25 Panduan dan Tips Saat Menghukum Anak

Ada sejumlah pertimbangan kejiwaan dan akhlak yang diperlakukan para pendidik untuk menerapkan hukuman.

Hukuman pun semestinya tak melulu dikaitkan dengan pukulan atau kekerasan.  Ibnu Khaldun dalam Muqoddimah-nya, mencermati sisi buruk penggunakan kekerasan dalam mendidik anak. Beliau berkata,

“Siapa pun di antara murid, budak atau pelayan yang dididik dengan keras dan paksaan, ia akan didominasi pemaksaan.”

“Jiwanya merasa sempit, gairah lenyap, terdorong untuk bermalas-malasan, berdusta dan bersikap keji karena takut terhadap penekanan. Selain itu, cara pendidikan seperti ini mengajarkan untuk menipu karena sebab yang sama. Semua ini akan menjadi kebiasaan dan akhlak baginya, sehingga merusak manka kemanusiaan.”

Berikut panduan agar orang tua dapat lebih bijak dalam menerapkan hukuman kepada anak. Tidak terlalu lunak dan tidak pula terlalu keras.

  1. Terlebih dahulu harus diberi peringatan sebelum hukuman dilaksanakan. Agar anak merasakan wibawa keluarga, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan cara,“Gantunglah cambuk di tempat yang dapat dilihat anggota keluarga, karena itu adalah didikan bagi mereka.” (HR. Ath-Thabrani)
  2. Hukuman sesuai dengan kesalahan yang dilakukan, usia dan karakter anak. Sikap diam disertai teguran tenang berguna untuk anak sensitif. Cambuk atau cara keras justru membahayakan dan mengeluarkannya dari keseimbangan.
  3. Hukuman dilaksanakan langsung setelah kesalahan dilakukan. Menunda pelaksanaan hukuman ini menghilangkan sisi manfaatnya, sama seperti menunda pemberian hadiah.
  4. Hukuman diberikan setelah anak diingatkan kesalahannya dan diberi kesempatan lebih dahulu untuk melepaskan diri dari sikap kasar. Juga ketika ia terus menerus melakukan kesalahan setelah segala sesuatunya dibenahi, saat itu hukuman baru diterapkan.
  5. Sebisa mungkin meminimalisir pemberlakuan hukuman.
  6. Bertahap dalam memberikan hukuman, mulai dari yang lunak hingga keras. Sebagian anak tidak memerlukan lebih dari peringatan untuk merasa jera.
  7. Saat menghukum, kita harus tenang dan sabar.  Jauhi perasaan dendam dan membalas.
  8. Sebisa mungkin jauhi bahasa ancaman. Ancaman mungkin membuat anak takut, atau malah membuatnya yakin bahwa kita hanya sebatas menggertak. Kedua kemungkinan ini sama-sama keliru.
  9. Hukuman tidak berlangsung lama karena akan membuat anak terhina. Kepribadian dan kemuliaan yang Allah ciptakan dalam dirinya akan terbuang percuma. Dalam kondisi apapun, jangan memukul wajahnya.
    Cara Menghukum anak
    Sumber foto: wallpaperfo.com

  10. Tidak menghukum anak di hadapan teman-temannya atau lawan-lawannya..
  11. Pukulan hanya boleh diterapkan setelah terapi terakhir. Orangtua harus bertutur kata baik kepada anak. Berulang kali memaafkan kesalahannya dan menegaskan kepadanya bahwa hendaknya ia tidak berperilaku buruk. Disinilah orang tua harus berdialog dengan anak dan memastikan bahwa segala sesuatunya akan membaik. Untuk sholat saja, anak diberi kesempatan belajar selama 3 tahun, dan jika masih membangkang baru boleh dipukul. Itupun bukan pukulan yang meninggalkan bekas.“Perintahkanlah anakmu shalat pada usia tujuh tahun dan pukullah dia karena (meninggalkan)nya pada usia 10 tahun dan pisahkan tempat tidur mereka.”(HR. Abu Daud no 495 dengan sanad hasan)
  12. Jangan mengancam anak dengan hal-hal yang tidak mungkin Anda lakukan.
  13. Jangan menghukum anak anda dengan berkata, “Ayah tidak mencintaimu,” atau mengancamnya bahwa Anda tidak akan mencintainya lagi karena tindakan yang dilakukan.
  14. Usahakan agar segala sesuatunya cepat kembali normal setelah pelaksanaan hukuman. Dekaplah dan buatlah dia merasa bahwa Anda akan mencintainya. (Insya Allah akan dibahas di artikel lain -ed).

    Pelukan untuk anak
    Sumber: wallpaperup.com
  15. Jangan terus menerus mengkritik. Kritik atau teguran yang terlalu sering disampaikan ditak membekas di hatinya dan membuatnya mudah melakukan tindakan-tindakan buruk.
  16. Untuk ibu, jangan mengancam anak dengan hukuman ayah, juga sebaliknya. Cara ini membuat anak membenci ayah atau sebaliknya.
  17. Jangan menakut-nakuti anak sebagai bentuk hukuman. Misalnya mengatakan kepada anak akan ada  yang membawanya pergi karena ia tidak menurut.
  18. Tidak mengurung atau mengunci anak di dalam kamar. Kamar yang gelap atau terkunci dapat membuatnya ketakutan dan memicu guncangan jiwa. Pengaruh tindakan ini mungkin terlihat hingga beberapa tahun lamanya dalam bentuk keresahan, ketakutan atau kebimbangan dalam kepribadian.
  19. Perlihatkan ketegasan melalui nada suara Anda, namun bukan dengan teriakan.
  20. Sebisa mungkin jagalah ketenangan Anda. Sadari kondisi fisik Anda sendiri.
  21. Jangan terlalu membuat anak Anda merasa bersalah. Buatlah anak merasa bahwa Ayah Bunda menghukum demi kebaikannya.
    25 Tips Memberikan Hukuman pada Anak
  22. Jangan bandingkan anak Anda dengan yang lain. Misal dengan berkata, “Tuh, lihat Ahmad. Dia selalu menurut, mendengarkan kata ibunya.”
  23. Pikirkan pengaruh hukuman yang akan Anda terapkan kepada anak Anda.
  24. Jangan mencela — atau bahkan sampai mengutuk — anak saat memberikan hukuman. Yang lebih baik adalah mendoakan kebaikan untuknya.
  25. Jangan menyuruh anak tidak menangis saat diberi hukuman.

Semoga Allah merahmati orang yang menuturkan bait-bait berikut:

Tiada kugunakan cambuk selama suaraku membawa guna.

Dan tak kugunakan suara selama diamku membawa guna

 

Jogja, 17 Juli 2016/12 Syawal 1437

www.ummiummi.com

 

Referensi:

  • Modern Islamic Parenting karya Dr. Hasan Syamsi
  • Sentuhan Jiwa untuk Anak, karya Muhammad Muhammad Baderi

 

One thought on “25 Panduan dan Tips Saat Menghukum Anak

  1. Terima kasih tipsnya, setelah bca artikelnya saya jadi tahu bahwa ada beberap hukuman yg saya suka lakukan kepada anak dan ternyata itu tidak baik,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *