ramadhan. Semoga bulan ini menjadi waktu bagi kita untuk menempa diri, agar lebih baik pada bulan-bulan setelahnya. Ramadhan, bulan mulia yang penuh berkah.

**

Athirah Mustadjab
Artikel UmmiUmmi.Com

Athirah (Ummu Asiyah), ibu rumah tangga dari dulu sampai sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *