3 Versi Sambal Terasi

Versi Abu Asiyah

Si Raja Masak satu ini punya resep sambal favorit sendiri. Beliau menyebutnya “Sambal Tomat”. Tapi karena dalam resepnya ada terasi, jadi sambal ini saya golongkan sebagai “Sambal Terasi”.

Caranya: bawang merah, tomat, cabe rawit, terasi diulek sampai halus (kalau saya biasanya suka kalau tomatnya esnggak terlalu halus, jadi pas disantap ada bagian tomat yang masih bisa kegigit). Habis itu ditumis sampai matang.
tiga-versi-sambal-terasi

Versi Kingki

Menurut ibu saya, “Kingki” adalah seseorang yang berjasa memberi beliau resep sambal terasi yang jadi hidangan favorit bapak dan adik saya. Setelah saya amati resep ini, kayaknya mirip sama sambal terasi versi Jawa. Bawang merah, bawang putih, tomat, terasi, cabe rawit; semuanya diiris trus digoreng dalam minyak panas. Minyaknya enggak usah banyak-banyak, yang penting cukup untuk membuat semua bahan tersebut “terendam” (enggak usah sampai “tenggelam” ^^).

Kalau aroma bumbu-bumbu itu udah wangi, angkat lalu ulek bersama sedikit gula merah (gula jawa).

Catatan: Ibu-ibu kayaknya udah pada tahu kalau untuk sambal ini, bawang merah lebih banyak daripada bawang putih ‘kan?

Versi “Serba Bakar”

Seperti namanya “Serba Bakar”, tomat dan terasi-nya dibakar dulu. Tapi cabenya enggak usah, nanti bisa gosong. Kalau aroma tomat dan terasinya udah kecium, angkat keduanya dari panggangan trus ulek dengan cabe rawit. Terakhir, kasih perasan jeruk purut.

Catatan: Lebih baik membakar/memanggang dengan teflon atau microwave dibandingkan arang, untuk menghindari gosong yang bersifat karsinogenik (menyebaban risiko kanker). (*)

Bonus: Si “Colo-Colo” temannya ikan bakar

Mumpung sedang membahas sambal, tidak ada salahnya kalau kita sekalian mengenal sambal lain yang termasuk khazanah masakan Indonesia. “Colo-colo” namanya, ikan bakar temannya.

Orang Sulawesi Selatan mesti tahu dengan sambal yang satu ini. Kecap manis + irisan bawang merah + irisan cabe rawit merah + perasan jeruk nipis + beberapa tetes air (kalau ingin mengurangi rasa asam akibat jeruk nipisnya).

Para Ibu, sekian dulu bincang-bincang kita tentang sambal terasi ya ….

Alhamdulillah, bertambah lagi pengetahuan kita tentang dunia dapur. Sebuah ilmu yang sederhana, untuk meraih ridha suami yang dicinta.

Bandar Universiti, 19 November 2011,
Athirah


(*) Keterangan:

Tanpa minyak, makanan yang disajikan dengan cara dibakar belum tentu lebih menyehatkan. Pembakaran yang tidak benar juga membahayakan kesehatan. Salah satunya, memicu munculnya zat karsinogenik (pencetus kanker). “Terutama, bahan makanan diolah sampai gosong,” ungkap Yayuk Estuningsih, ahli gizi dari RSAL dr Ramelan, Surabaya.

Makanan yang dipanggang, terutama daging, menghasilkan senyawa kimia heterocyclic amine (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH). HCA, menurut dia, terbentuk saat daging dimasak terlalu matang pada temperatur tinggi, lebih dari 2.000 derajat Celsius.

Penelitian National Cancer Institute menunjukkan bukti tentang adanya peningkatan risiko kanker lambung pada pengonsumsi daging yang cenderung matang (well done/medium well done) jika dibandingkan dengan konsumen daging yang kurang matang (rare/medium rare).

Nah, PAH terbentuk ketika cairan pada daging menetes ke permukaan bara yang panas dan menimbulkan asap. Asap itu mengandung karsinogen, yang didepositkan ke permukaan daging.

“Meski hal itu berisiko, kita tidak perlu membuang jauh-jauh peralatan untuk memanggang. Masih ada cara untuk meminimalkan munculnya dua senyawa kimia berbahaya tersebut,” terang Yayuk. Pertama, sebelum digunakan, pemanggang dibersihkan. Terutama, tempat untuk memanggang yang sudah hangus dan berwarna kehitaman. Puing-puing bagian yang hangus itu dapat melekat pada makanan. “Sebelum digunakan, sebaiknya daging diolah. Misalnya, direbus dengan bumbu. Cara itu mengurangi munculnya PAH,” paparnya.

Memanggang daging dalam microwave dianggap lebih aman daripada menggunakan pemanggang biasa. Apalagi, saat dipanggang, daging dibungkus aluminum foil. Cara tersebut cukup efektif untuk mencegah terbentuknya PAH. “Tentu waktu memasak tak terlalu lama. Meski sudah menggunakan microwave, jika daging gosong, tetap saja terbentuk HCA,” tutur Yayuk.

Dia menegaskan, tak perlu paranoid makan daging yang diolah dengan cara dipanggang atau dibakar. Makanan tersebut tetap boleh dikonsumsi. Hanya, frekuensi konsumsi tidak terlalu sering. Menurut dia, dianjurkan konsumsi sayuran berserat tinggi sebagai pengimbang makanan berlemak tinggi. “Hal itu mengurangi kemungkinan serangan kanker,” tambahnya. (ai/c11/nda)

sumber:jawapos

http://www.indowebster.web.id/archive/index.php/t-106299.html

If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

16 comments on “3 Versi Sambal Terasi

  1. Ummu Sulaim Uul November 23, 2011 9:32 am

    Mbak, itu yg versi bakar, cara bakar tomat ma terasinya gimana y? Masih belum bisa bayangin nih..aq punyanya cuma kompor gas, dan ga punya areng. Jadi tomat dan terasi ditaro di atas teflon, terus teflonnya dipanasin gitu aj, begitukah?
    Atau gimana? mohon pencerahan visualnya yuaa….

    • Athirah November 23, 2011 11:41 am

      Bener dek ul, kayak gitu.

      Btw, kl sambel pake tomat bakar ini, tomatnya gak usah dipotong kecil2 ya. Misalnya mau pake 1 tomat, langsung 1 itu aja taruh di atas teflon, sekalian terasinya juga. Kl udah Kelihatan lembek tomatnya trus terasinya agak kering dan wangi, langsung matiin api trus ulek pake ulekan (jangan lupa rawit). Terakhir baru dikasih sedikit perasan jeruk purut.

  2. Andina November 23, 2011 5:02 pm

    Baca judulnya bikin langsung nelen ludah,,hhhmmmmm,,pedessss,,,
    aq dan zauji penyuka sambal juga lho,,
    Untuk versi Abu Asiyah ditempat kami disebut Sambel Bajak cuma bedanya aq tambahin cabe merah, biar warnanya cantik,,n karena sambelnya ditumis jadi bisa disimpan lebih lama,,
    Yang versi kingki persis seperti yang sering kubuat n biasanya buatnya ndadak kalo tiba2 kepingin menu penyet tempe,,
    Yang versi bakar ini baru tau aq, boleh ya dicoba,,,
    Yang versi ‘colo-colo’ kami disini menyebutnya sambel kecap aja,,
    oiya jeruk purut tu macem jeruk limau gitu kah?setahuku adanya daun jeruk purut tapi jeruknya sendiri ga tau gimana bentuknya,,hehe

    • Cizkah November 23, 2011 8:57 pm

      kalo ana nyebut sambel bajak lain lagi…
      trus hampir gak pernah pake bawang putih kecuali di sambel bajak itu deh kayanya..itupun diqiit…

    • Cizkah November 25, 2011 9:44 am

      insyaAllah ana postingin dg gambarnya wokehh

  3. ummu nabiilah siwi November 25, 2011 12:07 am

    kalo kami senengnya bikin acara masak bareng sekeluarga (tmsk nabiilah (3 thn)dan kdg ya’qub (13 bln))dg salah satu menu favorit : pecak lele, yg resepnya jg pake sambal terasi versi… apa ya namanya??
    bahan sambalnya sama : bawang merah, bawang putih,cabe rawit yang gedhe&merah (sesuai selera, kalo kami sukanya pedas, jd banyak sktr 10 buah utk 1 kg lele. tmsk utk antisipasi larutnya capsaicin dalam minyak :)),terasi, kencur sdkt, dan tomat. Goreng smua bhn.
    Ulek bahan dg ditambah garam dan gula jawa.
    Pelengkapnya: tentu saja lele. bisa dganti ikan lain. kalo warung tenda dkt rmh, pke belut. bersihkan, potong2, lalu goreng.
    masak santan kental di tempat lain, tambahkan sdkt garam dan daun jeruk purut biar wangi. tips agar lebih beraroma,tulang daunnya dibuang.
    penyajiannnya: taruh lele, sambal, dan sedikit santan (“mencep2″ aja)dalam satu mangkok. Anda akan merasakan sensasi pedas, gurihnya santan, dan sedikit manis. Tidak lupa, hangatnya acara masak keluarga.
    anak2 dapat ikut menikmati resep ini tanpa sambal tentunya atau dikasih sedikit jika suka.
    estimasi waktu dari belanja di pasar sampai matang ditambah momong anak2 : 1,5-2 jam.

    • Athirah November 25, 2011 8:59 am

      mb siwi.. pecak lele sama pecel lele beda ya?

      • Cizkah November 25, 2011 11:31 am

        beda thir…pecak tu emang pake santen…kalo resep yang ana punya lain lagi tapi caranya…trus pake kencur…bumbu2nya dibakar (kecuali kemiri di sangrai)

        • Athirah November 25, 2011 1:08 pm

          masyaalloh mba siwi dan mba ciz ahli per-sambel-an nih. sbg koki utama di rumah, sy masih perlu banyak menimba ilmu dari mba ber-2 : )

  4. ummu nabiilah siwi November 25, 2011 12:17 am

    # andina
    kulit buah jerut purut biasanya kerut2. yang dipake airnya (hasilnya gk terlalu banyak) dan kulitnya (buat pengharum kue). kalau limau, itu lemon atau jeruk nipis ya? kalau ana suka buat minuman, diperas+gula atau diperas di teh. jadi lemon tea kayak yang dulu sering ana beli sama mbak yuli di warung(?) di sendowo :)bisa juga buat penghilang lendir ikan. ada juga jeruk cui/jeruk sambal. hijau, mungil2. tapi keluarga kami gak biasa pake itu kalo masak, jadi gak tau cara pakenya gimana.

  5. ummu nabiilah siwi November 25, 2011 11:58 am

    na’am, beda. kalo pecel lele, sambel terasi sama lele goreng aja plus lalap. kalo pecak versi keluarga ana, gk pake kemiri, sis.
    oia, kalo mau buat lauk anak2, jgn lupa masak sup jg ya biar ada tambahan vitamin dan serat sayurnya. resep ini minim serat. kalau masak ribet kayak pecak ini, ana sukanya nge-sup brokoli dan bunga kol, gampang, gak pake acara metik2. kalau sup kubis, ehm, si ya’qub pernah gak keluar angin alias kembung di perut, jadi rewel terus karena 2 hari supnya kubis terus, he..he..

    • Cizkah November 25, 2011 1:33 pm

      tumis kacang panjang tauge aja wi hehe..ana mah kalo bikin sayur ringkes2 semua : D, ngerjainnya bisa 10 menit sblm makan : D *jrek jrek jrek*
      tapi kalo ribet gitu tetep ada yang digoreng2 ana eman2 ee…(teteupp…sukanya yang berkuah/berbumbu dan menghindari goreng2an).
      mending bikin betutu atau pepes sekalian hehe…atau dipanggang…

      haha…sup kubis..jadi inget zaman dulu..tapi sekarang emang jarang bgt bikin tumis kubis, karena gasnya itu..apalagi kalo lagi hamil ya…biar gak tambah parah heartburnnya

  6. ummu nabiilah siwi November 25, 2011 6:43 pm

    chef kepala-nya rada picky eater, ndak terlalu suka pepes, dan harus masakan yang sudah teruji kelezatannya di dapur kami. kalo asistennya sih, mayoritas masakan suka dan suka mencoba sesuatu yang baru, kecuali sayur lompong dan kluwih (tau gak? ini dua makanan favorit ortu ana yang sdh lansia). kebalikannya, chef kepala suka sayur ini. kalo para chef junior, hampir semua suka kecuali yang pedes2…jadi kalo masak,ya diusahakan yang seisi rumah suka termasuk si embah2nya chef junior…super ribet ya…
    siska hamil lagi??

    • Athirah November 27, 2011 3:38 pm

      mb siwi.. tulis resep2 untuk lansia dong,, buat diposting di sini : )

  7. Fathimah November 27, 2011 11:24 am

    mbak SIWI, mbak SISKA…. ATHIRAH…

    ana barusan nulis status di FB :D

    >>>>>>>>>>>>>

    ummahat, dapat salam bertajuk Rindu dari dek Wiwin Nugrahaeni
    “Tiba2 teringat kenangan selama di Yogya bersama akhowat…
    Kangen….
    Sampai menetes air mata ini..
    Inni uhibbukunna fillah”

    • Athirah November 28, 2011 5:38 pm

      Fathim, titip buat dek win: Ahabbakilladzi ahbabtini lahu ^^

      Jazakillahu khayran…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>