6 Sifat yang Dibenci Suami

Dalam hidup berumah tangga, kebahagiaan dan kenyamanan akan diperoleh bila suami dan istri sama-sama berperan. Tidak serta-merta saling menyalahkan. Masing-masing punya inisiatif untuk terlebih dahulu mengintrospeksi diri, kemudian segera memperbaiki kesalahannya.

Bukan berarti istri saja yang mesti berkaca. Namun, perbincangan kita kali ini memang khusus sebagai ajang muhasabah para istri. Demi rumah tangga harmonis yang penuh ketenangan, cinta, dan kasih.

Ada beberapa hal yang – secara umum – dibenci para suami. Kalau dirasa kurang, Anda boleh tambahkan di kolom komentar. Insyaallah akan bermanfaat untuk orang yang membacanya.

1. Boros

Suami akan senang bila uang yang dibawanya pulang bisa dialokasikan dengan baik. Bila sedikit, istrinya mengelola uang itu agar tetap cukup. Bila banyak, istrinya tak kalap mata menghamburkannya untuk hal yang tidak perlu.

2. Cerewet

Suami akan senang bila istrinya tahu kapan bertanya, kapan menghibur, kapan memberi saran, dan kapan cukup tersenyum saja. Tidak serta-merta semua raut wajah suami mesti ditimpali dengan kata-kata. Amati dulu, apakah saat itu suami perlu diberi motivasi atau saran, atau mungkin dia hanya perlu senyuman dan pijatan.

3. Jorok

Suami akan senang bila rumah bersih dan tertata. Bukan berarti 24 jam harus rapi seperti lobi hotel. Toh anak-anak pasti akan bermain di dalam rumah, sehingga bisa dibayangkan bagaimana suasana rumah kalau anak-anak yang ceria itu sedang asyik dengan dunianya. Apalagi kalau istri mengerjakan semua pekerjaan rumah seorang diri (tanpa ART), tentu pemakluman dari suami sangat diharapkan. Tapi, inti poin ini adalah istri berusaha semaksimal kemampuannya untuk menjaga mata suami dari hal yang tidak ia sukai dan menjaga penciumannya dari bau yang tidak ia senangi. Bayangkan, bagaimana rasanya bila anak ngompol dan najisnya berceceran di lantai atau rumah begitu berdebu karena seharian tak pernah disapu. Padahal si istri sebenarnya sehat bugar dan punya waktu luang untuk membereskan itu semua, tetapi aktivitas yang tidak-prioritas telah menyita waktunya, misalnya: whatsapp-an, facebook-an, internet-an, atau ngobrol dengan tetangga.

4. Egois

Suami akan senang bila cita-citanya didukung oleh istri. Tentunya, cita-cita yang tidak bertentangan dengan syariat, baik itu dalam urusan karier, bakti kepada orang tua, atau hal lainnya. Misalnya, suami sangat ingin membantu orang tuanya yang perlu uang. Pada saat yang bersamaan, suami pernah berjanji memberikan kalung untuk istrinya. Bayangkan betapa bahagianya si suami bila istrinya berkata, “Uangnya untuk ayah dan ibu saja. Tidak perlu belikan kalung untuk saya. Saya rela.

5. Keluyuran

Suami akan senang bila istrinya pandai memilah mana berkunjung yang perlu dan mana yang tidak. Sebisa mungkin, hindari keluar rumah bila tidak perlu. Apalagi bila keluar rumah tanpa sepengetahuan suami. Bukan apa-apanya, suami itu sayang sama istrinya, khawatir istrinya diganggu atau dijahati orang. Jadi, bila suami Anda sudah berpesan, “Kalau mau pergi, SMS saya dulu ya,” itu tanda sayang, bukannya mau mengekang. :)

6. Emosional

Suami akan senang bila belahan jiwanya mampu mengendalikan emosi dengan baik. Kenali emosi yang tepat sesuai waktu dan tempatnya.

Nah, itu saja kali ini. Anda ingin menambahkan? Boleh, di kolom komentar ya.

**

Athirah Mustadjab

Artikel UmmiUmmi.Com

Athirah (Ummu Asiyah), ibu rumah tangga dari dulu sampai sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *