subscribe: Posts | Comments | Email

5 Tips Hal Bermanfaat yang Bisa Ibu Lakukan Saat Menyusui

5 comments


Saat-saat baru memiliki bayi, biasanya kita akan merasakan betapa buah hati benar-benar “bergantung” pada seorang ibu. Kehidupan kemudian rasanya menjadi begitu “terikat” dengan kebutuhan buah hati untuk menyusui. Seakan-akan hilanglah semua waktu luang dan kesempatan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat.

ibu menyusui
Ternyata yang demikian ini bisa berubah 180° lho! Bukankah saat-saat menyusui biasanya kita sedang berbaring?  Disamping istirahat merebahkan punggung (mana ada pekerjaan rumah tangga yang merebahkan selain menyusui? ^^), kita juga bisa melakukan berbagai hal bermanfaat berikut ini:

1. Membaca Artikel dari Website-Website Dakwah

Saya pribadi menggunakan aplikasi googlereader (atau bisa juga menggunakan aplikasi feedly). Sebenarnya googlereader biasa digunakan di komputer desktop atau laptop. Tapi dalam posisi menyusui, saya mengandalkan handphone. Penggunaan googlereader membantu kita agar tidak perlu membuka website satu persatu. Cukup dari satu halaman, maka kita sudah mengetahui website mana saja yang sudah mengupdate isinya. Ternyata hasilnya pun menyenangkan. Tahu-tahu sudah membaca 5-20 artikel dalam satu kali menyusui. Bayangkan jika kita harus membacanya di depan laptop! Dengan membaca lewat handphone, saya juga tidak merasakan “panjangnya” artikel. Tahu-tahu selesai.

2. Menghafal/Mengulang Hafalan Al-Quran

InsyaAllah hal ini juga berdampak positif untuk sang bayi. Rasakan sendiri deh.

3. Membaca Buku

Untuk hal ini (dan poin lainnya sebenarnya), saat-saat awal yang perlu dilakukan adalah menghilangkan rasa malas mengambil buku yang sedang/hendak kita baca. Apalagi jika letaknya agak jauh dari tempat kita menyusui. Apalagi kalau si bayi sudah mulai menghisap. Biasanya saya bilang, “Ummi ambil buku sebentar ya…” Hihi…Thoriq biasanya merengek tapi tidak sampai menangis.

Satu lagi adalah kita mesti bersabar kalau awal-awal bayi “menganggu” aktifitas membaca karena meraih-raih buku atau yang semacam itu. Beri pengertian kalau buku itu hendak kita baca. InsyaAllah nanti masing-masing pihak asyik dengan kesibukan masing-masing. Si bayi asyik menyusu. Si ibu asyik membaca.

4. Memberi/Mengulang Hafalan untuk Buah Hati

Karena saya sudah (apa baru? :)) memiliki 2 orang anak, saat menyusui juga saya gunakan untuk menalqinkan atau mengulang hafalan Ziyad (anak pertama). Terkadang juga saya membacakan berbagai surat pendek untuk Thoriq (the baby). InsyaAllah bayi akan menyerap. Tinggal tunggu waktunya untuk “mengeluarkannya” ^^.

5. Menulis

Yang satu ini masih jarang saya jalankan. Tapi mungkin lebih mudah dan menyenangkan untuk ibu-ibu lain. Oh ya..tentu saja menulisnya dengan handphone ya. Saya yakin, banyak ibu-ibu yang lincah mengetik berbagai status dan komentar di facebook atau media lainnya lewat handphone. Tentu juga bisa lincah menulis hal bermanfaat lewat handphone insyaAllah.

Saran saya, saat hendak mempraktekkan poin-poin di atas, lakukanlah bertahap. Dalam arti, bulan ini coba membaca buku. Setelah itu mulai di tambah. Sehingga saat-saat menyusui merupakan sesi-sesi yang secara tidak langsung membantu kita melakukan berbagai hal bermanfaat dari berbagai sisi. Saat saya masih terfokus pada kegiatan membaca buku dan membaca artikel website dakwah, dalam sebulan saya bisa membaca 2 buku. Dan masing-masing buku berisi 300-400 halaman. Mungkin ada yang biasa saja. Tapi bagi saya itu luaarrr biasa. Hehe…akhirnya punya harapan untuk melalap buku-buku yang ada di rumah.

Kadang ketika pikiran terlalu penat dan lelah, mengistirahatkan otak (bahasa lain dari melamun :D), menjawab sms, chat dengan teman dll juga saya lakukan saat menyusui.

Jadi ibu-ibu, jangan menyerah dengan keadaan! Balikkanlah keadaan itu menjadi saat-saat berharga yang bermanfaat untuk diri kita atau bahkan orang lain. Insya Allah.

Jumat 27 April

 

  1. Assalamu’alaikum…
    betul banget um..tips ummu pernah saya praktekan sendiri,ketika masa2 menyusui dulu, tp tdk secanggih ummu ziyad yg membaca menggunakan aplikasi googlereader/feedly. hee…(blm tahu soalnya..)saya cuma praktekan poin 2,3 & 4. so..kita tak perlu menyediakan waktu khusus untuk membaca buku ataupun muraja’ah hafalan al-Qur’an (krn memang susah bgt cari wkt khusus saat kita punya bayi). Sekedar sharing…saat menemani anak bermainpun bisa kita jadikan moment yg sangat menyenangkan untuk baca buku.
    salam kenal ummu ziyad siska, tulisan2nya sangat inspiratif..Baarakallahu fiiki..wa fii ‘ilmiki..

    • wa’alaikumussalam warahmatullah….
      hehe…insyaAllah Allah memudahkan ya…yang penting kita berprasangka baik sama Allah bahwa kita memiliki “waktu luang” untuk melakukan semua itu.
      wa fiki barakallah…^^

  2. Ummu Yusuf Fathimah says:

    wah.. pas bgt artikelx ini mbak.. jadi sgt bersyukur dg kmajuan teknologi yg sgt membantu spy bisa melakukan bbrp kgiatan skaligus

  3. dian fitrianti says:

    Awalnya sering melakukan yg no.1 dan 3, tapi rasanya kontak mata dengan anak ketika menyusui jadi berkurang, tsabitah pun jadi terlihat agak cuek dan sering menghadap lain. Dan lagi kalo ga diprhatikan saat menyusui tsabitah jadi cepat selesai mimiknya. Hubungan dengan anak jadi terasa “kering”. Menurut saya, salah satu cara untuk memperkuat bonding antara ibu dan anak adalah dengan memperhatikannya saat menyusui, walaupun hanya dengan tersenyum, mengelus kepalanya atau menyentuh pipinya. :)

    • Heheh…iyaa…masing-masing ibu dan bayi insyaAllah tahu gimana manage yang terbaik untuk dirinya dan buah hati. Ini hanyalah salah satu tips yang mungkin cocok untuk saya dan ibu yang ini tapi belum tentu cocok untuk ibu yang lainnya lagi.^^
      Umur bayi juga menyesuaikan mungkin ya mba dian.
      Kalo masih bayi banget emang masih sering tatap2an…nanti udah gede, nenen jumpalitan. Kalau mau diterapkan juga sebenarnya gak setiap saat menyusui ^^, supaya masing-masing bisa tetep dapet, bondingnya, ilmunya juga.

Leave a Reply